alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Tarif Swab Bakal Diseragamkan, Paling Mahal Rp900 Ribu

BANJARMASIN – Kementerian Kesehatan RI belum lama ini menerbitkan surat edaran tentang batasan biaya swab test. Tarif tertinggi sebesar Rp900 ribu.

Batasan tarif itu hanya berlaku untuk swab test atas permintaan sendiri atau secara mandiri. Tidak berlaku untuk penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan dari pemerintah. Atau merupakan bagian dari penjaminan biaya pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahuinya kabar itu. Meskipun surat edaran secara resmi belum diterima oleh pihaknya. “Tindak lanjutnya nanti kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi ke semua fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan swab test. Supaya bisa dijadikan rujukan atau kebijakan di Kota Banjarmasin,” ucapnya, kemarin (6/10).

Menurut Machli, pihaknya akan menghitung tarif atau biaya sekali pemeriksaan swab. Mengingat tarif pemeriksaan juga bergantung dengan jumlah sampel yang dapat diperiksa. “Angka biaya Rp900 ribu itu bisa diperoleh apabila pemeriksaan di atas 96 sampel dalam sekali jalan. Kan alat RT-PCR ada yang mampu sekali jalan memeriksa 96, atau 42,” jelasnya.

Machli juga menjelaskan bahwa reagen untuk menguji sampel ketika sudah dibuka hanya bisa sekali pakai. Artinya, ketika yang diperiksa hanya satu sampel tentu bakal mubazir. Itulah yang bisa membuat biaya swab menjadi mahal. “Di Banjarmasin saat ini tarifnya bervariasi. Ada yang Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan ada yang Rp2,5 juta di awal-awal kasus untuk sekali tes swab,” ungkapnya.

Machli mengaku terbantu dengan adanya penyeragaman tarif. Ia berharap semua fasilitas pelayanan kesehatan di Banjarmasin bisa menyesuaikan dengan surat edaran Menteri Kesehatan itu. “Kami berencana menyosialisasikannya ke dalam bentuk surat edaran sebagai tindak lanjutnya. Dalam waktu dekat ini,” tuntasnya.(war/dye/ema)

BANJARMASIN – Kementerian Kesehatan RI belum lama ini menerbitkan surat edaran tentang batasan biaya swab test. Tarif tertinggi sebesar Rp900 ribu.

Batasan tarif itu hanya berlaku untuk swab test atas permintaan sendiri atau secara mandiri. Tidak berlaku untuk penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan dari pemerintah. Atau merupakan bagian dari penjaminan biaya pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahuinya kabar itu. Meskipun surat edaran secara resmi belum diterima oleh pihaknya. “Tindak lanjutnya nanti kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi ke semua fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan swab test. Supaya bisa dijadikan rujukan atau kebijakan di Kota Banjarmasin,” ucapnya, kemarin (6/10).

Menurut Machli, pihaknya akan menghitung tarif atau biaya sekali pemeriksaan swab. Mengingat tarif pemeriksaan juga bergantung dengan jumlah sampel yang dapat diperiksa. “Angka biaya Rp900 ribu itu bisa diperoleh apabila pemeriksaan di atas 96 sampel dalam sekali jalan. Kan alat RT-PCR ada yang mampu sekali jalan memeriksa 96, atau 42,” jelasnya.

Machli juga menjelaskan bahwa reagen untuk menguji sampel ketika sudah dibuka hanya bisa sekali pakai. Artinya, ketika yang diperiksa hanya satu sampel tentu bakal mubazir. Itulah yang bisa membuat biaya swab menjadi mahal. “Di Banjarmasin saat ini tarifnya bervariasi. Ada yang Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan ada yang Rp2,5 juta di awal-awal kasus untuk sekali tes swab,” ungkapnya.

Machli mengaku terbantu dengan adanya penyeragaman tarif. Ia berharap semua fasilitas pelayanan kesehatan di Banjarmasin bisa menyesuaikan dengan surat edaran Menteri Kesehatan itu. “Kami berencana menyosialisasikannya ke dalam bentuk surat edaran sebagai tindak lanjutnya. Dalam waktu dekat ini,” tuntasnya.(war/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/