alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Kotabaru Mulai Memanas

KOTABARU – Suhu politik Pilkada Kotabaru 2020 rupanya mulai meningkat. Kasak-kusuk adanya pelanggaran mulai digulirkan. Tim pemenangan Burhanudin – Bahrudin saat ini sedang menyusun mekanisme laporan ke Bawaslu setempat.

“Kami akan kaji adanya dugaan pelanggaran ini,” kata ketua tim relawan pasangan Burhanudin – Bahrudin, Syahrani, Selasa (6/10) siang kemarin.

Ia mengungkapkan, tim mereka akan rapat untuk menyusun mekanisme laporan. Terkait potensi pelanggaran pilkada yang baru saja terjadi. Mereka mengaku mendapatkan barang bukti pembagian bantuan kepada warga yang terkena musibah.

Juru bicara pasangan Sayed Jafar-Andi Rudi Latif (SJA), Awaludin saat dikonfirmasi merasa dugaan itu diarahkan kepada pihaknya. Saat itu, SJA kebetulan berkunjung ke Desa Tarjun, untuk menengok dan membantu warga yang rumahnya terbakar.

SJA, kata Awal, memberikan bantuan dari dana pribadi sebesar Rp20 juta. Namun, saat bersamaan, di sana ada agenda Dinas Sosial Kotabaru yang sedang membagikan beberapa bantuan, seperti sembako.
“Itu kesalahan desa. Bapak (SJA) diminta berfoto. Padahal sudah dibilang, itu (sembako) bukan dari beliau,” beber Awaludin.

Dia memastikan, warga di sana saat itu mengetahui bahwa bantuan SJA hanya uang yang berasal dari kocek pribadinya. Bukan yang berasal dari pemerintah. “Semua tahu kok,” ucapnya.

Awaludin juga mengatakan, mereka tidak memantau khusus tim lawan. Ia berpendapat, jika ada potensi pelanggaran, maka merupakan kewenangan bawaslu untuk menindaknya.

“Pada intinya semua tim paslon mengetahui aturan itu. Jadi kita serahkan sama bawaslu sebagai badan yang dibentuk oleh negara untuk mengawasi perhelatan pilkada ini,” ujarnya.

Sejauh ini tambah Awal, tim dan pasangan mereka sudah melakukan kegiatan sesuai prosedur yang berlaku. “Kita di tim pemenangan selalu taat aturan yang telah ditetapkan. Dan kita selalu berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu agar kita terhindar dari pelanggaran,” tuntasnya.

Ketua Bawaslu Kotabaru Moch Erfan melalui Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Rusdiansyah mengatakan, hingga kemarin belum ada laporan masuk ke mereka. Baik dari tim pasangan atau dari warga.

Bawaslu membuka waktu 24 jam untuk menerima laporan atau aduan. Bahkan sudah pula disediakan layanan pengaduan online. Dapat diakses melalui layanan SIPS. (zal/ema)

KOTABARU – Suhu politik Pilkada Kotabaru 2020 rupanya mulai meningkat. Kasak-kusuk adanya pelanggaran mulai digulirkan. Tim pemenangan Burhanudin – Bahrudin saat ini sedang menyusun mekanisme laporan ke Bawaslu setempat.

“Kami akan kaji adanya dugaan pelanggaran ini,” kata ketua tim relawan pasangan Burhanudin – Bahrudin, Syahrani, Selasa (6/10) siang kemarin.

Ia mengungkapkan, tim mereka akan rapat untuk menyusun mekanisme laporan. Terkait potensi pelanggaran pilkada yang baru saja terjadi. Mereka mengaku mendapatkan barang bukti pembagian bantuan kepada warga yang terkena musibah.

Juru bicara pasangan Sayed Jafar-Andi Rudi Latif (SJA), Awaludin saat dikonfirmasi merasa dugaan itu diarahkan kepada pihaknya. Saat itu, SJA kebetulan berkunjung ke Desa Tarjun, untuk menengok dan membantu warga yang rumahnya terbakar.

SJA, kata Awal, memberikan bantuan dari dana pribadi sebesar Rp20 juta. Namun, saat bersamaan, di sana ada agenda Dinas Sosial Kotabaru yang sedang membagikan beberapa bantuan, seperti sembako.
“Itu kesalahan desa. Bapak (SJA) diminta berfoto. Padahal sudah dibilang, itu (sembako) bukan dari beliau,” beber Awaludin.

Dia memastikan, warga di sana saat itu mengetahui bahwa bantuan SJA hanya uang yang berasal dari kocek pribadinya. Bukan yang berasal dari pemerintah. “Semua tahu kok,” ucapnya.

Awaludin juga mengatakan, mereka tidak memantau khusus tim lawan. Ia berpendapat, jika ada potensi pelanggaran, maka merupakan kewenangan bawaslu untuk menindaknya.

“Pada intinya semua tim paslon mengetahui aturan itu. Jadi kita serahkan sama bawaslu sebagai badan yang dibentuk oleh negara untuk mengawasi perhelatan pilkada ini,” ujarnya.

Sejauh ini tambah Awal, tim dan pasangan mereka sudah melakukan kegiatan sesuai prosedur yang berlaku. “Kita di tim pemenangan selalu taat aturan yang telah ditetapkan. Dan kita selalu berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu agar kita terhindar dari pelanggaran,” tuntasnya.

Ketua Bawaslu Kotabaru Moch Erfan melalui Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Rusdiansyah mengatakan, hingga kemarin belum ada laporan masuk ke mereka. Baik dari tim pasangan atau dari warga.

Bawaslu membuka waktu 24 jam untuk menerima laporan atau aduan. Bahkan sudah pula disediakan layanan pengaduan online. Dapat diakses melalui layanan SIPS. (zal/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/