alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Kasus Covid Banua Tembus 11.026, Angka Kesembuhan Mencapai 9.634 Orang

BANJARBARU – Kasus virus corona hingga kini terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel mencatat, Minggu (11/10) warga terkonfirmasi positif bertambah 76 orang. Tambahan itu membuat kasus Covid-19 di Banua tembus 11.026.

Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim menyampaikan, tambahan kasus Covid-19 paling banyak dari Kabupaten Balangan dengan 30 pasien. Sedangkan sisanya dari Hulu Sungai Utara (12 kasus), Banjarmasin (10 kasus), Barito Kuala (3 kasus), Hulu Sungai Tengah (1 kasus) dan Tanah Bumbu (2 kasus).

“Serta dari Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan dan Tapin masing-masing 6 kasus,” katanya dalam rilis perkembangan kasus Covid-19 Kalsel, kemarin. Selain tambahan kasus baru, dia menyampaikan, kemarin pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah. Ada 67 orang yang dinyatakan sembuh. Dengan tambahan itu, maka jumlah angka kesembuhan Covid-19 saat ini mencapai 9.634 orang. 

Pasien sembuh sendiri berasal dari sejumlah tempat karantina. Yakni, Karantina Banjarmasin (30 orang), Banjarbaru (22 orang), Tanah Bumbu (5 orang), Hulu Sungai Utara (3 orang), Hulu Sungai Tengah (4 orang) dan Barito Kuala (3 orang).

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia ada satu orang. Berasal dari Tanah Bumbu. Tambahan itu membuat angka kematian di Kalsel menjadi 441. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel sendiri terus berupaya untuk menangani pagebluk virus corona.

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, dalam penanganan Covid-19, saat ini ada dua upaya yang menjadi fokus gugas. Yakni, mengendalikan penularan virus dan menurunkan angka kematian. 

Dia menuturkan, dalam pengendalian penularan Covid-19 upaya yang dilakukan adalah melakukan operasi yustisi penegakkan protokol kesehatan. “Operasi dilakukan bersama tiga pilar, yaitu Polri, TNI dan Satpol PP,” tuturnya.

Sedangkan untuk menurunkan angka kematian, Roy menjelaskan, gugas tengah memaksimalkan perawatan bagi para terkonfirmasi positif. “Yang ringan dirawat di karantina khusus, kalau yang sedang dan berat di isolasi rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan, warga terkonfirmasi positif yang saat ini melakukan isolasi mandiri juga sedang diupayakan agar masuk karantina khusus. Supaya lebih jelas penanggung jawab terkait kesehatan, makanan dan olahraganya. 

“Di samping itu, agar yang isolasi mandiri tidak menjadi sumber penularan bagi yang lain, karena masih ada yang kadang masih beraktifitas di luar rumah,” ucapnya. Ditambahkannya, untuk pemindahan isolasi mandiri ke karantina khusus yang disediakan pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Kalsel telah mengeluarkan surat edaran untuk Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/kota. 

Dia menambahkan, dalam SE itu ada empat poin yang perlu dilakukan kabupaten/kota. Yakni, menyediakan tempat karantina khusus/tempat isolasi sesuai dengan ketentuan, memindahkan pasien isolasi mandiri ke karantina khusus dan pemindahan pasien dilaksanakan bekerja sama dengan TNI/Polri. 

“Poin keempat, kasus konfirmasi Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan dan dipastikan sesuai dengan ketentuan berlaku,” tambahnya. Di samping memindahkan pasien isolasi mandiri, untuk menurunkan angka kematian, Roy menyampaikan, gugas juga terus mendata orang-orang rentan yang berusia 60 tahun ke atas dan 9 tahun ke bawah. Serta, yang memiliki penyakit bawaan atau komorbit. 

