alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Banjarmasin Ditarget Keluar dari Zona Merah Akhir Oktober

BANJARMASIN – Pemko memasang target, Banjarmasin keluar dari zona merah pada akhir Oktober. Kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik.

Mengacu data Dinas Kesehatan Banjarmasin per 6 Oktober, hanya Kelurahan Seberang Masjid di Kecamatan Banjarmasin Tengah yang masih merah.

Selebihnya, 45 kelurahan telah berada di zona hijau. Sisanya, enam kelurahan di zona kuning.

Mengacu data itu, Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin pun optimis bisa mencapai target itu pada pertengahan bulan ini. Lebih cepat dua pekan.

“Penilaian selesai pada tanggal 14 nanti. Kami berharap, paling lambat pertengahan bulan sudah bisa menghijaukan seluruhnya,” kata juru bicara gugas, Machli Riyadi.

Soal Seberang Masjid, di sana hanya tersisa satu kasus positif corona. Masih dalam masa penyembuhan.

Klaim Machli, tak ada penambahan kasus baru. “Di Seberang Masjid tak ada penambahan kasus. Hanya penyembuhan. Tersisa satu orang saja,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Diakuinya, target ini memang rawan gagal. Jika ada yang teledor dan muncul penularan, status zona merah takkan dicabut. Bahkan mungkin saja bertambah.

“Ini yang paling dikhawatirkan. Jadi masyarakat harus diedukasi, contoh disiplin dalam memakai masker,” tegasnya.

Menurut Machli, percepatan penambahan zona hijau ini bisa mulus berkat unit RT-PCR (alat pemeriksa sambel swab) di Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Dulu, sebelum memiliki alat sendiri, pemko harus mengantre lama di laboratorium milik pemprov di Banjarbaru. Otomatis, pelacakan kasus pun tak bisa segera.

“Dengan memiliki RT-PCR sendiri, bisa lebih cepat dalam diagnosa. Penanganan dan mitigasi juga jadi lebih cepat,” tukasnya.

Sejak beroperasi, RT-PCR itu setidaknya sudah menguji seribu sampel. “Alhamdulillah, sudah lancar dan bisa lebih cepat. Real-time, paling lambat satu hari hasilnya sudah bisa didapat,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Pemko memasang target, Banjarmasin keluar dari zona merah pada akhir Oktober. Kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik.

Mengacu data Dinas Kesehatan Banjarmasin per 6 Oktober, hanya Kelurahan Seberang Masjid di Kecamatan Banjarmasin Tengah yang masih merah.

Selebihnya, 45 kelurahan telah berada di zona hijau. Sisanya, enam kelurahan di zona kuning.

Mengacu data itu, Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin pun optimis bisa mencapai target itu pada pertengahan bulan ini. Lebih cepat dua pekan.

“Penilaian selesai pada tanggal 14 nanti. Kami berharap, paling lambat pertengahan bulan sudah bisa menghijaukan seluruhnya,” kata juru bicara gugas, Machli Riyadi.

Soal Seberang Masjid, di sana hanya tersisa satu kasus positif corona. Masih dalam masa penyembuhan.

Klaim Machli, tak ada penambahan kasus baru. “Di Seberang Masjid tak ada penambahan kasus. Hanya penyembuhan. Tersisa satu orang saja,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Diakuinya, target ini memang rawan gagal. Jika ada yang teledor dan muncul penularan, status zona merah takkan dicabut. Bahkan mungkin saja bertambah.

“Ini yang paling dikhawatirkan. Jadi masyarakat harus diedukasi, contoh disiplin dalam memakai masker,” tegasnya.

Menurut Machli, percepatan penambahan zona hijau ini bisa mulus berkat unit RT-PCR (alat pemeriksa sambel swab) di Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Dulu, sebelum memiliki alat sendiri, pemko harus mengantre lama di laboratorium milik pemprov di Banjarbaru. Otomatis, pelacakan kasus pun tak bisa segera.

“Dengan memiliki RT-PCR sendiri, bisa lebih cepat dalam diagnosa. Penanganan dan mitigasi juga jadi lebih cepat,” tukasnya.

Sejak beroperasi, RT-PCR itu setidaknya sudah menguji seribu sampel. “Alhamdulillah, sudah lancar dan bisa lebih cepat. Real-time, paling lambat satu hari hasilnya sudah bisa didapat,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

PKS Gaet Para Mantan

Retak yang Bikin Khawatir

Rob Sampai 24 Mei

Pemekaran Kecamatan Tergesa-gesa

/