alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Sukamta jadi Dosen Dadakan di Kampus UMB

PELAIHARI – Saat ini semua kepala daerah tengah memikirkan perihal penanganan Covid-19 dan kebijakan-kebijakan terkait pengendalian ekonomi di masa pandemi. Hal itu diutarakan Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Selasa (6/10).

Sebut Sukamta, jika Covid-19 datang, maka ada tiga persoalan utama yang dihadapi kepala daerah, yakni penanganan Covid-19, penanganan ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial. Namun demikian, secara keseluruhan, Kabupaten Tala telah maksimal dalam penanganan Covid-19.

“Covid-19 lahan suburnya adalah dimana orang banyak berkumpul, padahal perekonomian bergerak di tempat-tempat keramaian seperti pasar, mal, kafe dan warung,” tuturnya.

Sejak ditetapkannya status tanggap darurat, Pemkab Tala bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah melaksanakan rapid test massal. Sehingga pada bulan Mei ada lebih dari 200 orang yang dikarantina.

“Untuk tempat karantina, alhamdulillah kami punya eks RS Boedjasin yang berkapasitas sekitar 200 orang, kemudian di asrama diklat sekitar 40 orang, kami juga menyewa tiga hotel dan kami menyiapkan RS Hadji Boedjasin yang baru,” jelas Kamta.

Upaya tersebut terbilang berhasil, sebab pada bulan Agustus terjadi penurunan kasus Covid-19 sampai dengan akhir September, bahkan di awal Oktober fasilitas karantina dan rumah sakit sempat kosong. Apalagi tingkat kesembuhan Covid-19 di Tala juga tinggi yakni sekitar 93 persen dengan angka kematian 2,5 persen.

Hal itu juga didukung dengan Peraturan Bupati Nomor 99 Tahun 2020 tentang disiplin protokol kesehatan. Sebab yang terpenting bagi Sukamta cara memberikan kesadaran serta edukasi dan pendekatan kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.

“Mereka yang terjaring operasi, maka akan kita catat NIK nya, jika melanggar kembali kita berikan surat teguran, dan masih membandel minta beli lima masker hingga 10 masker, jika terjaring lagi maka akan kita suruh menanam pohon,” tutupnya. (ard/ram/ema)

PELAIHARI – Saat ini semua kepala daerah tengah memikirkan perihal penanganan Covid-19 dan kebijakan-kebijakan terkait pengendalian ekonomi di masa pandemi. Hal itu diutarakan Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Selasa (6/10).

Sebut Sukamta, jika Covid-19 datang, maka ada tiga persoalan utama yang dihadapi kepala daerah, yakni penanganan Covid-19, penanganan ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial. Namun demikian, secara keseluruhan, Kabupaten Tala telah maksimal dalam penanganan Covid-19.

“Covid-19 lahan suburnya adalah dimana orang banyak berkumpul, padahal perekonomian bergerak di tempat-tempat keramaian seperti pasar, mal, kafe dan warung,” tuturnya.

Sejak ditetapkannya status tanggap darurat, Pemkab Tala bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah melaksanakan rapid test massal. Sehingga pada bulan Mei ada lebih dari 200 orang yang dikarantina.

“Untuk tempat karantina, alhamdulillah kami punya eks RS Boedjasin yang berkapasitas sekitar 200 orang, kemudian di asrama diklat sekitar 40 orang, kami juga menyewa tiga hotel dan kami menyiapkan RS Hadji Boedjasin yang baru,” jelas Kamta.

Upaya tersebut terbilang berhasil, sebab pada bulan Agustus terjadi penurunan kasus Covid-19 sampai dengan akhir September, bahkan di awal Oktober fasilitas karantina dan rumah sakit sempat kosong. Apalagi tingkat kesembuhan Covid-19 di Tala juga tinggi yakni sekitar 93 persen dengan angka kematian 2,5 persen.

Hal itu juga didukung dengan Peraturan Bupati Nomor 99 Tahun 2020 tentang disiplin protokol kesehatan. Sebab yang terpenting bagi Sukamta cara memberikan kesadaran serta edukasi dan pendekatan kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.

“Mereka yang terjaring operasi, maka akan kita catat NIK nya, jika melanggar kembali kita berikan surat teguran, dan masih membandel minta beli lima masker hingga 10 masker, jika terjaring lagi maka akan kita suruh menanam pohon,” tutupnya. (ard/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/