alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Kapan Sekolah Tatap Muka..? Banjarmasin Kemungkinan di Awal November

BANJARMASIN – Penentuan Banjarmasin, keluar atau tidak dari zona merah, menunggu evaluasi Gugus Tugas P2 COVID-19 pada 14 Oktober nanti.

Jika 52 kelurahan di lima kecamatan telah menghijau, maka sekolah bisa saja dibuka. Kembali belajar tatap muka di kelas.

Kabar yang sangat dinanti-nantikan pelajar. Maklum, sejak 17 Maret lalu, anak-anak dipaksa belajar daring. Orang tua juga kerepotan. Selain bekerja, mereka harus mendampingi anaknya belajar di rumah. Belum lagi tambahan biaya seperti gawai dan paket data internet.

“Yang membuat berat, kami perlu belanja tambahan untuk membeli kuota. Belum lagi membeli smartphone,” kata Fatimah, warga Jalan Kuripan, Banjarmasin Timur.

Lantas, apakah keinginan Fatimah dan lainnya bisa terwujud dalam waktu dekat? Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjawab, SD dan SMP kemungkinan bisa dibuka pada awal November mendatang.

Sekali lagi, ini baru kemungkinan. Karena Disdik memerlukan persiapan matang untuk menekan risiko. “Akhir Oktober akan dievaluasi dulu. Jika memungkinkan, kami rapatkan dengan gugas,” kata Totok.

Diingatkan Totok, Disdik tak hanya memerlukan izin gugas. Lebih penting lagi restu dari orang tua murid.

Selain itu, belajar di tengah pandemi takkan seperti belajar pada masa normal. Demi keselamatan, kapasitas kelas mungkin dikurangi setengah. Agar mudah bagi pelajar untuk menjaga jarak.

Itu belum soal kantin sekolah, olahraga di halaman, dan pengaturan kegiatan lainnya.

“Jika diputuskan bisa tatap muka, harus dengan persetujuan orang tua. Dan sekolah memenuhi sarana serta ketentuan kapasitas kelas,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Penentuan Banjarmasin, keluar atau tidak dari zona merah, menunggu evaluasi Gugus Tugas P2 COVID-19 pada 14 Oktober nanti.

Jika 52 kelurahan di lima kecamatan telah menghijau, maka sekolah bisa saja dibuka. Kembali belajar tatap muka di kelas.

Kabar yang sangat dinanti-nantikan pelajar. Maklum, sejak 17 Maret lalu, anak-anak dipaksa belajar daring. Orang tua juga kerepotan. Selain bekerja, mereka harus mendampingi anaknya belajar di rumah. Belum lagi tambahan biaya seperti gawai dan paket data internet.

“Yang membuat berat, kami perlu belanja tambahan untuk membeli kuota. Belum lagi membeli smartphone,” kata Fatimah, warga Jalan Kuripan, Banjarmasin Timur.

Lantas, apakah keinginan Fatimah dan lainnya bisa terwujud dalam waktu dekat? Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjawab, SD dan SMP kemungkinan bisa dibuka pada awal November mendatang.

Sekali lagi, ini baru kemungkinan. Karena Disdik memerlukan persiapan matang untuk menekan risiko. “Akhir Oktober akan dievaluasi dulu. Jika memungkinkan, kami rapatkan dengan gugas,” kata Totok.

Diingatkan Totok, Disdik tak hanya memerlukan izin gugas. Lebih penting lagi restu dari orang tua murid.

Selain itu, belajar di tengah pandemi takkan seperti belajar pada masa normal. Demi keselamatan, kapasitas kelas mungkin dikurangi setengah. Agar mudah bagi pelajar untuk menjaga jarak.

Itu belum soal kantin sekolah, olahraga di halaman, dan pengaturan kegiatan lainnya.

“Jika diputuskan bisa tatap muka, harus dengan persetujuan orang tua. Dan sekolah memenuhi sarana serta ketentuan kapasitas kelas,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/