alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

27 Ribu Nakes Banua Segera Diswab

BANJARBARU – Untuk meminimalisir penularan Covid-19, pemerintah segera menggelar uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri, dan Satpol PP di seluruh Indonesia. Termasuk di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, usai mengikuti sebuah rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, serta Menko Maritim dan Investasi (Marves).

“Tadi digelar rakor rencana uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Satpol PP. Dalam rakor kami menyampaikan kesiapan data yang sudah dimiliki saat ini. Serta, memberikan masukan dan harapan agar uji swab berjalan lancar,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam rakor tersebut mereka menyampaikan di Kalsel ada sekitar 27.000 tenaga kesehatan yang bisa mengikuti tes swab. Baik yang langsung menangani kasus Covid-19, maupun tidak. “Sedangkan untuk data jumlah personel TNI dan polisi di Kalsel, kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel ini mengaku masih menunggu data dari kabupaten/kota. “Sementara yang ada baru data jumlah Satpol PP di lingkup Pemprov Kalsel,” beber Roy.

Sementara itu, dalam rakor yang diikuti sejumlah perwakilan provinsi di Indonesia itu, Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan segera menggelar uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Satpol PP di seluruh Indonesia.

”Saya minta pelaksanaan uji swab harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pengujian harus bisa dibuatkan pedomannya, agar tidak terjadi kebingungan dari tenaga kesehatan di lapangan,” ujarnya.

Luhut juga mengingatkan agar uji swab segera dilaksanakan. Menurutnya, pihak Kemenkes harus segera membuat pedoman praktis dalam pelaksanaanya.

”Buat saja pedomannya untuk swab. Kemudian akan kita cek supaya orang bisa satu pemahaman dalam melaksanakan swab ini. Perlu juga diketahui untuk detail lab pengujiannya itu di mana, kemudian prosedur melakukannya bagaimana. Jangan sampai kita lalai hingga orang meninggal,” lontar Luhut.

Selain membuat pedoman dalam melakukan uji swab, Luhut juga meminta supaya Kemenkes melibatkan asosiasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam membantu melakukan uji swab itu.

”Saya minta nanti asosiasi profesi dilibatkan untuk mengecek program yang kita jalankan dan proses distribusi alat kesehatan itu harus cepat. Tolong beritahu saya apabila ada masalah,” pungkas Luhut. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Untuk meminimalisir penularan Covid-19, pemerintah segera menggelar uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri, dan Satpol PP di seluruh Indonesia. Termasuk di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, usai mengikuti sebuah rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, serta Menko Maritim dan Investasi (Marves).

“Tadi digelar rakor rencana uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Satpol PP. Dalam rakor kami menyampaikan kesiapan data yang sudah dimiliki saat ini. Serta, memberikan masukan dan harapan agar uji swab berjalan lancar,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam rakor tersebut mereka menyampaikan di Kalsel ada sekitar 27.000 tenaga kesehatan yang bisa mengikuti tes swab. Baik yang langsung menangani kasus Covid-19, maupun tidak. “Sedangkan untuk data jumlah personel TNI dan polisi di Kalsel, kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel ini mengaku masih menunggu data dari kabupaten/kota. “Sementara yang ada baru data jumlah Satpol PP di lingkup Pemprov Kalsel,” beber Roy.

Sementara itu, dalam rakor yang diikuti sejumlah perwakilan provinsi di Indonesia itu, Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan segera menggelar uji swab bagi seluruh tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Satpol PP di seluruh Indonesia.

”Saya minta pelaksanaan uji swab harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pengujian harus bisa dibuatkan pedomannya, agar tidak terjadi kebingungan dari tenaga kesehatan di lapangan,” ujarnya.

Luhut juga mengingatkan agar uji swab segera dilaksanakan. Menurutnya, pihak Kemenkes harus segera membuat pedoman praktis dalam pelaksanaanya.

”Buat saja pedomannya untuk swab. Kemudian akan kita cek supaya orang bisa satu pemahaman dalam melaksanakan swab ini. Perlu juga diketahui untuk detail lab pengujiannya itu di mana, kemudian prosedur melakukannya bagaimana. Jangan sampai kita lalai hingga orang meninggal,” lontar Luhut.

Selain membuat pedoman dalam melakukan uji swab, Luhut juga meminta supaya Kemenkes melibatkan asosiasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam membantu melakukan uji swab itu.

”Saya minta nanti asosiasi profesi dilibatkan untuk mengecek program yang kita jalankan dan proses distribusi alat kesehatan itu harus cepat. Tolong beritahu saya apabila ada masalah,” pungkas Luhut. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/