alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Pilkada, Maksimalkan Sosialisasi Tatap Muka

BANJARMASIN – Tahapan kampanye Pilkada sudah memasuki pekan kedua sejak digulirkan pada 26 September lalu. Digeber di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan kampanye pun jauh dari keriuhan seperti Pilkada sebelumnya.

Kampanye dengan metode rapat umum atau kampanye terbuka dengan kemeriahannya tak bisa digelar demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Alhasil, kampanye Pilkada tahun ini pun tak seramai perhelatan Pilkada sebelumnya.

Sebelum pandemi, pada setiap perhelatan Pilkada, tim pemenangan pasangan calon kepala daerah seakan berlomba menggelar hajatan besar untuk berkampanye. Hiburan rakyat dengan menyajikan pertunjukan seni hingga konser menjadi bagian yang selalu memeriahkan kampanye terbuka.

Saking meriahnya, artis-artis ibu kota didatangkan demi mengundang massa yang banyak ke tempat kampanye. Bagaimana dengan sekarang? Dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020 menegaskan, kampanye rapat umum saat ini tak diperbolehkan.

Kampanye rapat umum yang diperbolehkan pun tak hanya harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Namun, juga pesertanya dibatasi maksimal 50 orang setiap kegiatan.

Menurut Komisioner KPU Kalsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Edy Ariansyah, dengan adanya aturan ini, ada timbal balik yang dapat menguntungkan dua belah pihak.

Di satu sisi calon pemilih mendapat informasi langsung visi dan misi kandidat. Di sisi lain bagi kandidat, mereka langsung dikenal oleh calon pemilih. “Silakan melaksanakan kampanye, tapi aturannya jelas. Peserta yang hadir harus sesuai jumlah dan tak boleh berkerumun,” ujar Edy Ariansyah.

Dibatasinya jumlah peserta kampanye yang datang di rapat umum membuat pasangan calon lebih memaksimalkan kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka langsung. Seperti yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin.

Kandidat ini begitu masif melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Tak hanya bersosialisasi langsung, alat peraga kampanye (APK) mereka pun sudah banyak terpasang di beberapa ruas jalan utama.

Dikatakan Ketua Tim Pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Rifqinizami Karsayuda, di tahapan kampanye ini pihaknya hanya menggelar pertemuan terbatas sesuai aturan.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini sebutnya, tentu menjadi tantangan dalam melakukan sosialisasi. Dia mengakui, kondisi seperti ini menuntut pihaknya harus kreatif dalam bersosialisasi. “Kami mengikuti semua aturan main yang berlaku. Sehingg strategi kampanye kami mengikuti hal tersebut,” ujar Rifqi kemarin tanpa mau menyebut bagaimana strateginya.

Terpisah, Calon Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana mengaku akan menuruti aturan dengan hanya menggelar kampanye tatap muka. “Yang saya lakukan termasuk tim adalah sosialisasi langsung dengan penyebaran bahan kampanye dan tetap memaksimalkan sosial media,” ujar Denny kemarin. (mof/tof/ema)

BANJARMASIN – Tahapan kampanye Pilkada sudah memasuki pekan kedua sejak digulirkan pada 26 September lalu. Digeber di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan kampanye pun jauh dari keriuhan seperti Pilkada sebelumnya.

Kampanye dengan metode rapat umum atau kampanye terbuka dengan kemeriahannya tak bisa digelar demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Alhasil, kampanye Pilkada tahun ini pun tak seramai perhelatan Pilkada sebelumnya.

Sebelum pandemi, pada setiap perhelatan Pilkada, tim pemenangan pasangan calon kepala daerah seakan berlomba menggelar hajatan besar untuk berkampanye. Hiburan rakyat dengan menyajikan pertunjukan seni hingga konser menjadi bagian yang selalu memeriahkan kampanye terbuka.

Saking meriahnya, artis-artis ibu kota didatangkan demi mengundang massa yang banyak ke tempat kampanye. Bagaimana dengan sekarang? Dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020 menegaskan, kampanye rapat umum saat ini tak diperbolehkan.

Kampanye rapat umum yang diperbolehkan pun tak hanya harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Namun, juga pesertanya dibatasi maksimal 50 orang setiap kegiatan.

Menurut Komisioner KPU Kalsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Edy Ariansyah, dengan adanya aturan ini, ada timbal balik yang dapat menguntungkan dua belah pihak.

Di satu sisi calon pemilih mendapat informasi langsung visi dan misi kandidat. Di sisi lain bagi kandidat, mereka langsung dikenal oleh calon pemilih. “Silakan melaksanakan kampanye, tapi aturannya jelas. Peserta yang hadir harus sesuai jumlah dan tak boleh berkerumun,” ujar Edy Ariansyah.

Dibatasinya jumlah peserta kampanye yang datang di rapat umum membuat pasangan calon lebih memaksimalkan kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka langsung. Seperti yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin.

Kandidat ini begitu masif melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Tak hanya bersosialisasi langsung, alat peraga kampanye (APK) mereka pun sudah banyak terpasang di beberapa ruas jalan utama.

Dikatakan Ketua Tim Pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Rifqinizami Karsayuda, di tahapan kampanye ini pihaknya hanya menggelar pertemuan terbatas sesuai aturan.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini sebutnya, tentu menjadi tantangan dalam melakukan sosialisasi. Dia mengakui, kondisi seperti ini menuntut pihaknya harus kreatif dalam bersosialisasi. “Kami mengikuti semua aturan main yang berlaku. Sehingg strategi kampanye kami mengikuti hal tersebut,” ujar Rifqi kemarin tanpa mau menyebut bagaimana strateginya.

Terpisah, Calon Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana mengaku akan menuruti aturan dengan hanya menggelar kampanye tatap muka. “Yang saya lakukan termasuk tim adalah sosialisasi langsung dengan penyebaran bahan kampanye dan tetap memaksimalkan sosial media,” ujar Denny kemarin. (mof/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/