alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Siapkan SDM, Warga Dilatih Bangun Ikon Pariwisata

BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus membenahi sejumlah destinasi wisata yang ada di Kota Banjarmasin. Salah satunya, Sungai Biuku.

Lokasinya berada di kawasan Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Kawasan ini digadang-gadang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Banjarmasin. Pepohonan rindang dan berada di samping sungai jadi modal utama untuk mewujudkannya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin mengumpulkan 30 warga di sana sejak kemarin (7/10) pagi. Selama sepekan ke depan dilatih mengembangkan destinasi wisata itu. Rinciannya, sebanyak 15 warga diambil dari kawasan Sungai Biuku, dan 15 lainnya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Banjarmasin.

Ketua Komunitas Tiga Penjuru, Hendri Gunadi menjelaskan bahwa setidaknya ada 20 ikon yang bakal dibangun di kawasan tersebut. Para peserta pelatihan itulah yang nantinya terlibat langsung dalam pembangunan 20 ikon di Sungai Biuku.

Ikon yang dibangun nantinya kumpulan dari beberapa spot wisata di berbagai daerah. Rencana ini sudah disusun sejak lama. Beberapa referensi yang bakal diambil yakni ikon Bamboo Rafting di Loksado Kabupaten (HSS), dan instalasi kayu kreatif ala wisata Batu Malang. “Di sini juga bakal dibangun ikon menara pandang, dan yang paling besar adalah robot dari kayu dan tali temali. Kalau di luar kan pakai paku. Di sini tidak. Cuma pakai tali dan tongkat, jadi tak ada unsur besi,” bebernya.

Di samping dilatih membuat ikon berbahan kayu, para peserta juga diajarkan cara perawatan dan perbaikannya.

Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ikhsan Al Haq mengungkapkan pelatihan hingga 14 Oktober mendatang itu sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) demi mendukung dunia kepariwisataan di Kota Banjarmasin.

Hal itu bukan tanpa alasan. Ikhsan mengatakan pengembangan pariwisata tak hanya melulu berbicara infrastruktur. Tapi juga perlu didukung dari segi SDM. “Strategi kami bagaimana mengoptimalkan peran masyarakat,” ucapnya.

Ikhsan menambahkan para peserta tidak tak hanya dilatih dalam hal pengembangan wisata. Tapi, juga bisa memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu terjadi insiden yang menimpa para pelancong. “Target kami mereka ini memiliki keterampilan dan kemampuan dalam survival. Penyelamatan orang di tempat wisata, juga terampil dalam mengolah tali temali. Untuk melengkapi fasilitas pariwisata,” bebernya.

Kelak para peserta pelatihan tak hanya ditempatkan di Sungai Biuku saja. Tapi juga di destinasi wisata lainnya di Kota Banjarmasin.(war/dye/ema)

BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus membenahi sejumlah destinasi wisata yang ada di Kota Banjarmasin. Salah satunya, Sungai Biuku.

Lokasinya berada di kawasan Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Kawasan ini digadang-gadang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Banjarmasin. Pepohonan rindang dan berada di samping sungai jadi modal utama untuk mewujudkannya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin mengumpulkan 30 warga di sana sejak kemarin (7/10) pagi. Selama sepekan ke depan dilatih mengembangkan destinasi wisata itu. Rinciannya, sebanyak 15 warga diambil dari kawasan Sungai Biuku, dan 15 lainnya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Banjarmasin.

Ketua Komunitas Tiga Penjuru, Hendri Gunadi menjelaskan bahwa setidaknya ada 20 ikon yang bakal dibangun di kawasan tersebut. Para peserta pelatihan itulah yang nantinya terlibat langsung dalam pembangunan 20 ikon di Sungai Biuku.

Ikon yang dibangun nantinya kumpulan dari beberapa spot wisata di berbagai daerah. Rencana ini sudah disusun sejak lama. Beberapa referensi yang bakal diambil yakni ikon Bamboo Rafting di Loksado Kabupaten (HSS), dan instalasi kayu kreatif ala wisata Batu Malang. “Di sini juga bakal dibangun ikon menara pandang, dan yang paling besar adalah robot dari kayu dan tali temali. Kalau di luar kan pakai paku. Di sini tidak. Cuma pakai tali dan tongkat, jadi tak ada unsur besi,” bebernya.

Di samping dilatih membuat ikon berbahan kayu, para peserta juga diajarkan cara perawatan dan perbaikannya.

Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ikhsan Al Haq mengungkapkan pelatihan hingga 14 Oktober mendatang itu sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) demi mendukung dunia kepariwisataan di Kota Banjarmasin.

Hal itu bukan tanpa alasan. Ikhsan mengatakan pengembangan pariwisata tak hanya melulu berbicara infrastruktur. Tapi juga perlu didukung dari segi SDM. “Strategi kami bagaimana mengoptimalkan peran masyarakat,” ucapnya.

Ikhsan menambahkan para peserta tidak tak hanya dilatih dalam hal pengembangan wisata. Tapi, juga bisa memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu terjadi insiden yang menimpa para pelancong. “Target kami mereka ini memiliki keterampilan dan kemampuan dalam survival. Penyelamatan orang di tempat wisata, juga terampil dalam mengolah tali temali. Untuk melengkapi fasilitas pariwisata,” bebernya.

Kelak para peserta pelatihan tak hanya ditempatkan di Sungai Biuku saja. Tapi juga di destinasi wisata lainnya di Kota Banjarmasin.(war/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/