alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Ramai-ramai Rayu Milenial

BANJARBARU – Di era politik modern sekarang. Segmen milenial mulai dilirik tajam. Tak jarang, para paslon berlomba untuk mendapat citra dan predikat siapa yang paling milenial.

Secara matemati, segmentasi pemilih milenial memang tak segemuk pemilih tradisional. Namun, terlepas dari angka dan nominal. Dewasa ini, menggaet suara para milenial sudah jadi sebuah tren baru dalam kontestasi pesta demokrasi.

Di Pilwali Banjarbaru 2020, ketiga paslon tampaknta juga tak ingin menganaktirikan segmentasi milenial. Ini dibuktikan dengan tiap-tiap paslon yang membentuk tim milenialnya masing-masing.

Menurut klaim paslon maupun tim pemenangan. Tim Milenial mampu menyokong citra diri paslon sebagai pasangan yang peduli dengan hiruk pikuk kawula muda.

Misalnya adalah menurut Ketua Tim Pemenangan Paslon Iskandar-Iwansyah, Soegeng Soesanto. Timnya katanya secara khusus sudah merekrut tim dan juga relawan untuk menarget segmentasi pemilih milenial.

“Pemilih milenial dan pemilih pemula secara kuantitas memang cukup besar. Jadi wajar semua membentuk tim milenial. Tentu tugasnya menyosialisasikan paslon di segmen Milenial yang mempunyai karakteristik yang spesifik dan semua tim ikhtiar merebut hati dukungan Milenial,” kata Soegeng.

Menurut Soegeng, para tim milenial ini statusnya relawan. Mereka tersebar di semua dapil. Namun sayang, soal target persentase suara. Soegeng hanya menjawab normatif. “Targetnya semaksimal mungkin,” tanggapnya.

Beralih ke paslon Aditya-Wartono, Koordinator Tim Milenial Juara, Windi Novianto memandang bahwa tim anak muda ini seperti alternatif menghadapi pola kampanye yang tak bisa bertatap muka.

“Tentu ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan visi misi dan program kerja Paslon. Juga untuk terus aktif sosialisasi di medsos, tak terkecuali di lapangan. Target utama mereka adalah dapat membuat para pemilih pemula dan Milenial yakin akan Paslon 02,” ungkap Windi.

Secara pola atau komposisi, tim milenial ini kata Windi terdiri dari pemuda pemudi yang berdomisili di lima kecamatan. “Selain itu juga ada yang bertugas door to door untuk membagikan APK Paslon sesuai wilayah jadwal kampanye dari KPU. Tapi untuk target pesentase suara, mereka tidak ditarget karena fokus pada sosialisasi paslon,” tambahnya.

Kemudian, Wakil Ketua Bidang Pemenangan divisi milenial paslon Haji Martinus-Jaya (HMJ), Ananda Rizky Pratama memaparkan bahwa segmen milenial ini sudah jadi bagian dari perkembangan Kota Banjarbaru. Bahkan dipandangnya Banjarbaru sebagai role model kehidupan anak muda kreatif di Kalsel.

Melihat hal ini, pembentukan tim milenial di paslon HMJ ujarnya bukan tak berdasar atau sekadar momentum politik saja. “Karena sebenarnya melibatkan milenial sudah menjadi bagian dalam pemerintahan Nadjmi-Jaya memimpin Banjarbaru,” katanya.

Menurutnya, pemilih milenial adalah pemilih yang rasional. Sehingga pihaknya yakin, dengan semua pengenalan program tim milenial yang bergerak bisa mengarahkan pemilih ini dengan pilihannya.

“Maka mereka akan tahu siapa yang akan mereka pilih. Kami ingin kawan-kawan milenial mempunyai jawaban pada saat mereka bertanya; Kalau bisa golput untuk apa memilih? Nah, jawaban itu akan di temukan langsung dari program paslon HMJ,” yakinnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Di era politik modern sekarang. Segmen milenial mulai dilirik tajam. Tak jarang, para paslon berlomba untuk mendapat citra dan predikat siapa yang paling milenial.

Secara matemati, segmentasi pemilih milenial memang tak segemuk pemilih tradisional. Namun, terlepas dari angka dan nominal. Dewasa ini, menggaet suara para milenial sudah jadi sebuah tren baru dalam kontestasi pesta demokrasi.

Di Pilwali Banjarbaru 2020, ketiga paslon tampaknta juga tak ingin menganaktirikan segmentasi milenial. Ini dibuktikan dengan tiap-tiap paslon yang membentuk tim milenialnya masing-masing.

Menurut klaim paslon maupun tim pemenangan. Tim Milenial mampu menyokong citra diri paslon sebagai pasangan yang peduli dengan hiruk pikuk kawula muda.

Misalnya adalah menurut Ketua Tim Pemenangan Paslon Iskandar-Iwansyah, Soegeng Soesanto. Timnya katanya secara khusus sudah merekrut tim dan juga relawan untuk menarget segmentasi pemilih milenial.

“Pemilih milenial dan pemilih pemula secara kuantitas memang cukup besar. Jadi wajar semua membentuk tim milenial. Tentu tugasnya menyosialisasikan paslon di segmen Milenial yang mempunyai karakteristik yang spesifik dan semua tim ikhtiar merebut hati dukungan Milenial,” kata Soegeng.

Menurut Soegeng, para tim milenial ini statusnya relawan. Mereka tersebar di semua dapil. Namun sayang, soal target persentase suara. Soegeng hanya menjawab normatif. “Targetnya semaksimal mungkin,” tanggapnya.

Beralih ke paslon Aditya-Wartono, Koordinator Tim Milenial Juara, Windi Novianto memandang bahwa tim anak muda ini seperti alternatif menghadapi pola kampanye yang tak bisa bertatap muka.

“Tentu ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan visi misi dan program kerja Paslon. Juga untuk terus aktif sosialisasi di medsos, tak terkecuali di lapangan. Target utama mereka adalah dapat membuat para pemilih pemula dan Milenial yakin akan Paslon 02,” ungkap Windi.

Secara pola atau komposisi, tim milenial ini kata Windi terdiri dari pemuda pemudi yang berdomisili di lima kecamatan. “Selain itu juga ada yang bertugas door to door untuk membagikan APK Paslon sesuai wilayah jadwal kampanye dari KPU. Tapi untuk target pesentase suara, mereka tidak ditarget karena fokus pada sosialisasi paslon,” tambahnya.

Kemudian, Wakil Ketua Bidang Pemenangan divisi milenial paslon Haji Martinus-Jaya (HMJ), Ananda Rizky Pratama memaparkan bahwa segmen milenial ini sudah jadi bagian dari perkembangan Kota Banjarbaru. Bahkan dipandangnya Banjarbaru sebagai role model kehidupan anak muda kreatif di Kalsel.

Melihat hal ini, pembentukan tim milenial di paslon HMJ ujarnya bukan tak berdasar atau sekadar momentum politik saja. “Karena sebenarnya melibatkan milenial sudah menjadi bagian dalam pemerintahan Nadjmi-Jaya memimpin Banjarbaru,” katanya.

Menurutnya, pemilih milenial adalah pemilih yang rasional. Sehingga pihaknya yakin, dengan semua pengenalan program tim milenial yang bergerak bisa mengarahkan pemilih ini dengan pilihannya.

“Maka mereka akan tahu siapa yang akan mereka pilih. Kami ingin kawan-kawan milenial mempunyai jawaban pada saat mereka bertanya; Kalau bisa golput untuk apa memilih? Nah, jawaban itu akan di temukan langsung dari program paslon HMJ,” yakinnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/