alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Hanya 2 Puskesmas yang Penuhi Syarat BLUD, Sisanya Coba Lagi Tahun Depan

BANJARMASIN – Tahun ini, Dinas Kesehatan Banjarmasin menargetkan 13 puskesmas yang berstatus unit pelayanan teknis (UPT) menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).

Tapi, ternyata hanya dua puskesmas yang dinyatakan memenuhi syarat. Yakni, Puskesmas Cempaka di Jalan Cempaka Besar dan Puskesmas Kelayan Timur di Jalan Kelayan B. Sedangkan 11 puskesmas lainnya belum berhasil.

Dituntut membenahi diri untuk mengejar target tahun depan. “Lainnya mudah-mudahan bisa di tahun 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (12/10).

Memang, tak mudah memenuhi target itu. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk mencapai status BLUD (setara dengan rumah sakit tipe D). Pertama dari unsur substansi, kedua teknis, dan ketiga administratif.

Kriteria terakhir itulah yang paling berat. Pasalnya, banyak puskesmas gugur di penilaian administratif. “Dari penilaian tadi ada yang perlu diperbarui, diperbaiki, dikoreksi, dan ditambahkan oleh tim penilai,” bebernya.

Transformasi ini digelar bertahap. Pada 2020, dari 26 puskesmas, hanya 13 yang dibebani target. Meski belakangan hanya dua yang mampu memenuhi syarat.

Selain itu, bagi Rumah Sakit Sultan Suriansyah di Jalan Rantauan Darat dan laboratorium kesehatan di Jalan Pramuka, juga diberi target serupa. Keduanya masih dalam tahap penilaian. “Kalau rumah sakit, sejak dua bulan lalu sudah penilaian,” sebutnya.

Lantas, apa keunggulan status BLUD? Dibeberkannya, fasilitas layanan kesehatan bisa lebih lincah. Bisa mengembangkan diri, tanpa terlalu terikat dengan Dinkes.

Keutamaan lain, bisa lebih fleksibel. Misalkan menambah varian pelayanan. Contoh USG (ultrasonografi medis) cukup di puskesmas. Tak perlu ke rumah sakit.

“Puskesmas juga bisa menambah pegawai sendiri. Tentu pegawai BLUD namanya. Contoh ketika kekurangan dokter, puskesmas bisa merekrut sendiri. Kan lebih fleksibel,” tuntasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Tahun ini, Dinas Kesehatan Banjarmasin menargetkan 13 puskesmas yang berstatus unit pelayanan teknis (UPT) menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).

Tapi, ternyata hanya dua puskesmas yang dinyatakan memenuhi syarat. Yakni, Puskesmas Cempaka di Jalan Cempaka Besar dan Puskesmas Kelayan Timur di Jalan Kelayan B. Sedangkan 11 puskesmas lainnya belum berhasil.

Dituntut membenahi diri untuk mengejar target tahun depan. “Lainnya mudah-mudahan bisa di tahun 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (12/10).

Memang, tak mudah memenuhi target itu. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk mencapai status BLUD (setara dengan rumah sakit tipe D). Pertama dari unsur substansi, kedua teknis, dan ketiga administratif.

Kriteria terakhir itulah yang paling berat. Pasalnya, banyak puskesmas gugur di penilaian administratif. “Dari penilaian tadi ada yang perlu diperbarui, diperbaiki, dikoreksi, dan ditambahkan oleh tim penilai,” bebernya.

Transformasi ini digelar bertahap. Pada 2020, dari 26 puskesmas, hanya 13 yang dibebani target. Meski belakangan hanya dua yang mampu memenuhi syarat.

Selain itu, bagi Rumah Sakit Sultan Suriansyah di Jalan Rantauan Darat dan laboratorium kesehatan di Jalan Pramuka, juga diberi target serupa. Keduanya masih dalam tahap penilaian. “Kalau rumah sakit, sejak dua bulan lalu sudah penilaian,” sebutnya.

Lantas, apa keunggulan status BLUD? Dibeberkannya, fasilitas layanan kesehatan bisa lebih lincah. Bisa mengembangkan diri, tanpa terlalu terikat dengan Dinkes.

Keutamaan lain, bisa lebih fleksibel. Misalkan menambah varian pelayanan. Contoh USG (ultrasonografi medis) cukup di puskesmas. Tak perlu ke rumah sakit.

“Puskesmas juga bisa menambah pegawai sendiri. Tentu pegawai BLUD namanya. Contoh ketika kekurangan dokter, puskesmas bisa merekrut sendiri. Kan lebih fleksibel,” tuntasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/