alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Dari Demo Kemarin: Ada yang Kecopetan, Ada yang Mengamuk Bawa Sajam

BANJARMASIN – Seorang lelaki berinisial AS membuat heboh. Di tengah unjuk rasa di depan DPRD, dia berteriak dengan bahasa yang sulit dimengerti.

Yang mengejutkan, selain bertelanjang dada dan mengenakan ikat kepala merah putih, AS juga membawa senjata tajam di pinggangnya.

Pantauan Radar Banjarmasin, ia datang dari arah Jalan Hasanuddin HM. Mahasiswa yang melihat sudah berupaya memberikan pengertian. Membawanya menjauh dari kerumunan. Hingga aparat yang bertugas terpaksa turun tangan.

Ketika AS diamankan oleh aparat, mahasiswa yang melihat hampir saja terprovokasi. Mereka sempat mengira yang diamankan adalah sesama rekan pengunjuk rasa.

Beruntung, aparat keamanan cukup sigap. Memberitahukan kepada mahasiswa yang berlari menuju ke arah AS, bahwa yang diamankan adalah penyusup.

Peristiwa itu terjadi ketika dialog sedang berlangsung. Bersama Ketua DRPD Kalsel, Supian HK dan Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan.

AS kemudian diinterogasi polisi di area parkir bank BCA. Di situ, AS mengaku sebenarnya ingin pergi ke Kampung Sasirangan.

Namun, berhubung ada unjuk rasa, ia disuruh mencari jalan alternatif. AS rupanya kesal melihat mahasiswa menutup Jalan Lambung Mangkurat. “Ingin saya bubarkan,” ujarnya dengan wajah lesu.

Seorang saksi mata mengaku melihat AS memegang botol minuman. Diduga berisi alkohol. “Saya menduga dia mabuk,” beber peserta aksi, M Yunus.

AS kini berada di Ditreskrimum Polda Kalsel guna menjalani pemeriksaan. “Iya, sudah kami amankan dan periksa,” ungkap Dirkrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Sugeng Riyadi.

Bukan cuma insiden itu. Seorang wartawan televisi lokal, Zein Pahlevi ditimpa nasib apes. Dia kecopetan.

Ketika sedang merekam aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat, kantong belakang kanan celananya tiba-tiba saja menjadi kempes.

“Saat itu sedang mengambil gambar. Merasa tidak nyaman, saya refleks meraba kantong belakang. Ternyata dompet sudah tidak ada,” bebernya.

Dia sudah mencoba mencarinya sampai ke trotoar jalan. Mengira dompetnya tercecer. “Ada surat-surat penting di situ dan sejumlah uang. Nanti saya akan mengurus surat kehilangan,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Seorang lelaki berinisial AS membuat heboh. Di tengah unjuk rasa di depan DPRD, dia berteriak dengan bahasa yang sulit dimengerti.

Yang mengejutkan, selain bertelanjang dada dan mengenakan ikat kepala merah putih, AS juga membawa senjata tajam di pinggangnya.

Pantauan Radar Banjarmasin, ia datang dari arah Jalan Hasanuddin HM. Mahasiswa yang melihat sudah berupaya memberikan pengertian. Membawanya menjauh dari kerumunan. Hingga aparat yang bertugas terpaksa turun tangan.

Ketika AS diamankan oleh aparat, mahasiswa yang melihat hampir saja terprovokasi. Mereka sempat mengira yang diamankan adalah sesama rekan pengunjuk rasa.

Beruntung, aparat keamanan cukup sigap. Memberitahukan kepada mahasiswa yang berlari menuju ke arah AS, bahwa yang diamankan adalah penyusup.

Peristiwa itu terjadi ketika dialog sedang berlangsung. Bersama Ketua DRPD Kalsel, Supian HK dan Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan.

AS kemudian diinterogasi polisi di area parkir bank BCA. Di situ, AS mengaku sebenarnya ingin pergi ke Kampung Sasirangan.

Namun, berhubung ada unjuk rasa, ia disuruh mencari jalan alternatif. AS rupanya kesal melihat mahasiswa menutup Jalan Lambung Mangkurat. “Ingin saya bubarkan,” ujarnya dengan wajah lesu.

Seorang saksi mata mengaku melihat AS memegang botol minuman. Diduga berisi alkohol. “Saya menduga dia mabuk,” beber peserta aksi, M Yunus.

AS kini berada di Ditreskrimum Polda Kalsel guna menjalani pemeriksaan. “Iya, sudah kami amankan dan periksa,” ungkap Dirkrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Sugeng Riyadi.

Bukan cuma insiden itu. Seorang wartawan televisi lokal, Zein Pahlevi ditimpa nasib apes. Dia kecopetan.

Ketika sedang merekam aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat, kantong belakang kanan celananya tiba-tiba saja menjadi kempes.

“Saat itu sedang mengambil gambar. Merasa tidak nyaman, saya refleks meraba kantong belakang. Ternyata dompet sudah tidak ada,” bebernya.

Dia sudah mencoba mencarinya sampai ke trotoar jalan. Mengira dompetnya tercecer. “Ada surat-surat penting di situ dan sejumlah uang. Nanti saya akan mengurus surat kehilangan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/