“Orang-orang rentan ini berisiko dan tingkat kematiannya tinggi apabila terkena Covid. Jadi harus dijaga dan diawasi dengan baik. Supaya begitu mereka terpapar, bisa segera ditangani,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

BANJARBARU – Kasus virus corona hingga kini terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel mencatat, Minggu (11/10) warga terkonfirmasi positif bertambah 76 orang. Tambahan itu membuat kasus Covid-19 di Banua tembus 11.026.

Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim menyampaikan, tambahan kasus Covid-19 paling banyak dari Kabupaten Balangan dengan 30 pasien. Sedangkan sisanya dari Hulu Sungai Utara (12 kasus), Banjarmasin (10 kasus), Barito Kuala (3 kasus), Hulu Sungai Tengah (1 kasus) dan Tanah Bumbu (2 kasus).

“Serta dari Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan dan Tapin masing-masing 6 kasus,” katanya dalam rilis perkembangan kasus Covid-19 Kalsel, kemarin. Selain tambahan kasus baru, dia menyampaikan, kemarin pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah. Ada 67 orang yang dinyatakan sembuh. Dengan tambahan itu, maka jumlah angka kesembuhan Covid-19 saat ini mencapai 9.634 orang. 

Pasien sembuh sendiri berasal dari sejumlah tempat karantina. Yakni, Karantina Banjarmasin (30 orang), Banjarbaru (22 orang), Tanah Bumbu (5 orang), Hulu Sungai Utara (3 orang), Hulu Sungai Tengah (4 orang) dan Barito Kuala (3 orang).

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia ada satu orang. Berasal dari Tanah Bumbu. Tambahan itu membuat angka kematian di Kalsel menjadi 441. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel sendiri terus berupaya untuk menangani pagebluk virus corona.

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, dalam penanganan Covid-19, saat ini ada dua upaya yang menjadi fokus gugas. Yakni, mengendalikan penularan virus dan menurunkan angka kematian. 

Dia menuturkan, dalam pengendalian penularan Covid-19 upaya yang dilakukan adalah melakukan operasi yustisi penegakkan protokol kesehatan. “Operasi dilakukan bersama tiga pilar, yaitu Polri, TNI dan Satpol PP,” tuturnya.

Sedangkan untuk menurunkan angka kematian, Roy menjelaskan, gugas tengah memaksimalkan perawatan bagi para terkonfirmasi positif. “Yang ringan dirawat di karantina khusus, kalau yang sedang dan berat di isolasi rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan, warga terkonfirmasi positif yang saat ini melakukan isolasi mandiri juga sedang diupayakan agar masuk karantina khusus. Supaya lebih jelas penanggung jawab terkait kesehatan, makanan dan olahraganya. 

“Di samping itu, agar yang isolasi mandiri tidak menjadi sumber penularan bagi yang lain, karena masih ada yang kadang masih beraktifitas di luar rumah,” ucapnya. Ditambahkannya, untuk pemindahan isolasi mandiri ke karantina khusus yang disediakan pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Kalsel telah mengeluarkan surat edaran untuk Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/kota. 

Dia menambahkan, dalam SE itu ada empat poin yang perlu dilakukan kabupaten/kota. Yakni, menyediakan tempat karantina khusus/tempat isolasi sesuai dengan ketentuan, memindahkan pasien isolasi mandiri ke karantina khusus dan pemindahan pasien dilaksanakan bekerja sama dengan TNI/Polri. 

“Poin keempat, kasus konfirmasi Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan dan dipastikan sesuai dengan ketentuan berlaku,” tambahnya. Di samping memindahkan pasien isolasi mandiri, untuk menurunkan angka kematian, Roy menyampaikan, gugas juga terus mendata orang-orang rentan yang berusia 60 tahun ke atas dan 9 tahun ke bawah. Serta, yang memiliki penyakit bawaan atau komorbit. 

“Orang-orang rentan ini berisiko dan tingkat kematiannya tinggi apabila terkena Covid. Jadi harus dijaga dan diawasi dengan baik. Supaya begitu mereka terpapar, bisa segera ditangani,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/