alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Dituduh Dukung Sayed Jafar, Kades Sarangtiung Mengaku Netral

KOTABARU – Kepala Desa Sarangtiung Kecamatan Pulau Laut Sigam Johanies membantah dirinya mendukung calon bupati Sayed Jafar. Menyusul laporan Tim Burhanduin – Bahrudin, terkait foto dirinya bersama calon yang mengacungkan jari telunjuk simbol nomor urut satu.

Menurut Johanies, dirinya tidak sengaja mengacungkan jari seperti yang biasa dipakai tim pemenangan Sayed Jafar – Andi Rudi Latif itu. “Refleks saja. Kan semua orang begitu, makanya saya juga ikut,” ujarnya.

Kejadian di foto itu, cerita Johanies, terjadi Kamis (8/10) sore. Saat itu Sayed Jafar dan barisan pendukung lewat di desa. Mampir di rumah warga bernama Haji Amat. Johanies dikontak agar gabung.
Saat di sana, katanya, mereka hanya kumpul biasa. “Tidak ada bicara dukung-mendukung. Pak Sayed Jafar waktu itu borong pentol yang kebetulan lewat,” bebernya.

Ia lalu mencoba memperkuat kesan dirinya netral. “Siapa saja yang undang saya datang. Apakah itu nanti pak Burhanudin. Lebaran lalu pak Burhanudin datang ke tempat saya. Pak Bahrudin juga akrab,” akunya.
Johanies lantas meminta, masalah itu tidak perlu diperbesar. Dia mengaku tidak terlalu mengerti aturan apa-apa saja yang dilanggar dalam masa kampanye. “Kok langsung sanksi? Kan bisa administrasi dulu, pemberitahuan dulu,” ucapnya.

Lantas, dia sebenarnya mendukung siapa? Kepala desa itu kembali menegaskan, dirinya masih netral. Begitu juga dengan warga di desa. Masih meraba-raba dan menganalisis siapa nanti yang akan dipilih di bilik suara.

Lalu, ketika nanti Burhanudin datang ke sana, ia juga akan berpose dua jari (nomor urut Burhan). Pria ini tidak menjawab, hanya tertawa.

Sekadar diketahui, Jumat (9/10) tadi tim Burhanudin-Bahrudin melapor dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kotabaru. Ada tiga laporan, salah satunya laporan dugaan netralitas Kepala Desa Sarangtiung.

Sedikitnya ada tiga foto Johanies yang dijadikan barang bukti. Ketiga foto itu, terlihat jelas kepala desa mengacungkan satu jari bersama calon. Laporan lainnya adalah dugaan pelanggaran netralitas ASN. Dan dugaan pelanggaran memanfaatkan atribut pemerintah. (zal/ema)

KOTABARU – Kepala Desa Sarangtiung Kecamatan Pulau Laut Sigam Johanies membantah dirinya mendukung calon bupati Sayed Jafar. Menyusul laporan Tim Burhanduin – Bahrudin, terkait foto dirinya bersama calon yang mengacungkan jari telunjuk simbol nomor urut satu.

Menurut Johanies, dirinya tidak sengaja mengacungkan jari seperti yang biasa dipakai tim pemenangan Sayed Jafar – Andi Rudi Latif itu. “Refleks saja. Kan semua orang begitu, makanya saya juga ikut,” ujarnya.

Kejadian di foto itu, cerita Johanies, terjadi Kamis (8/10) sore. Saat itu Sayed Jafar dan barisan pendukung lewat di desa. Mampir di rumah warga bernama Haji Amat. Johanies dikontak agar gabung.
Saat di sana, katanya, mereka hanya kumpul biasa. “Tidak ada bicara dukung-mendukung. Pak Sayed Jafar waktu itu borong pentol yang kebetulan lewat,” bebernya.

Ia lalu mencoba memperkuat kesan dirinya netral. “Siapa saja yang undang saya datang. Apakah itu nanti pak Burhanudin. Lebaran lalu pak Burhanudin datang ke tempat saya. Pak Bahrudin juga akrab,” akunya.
Johanies lantas meminta, masalah itu tidak perlu diperbesar. Dia mengaku tidak terlalu mengerti aturan apa-apa saja yang dilanggar dalam masa kampanye. “Kok langsung sanksi? Kan bisa administrasi dulu, pemberitahuan dulu,” ucapnya.

Lantas, dia sebenarnya mendukung siapa? Kepala desa itu kembali menegaskan, dirinya masih netral. Begitu juga dengan warga di desa. Masih meraba-raba dan menganalisis siapa nanti yang akan dipilih di bilik suara.

Lalu, ketika nanti Burhanudin datang ke sana, ia juga akan berpose dua jari (nomor urut Burhan). Pria ini tidak menjawab, hanya tertawa.

Sekadar diketahui, Jumat (9/10) tadi tim Burhanudin-Bahrudin melapor dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kotabaru. Ada tiga laporan, salah satunya laporan dugaan netralitas Kepala Desa Sarangtiung.

Sedikitnya ada tiga foto Johanies yang dijadikan barang bukti. Ketiga foto itu, terlihat jelas kepala desa mengacungkan satu jari bersama calon. Laporan lainnya adalah dugaan pelanggaran netralitas ASN. Dan dugaan pelanggaran memanfaatkan atribut pemerintah. (zal/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/