alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Izin Bioskop Masih Samar, XXI Sudah Uji Coba Operasional di Tengah Pandemi; Dandim Menyayangkan

Bioskop XXI di Duta Mall memulai uji coba pembukaan studio, kemarin (2/10). Padahal, belum pasti apakah akan mengantongi izin atau tidak dari Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin.

BANJARMASIN – Manajer Operasional Duta Mall, Yenny Purnawati mengaku sudah menyampaikan soal uji coba operasional bioskop kepada ketua gugas. Yakni Plt Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. “Baru uji coba. Sudah dikomunikasikan sama pak wali kota,” ujarnya.

Dia menjamin, manajemen XXI akan membuat beberapa pembatasan. Dari jam penayangan film, jumlah studio yang dibuka, hingga kapasitas penonton.

“Dipersingkat, hanya empat kali penayangan. Dari total sepuluh studio, hanya lima dulu yang coba dibuka. Kapasitas penonton tiap studio pun hanya 50 persen,” ulasnya.

Yenny menekankan, bakal ada evaluasi dari hasil uji coba ini. Kalau ternyata tidak menguntungkan, bisa saja bioskop kembali ditutup.

“Sepekan ini mau dilihat dulu. Kalau ternyata operasionalnya juga tidak dapat menutupi cost-nya, kemungkinan bakal tutup lagi,” tukasnya.

Pada pertengahan bulan lalu, Dinas Kesehatan Banjarmasin mengunjungi bioskop tersebut. Guna melihat seberapa ketat penerapan protokol kesehatan di sini. Hasilnya, diterbitkan rekomendasi. Sekali lagi rekomendasi, bukan izin operasional.

“Sepanjang bisa memenuhi protokol kesehatan, juga mendapat izin dari ketua gugas, saya kira tak masalah untuk dibuka,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin.

Menurutnya, pembukaan tempat hiburan akan membantu pemulihan ekonomi. Plus mengurangi ketegangan masyarakat di tengah cobaan pandemi.

Selain itu, lelaki yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus P2 Covid-19 Kota Banjarmasin menilai, kehadiran tempat hiburan juga berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan membantu pemulihan ekonomi.

“Bagian dari peningkatan daya imun masyarakat. Sisi lain untuk pendapatan asli daerah (PAD). Karena kebijakan pemko tak hanya soal wabah, tapi juga dampak ekonominya,” ujarnya.

Lantas bagaimana jika terjadi pelanggaran protokol? Machli berjanji akan menindak tegas. “Kami akan sidak (inspeksi mendadak). Kalau ketahuan melanggar protokol, rekomendasinya kami cabut,” pungkas Juru Bicara Gugas P2 COVID-19 Banjarmasin itu.

Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, uji coba itu tampak sepi. Tak tampak antrean pembelian tiket. Bahkan, ada satu studio yang cuma diisi dua penonton.

Penerapan protokolnya cukup ketat. Dari pengukuran suhu tubuh pengunjung dan pemberian tanda silang sebagai pembatas jarak antar kursi penonton. 

 

 

Dandim: Lebih Baik Bersabar

KABAR pembukaan bioskop disayangkan Wakil Ketua Tim Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin, Kolonel Czi M Leo Pola Ardiansa S.

Menurut Dandim 1007/Banjarmasin itu, Provinsi Kalsel masih menjadi sorotan pemerintah pusat. Banjarmasin sebagai ibu kota juga belum sepenuhnya keluar dari zona merah.

“Tidak menutup kemungkinan bisa menghambat target pemko. Yang ingin sepenuhnya keluar dari zona merah pada akhir Oktober mendatang,” ujarnya, kemarin (2/10).

Leo menilai, studio bioskop adalah tempat tertutup. Sulit mengetahui siapa saja yang masuk. Dia khawatir, ada penonton yang datang dari daerah-daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona.

Dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, Leo juga sudah menyampaikan pandangannya. Singkatnya, ia menolak tegas pemberian izin untuk bioskop.

Seingat Leo, penolakan serupa juga dilontarkan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan. “Saya dan Pak Kapolresta pernah menyampaikan kepada pengelola untuk bersabar. Menunggu sampai situasi memungkinkan,” tambahnya.

Terpenting, Leo menyesalkan jika ada pihak-pihak yang memberikan rekomendasi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kami tak pernah diajak bicara soal rekomendasi itu. Tiba-tiba ada rekomendasi saja. Memang, sebelumnya ada visitasi dari Dinkes ke XXI, tapi cuma untuk melihat sejauh mana penerapan protokol,” tuntasnya. (war/at/fud)

 

Bioskop XXI di Duta Mall memulai uji coba pembukaan studio, kemarin (2/10). Padahal, belum pasti apakah akan mengantongi izin atau tidak dari Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin.

