alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

BIKIN GADUH..! Ada Tagline Paslon di Gapura, Bawaslu Turun Tangan

BANJARMASIN – Tagline yang disematkan di sejumlah gapura membuat Bawaslu Kota Banjarmasin turun tangan. Mereka mulai menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani membenarkan telah mendapat informasi adanya tagline yang mirip dengan milik salah satu paslon. “Belum ada laporan, kita baru dapat informasi saja, ini sedang ditelusuri,” ujarnya, Selasa (7/10) pagi.

Subhani belum bisa membeberkan lebih jelas, apakah tagline yang tertera di sejumlah gapura merupakan pelanggaran atau tidak, karena ia belum melihat langsung. “Kami sedang melakukan penelusuran di lapangan,” jelasnya.

Foto: Sebelum tagline diganti (atas) dan sesudah tagline diganti (bawah)

Pantauan koran ini di lapangan, dari tiga gapura yang ada tagline tersebut, dua di antaranya, di kawasan objek wisata Kubah Habib Basirih dan Pulau Bromo sudah dihapus. Sedangkan gapura di Kampung Ketupat Sungai Baru terlihat masih ada.

Informasi yang diperoleh di lapangan, gapura tersebut ada kaitannya dengan program CSR PDAM Bandarmasih.

Humas PDAM Bandarmasih Wahid dikonfirmasi Radar Banjarmasin menyatakan sudah mendengar kegaduhan itu. Ia meluruskan, bantuan tersebut adalah bentuk dukungan perusda terhadap pariwisata di Banjarmasin. Dana yang diserahkan berasal dari CSR perusahaan. Itupun jauh sebelum mantan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mencalonkan diri dan ditetapkan sebagai pasangan calon. “Mau bantu malah jadi seperti ini ceritanya,” ucapnya menyayangkan.

Wahid mengatakan sudah menghubungi event organizer (EO) yang membuat gapura, supaya menghapus tulisan tagline tersebut. “Kita sudah ngomong sama EO, agar tulisan itu dilepas. Hari ini (kemarin.Red) juga,” ucapnya.

Ketua Tim Pemenangan Ibnu Sina-Arifin Noor, Bambang Yanto Permono juga sudah mendapat informasi tersebut. Menurutnya tagline itu meski ada tulisan yang mirip, tapi jika diteliti lebih detail, ada sejumlah perbedaan. Terutama pada bagian logo, serta waktu pemasangan.

“Gapura itu dipasang sebelum paslon kami mencalonkan diri dan ditetapkan sebagai paslon. Lagi pula yang memasang bukan dari tim pemenangan,” kata Bambang.

Kejadian seperti ini disaat Pilkada merupakan hal yang wajar. Tapi Bambang tetap berpikir positif dan tak ingin menduga-duga. “Kalau mau ditelisik, ya silakan, karena waktu pemasangannya juga beda,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani yang dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, mengatakan bukan pihaknya yang memasang gapura. Ia menyarankan untuk mengecek ke kelurahan dimana gapura tersebut dipasang. “Pemko tidak ada memasang,” tulisnya dalam pesan singkat. (gmp/ema)

BANJARMASIN – Tagline yang disematkan di sejumlah gapura membuat Bawaslu Kota Banjarmasin turun tangan. Mereka mulai menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani membenarkan telah mendapat informasi adanya tagline yang mirip dengan milik salah satu paslon. “Belum ada laporan, kita baru dapat informasi saja, ini sedang ditelusuri,” ujarnya, Selasa (7/10) pagi.

Subhani belum bisa membeberkan lebih jelas, apakah tagline yang tertera di sejumlah gapura merupakan pelanggaran atau tidak, karena ia belum melihat langsung. “Kami sedang melakukan penelusuran di lapangan,” jelasnya.

Foto: Sebelum tagline diganti (atas) dan sesudah tagline diganti (bawah)

Pantauan koran ini di lapangan, dari tiga gapura yang ada tagline tersebut, dua di antaranya, di kawasan objek wisata Kubah Habib Basirih dan Pulau Bromo sudah dihapus. Sedangkan gapura di Kampung Ketupat Sungai Baru terlihat masih ada.

Informasi yang diperoleh di lapangan, gapura tersebut ada kaitannya dengan program CSR PDAM Bandarmasih.

Humas PDAM Bandarmasih Wahid dikonfirmasi Radar Banjarmasin menyatakan sudah mendengar kegaduhan itu. Ia meluruskan, bantuan tersebut adalah bentuk dukungan perusda terhadap pariwisata di Banjarmasin. Dana yang diserahkan berasal dari CSR perusahaan. Itupun jauh sebelum mantan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mencalonkan diri dan ditetapkan sebagai pasangan calon. “Mau bantu malah jadi seperti ini ceritanya,” ucapnya menyayangkan.

Wahid mengatakan sudah menghubungi event organizer (EO) yang membuat gapura, supaya menghapus tulisan tagline tersebut. “Kita sudah ngomong sama EO, agar tulisan itu dilepas. Hari ini (kemarin.Red) juga,” ucapnya.

Ketua Tim Pemenangan Ibnu Sina-Arifin Noor, Bambang Yanto Permono juga sudah mendapat informasi tersebut. Menurutnya tagline itu meski ada tulisan yang mirip, tapi jika diteliti lebih detail, ada sejumlah perbedaan. Terutama pada bagian logo, serta waktu pemasangan.

“Gapura itu dipasang sebelum paslon kami mencalonkan diri dan ditetapkan sebagai paslon. Lagi pula yang memasang bukan dari tim pemenangan,” kata Bambang.

Kejadian seperti ini disaat Pilkada merupakan hal yang wajar. Tapi Bambang tetap berpikir positif dan tak ingin menduga-duga. “Kalau mau ditelisik, ya silakan, karena waktu pemasangannya juga beda,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani yang dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, mengatakan bukan pihaknya yang memasang gapura. Ia menyarankan untuk mengecek ke kelurahan dimana gapura tersebut dipasang. “Pemko tidak ada memasang,” tulisnya dalam pesan singkat. (gmp/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/