BANJARMASIN – Manajer Operasional Duta Mall, Yenny Purnawati mengaku sudah menyampaikan soal uji coba operasional bioskop kepada ketua gugas. Yakni Plt Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. “Baru uji coba. Sudah dikomunikasikan sama pak wali kota,” ujarnya.

Dia menjamin, manajemen XXI akan membuat beberapa pembatasan. Dari jam penayangan film, jumlah studio yang dibuka, hingga kapasitas penonton.

“Dipersingkat, hanya empat kali penayangan. Dari total sepuluh studio, hanya lima dulu yang coba dibuka. Kapasitas penonton tiap studio pun hanya 50 persen,” ulasnya.

Yenny menekankan, bakal ada evaluasi dari hasil uji coba ini. Kalau ternyata tidak menguntungkan, bisa saja bioskop kembali ditutup.

“Sepekan ini mau dilihat dulu. Kalau ternyata operasionalnya juga tidak dapat menutupi cost-nya, kemungkinan bakal tutup lagi,” tukasnya.

Pada pertengahan bulan lalu, Dinas Kesehatan Banjarmasin mengunjungi bioskop tersebut. Guna melihat seberapa ketat penerapan protokol kesehatan di sini. Hasilnya, diterbitkan rekomendasi. Sekali lagi rekomendasi, bukan izin operasional.

“Sepanjang bisa memenuhi protokol kesehatan, juga mendapat izin dari ketua gugas, saya kira tak masalah untuk dibuka,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin.

Menurutnya, pembukaan tempat hiburan akan membantu pemulihan ekonomi. Plus mengurangi ketegangan masyarakat di tengah cobaan pandemi.

Selain itu, lelaki yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus P2 Covid-19 Kota Banjarmasin menilai, kehadiran tempat hiburan juga berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan membantu pemulihan ekonomi.

“Bagian dari peningkatan daya imun masyarakat. Sisi lain untuk pendapatan asli daerah (PAD). Karena kebijakan pemko tak hanya soal wabah, tapi juga dampak ekonominya,” ujarnya.

Lantas bagaimana jika terjadi pelanggaran protokol? Machli berjanji akan menindak tegas. “Kami akan sidak (inspeksi mendadak). Kalau ketahuan melanggar protokol, rekomendasinya kami cabut,” pungkas Juru Bicara Gugas P2 COVID-19 Banjarmasin itu.

Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, uji coba itu tampak sepi. Tak tampak antrean pembelian tiket. Bahkan, ada satu studio yang cuma diisi dua penonton.

Penerapan protokolnya cukup ketat. Dari pengukuran suhu tubuh pengunjung dan pemberian tanda silang sebagai pembatas jarak antar kursi penonton. 

 

 

Dandim: Lebih Baik Bersabar

KABAR pembukaan bioskop disayangkan Wakil Ketua Tim Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin, Kolonel Czi M Leo Pola Ardiansa S.

Menurut Dandim 1007/Banjarmasin itu, Provinsi Kalsel masih menjadi sorotan pemerintah pusat. Banjarmasin sebagai ibu kota juga belum sepenuhnya keluar dari zona merah.

“Tidak menutup kemungkinan bisa menghambat target pemko. Yang ingin sepenuhnya keluar dari zona merah pada akhir Oktober mendatang,” ujarnya, kemarin (2/10).

Leo menilai, studio bioskop adalah tempat tertutup. Sulit mengetahui siapa saja yang masuk. Dia khawatir, ada penonton yang datang dari daerah-daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona.

Dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, Leo juga sudah menyampaikan pandangannya. Singkatnya, ia menolak tegas pemberian izin untuk bioskop.

Seingat Leo, penolakan serupa juga dilontarkan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan. “Saya dan Pak Kapolresta pernah menyampaikan kepada pengelola untuk bersabar. Menunggu sampai situasi memungkinkan,” tambahnya.

Terpenting, Leo menyesalkan jika ada pihak-pihak yang memberikan rekomendasi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kami tak pernah diajak bicara soal rekomendasi itu. Tiba-tiba ada rekomendasi saja. Memang, sebelumnya ada visitasi dari Dinkes ke XXI, tapi cuma untuk melihat sejauh mana penerapan protokol,” tuntasnya. (war/at/fud)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/