alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Seperti di Film, Begini Kronologi Tongkang Hanyut Hantam Desa di Kecamatan Tamban

MARABAHAN – Insiden mengerikan terjadi di Desa Tinggiran II Kecamatan Tamban, Kamis (1/10). Dua tongkang yang hanyut entah darimana lepas dan menuju permukiman warga.

Warga yang panik pun berlarian menghindari ponton tanpa muatan itu. Kapal lambung datar itu terus bergerak dibawa angin kencang dan menabrak tanpa ampun ke permukiman warga.

Tak ada yang bisa dilakukan untuk menahannya. Beruntung setelah menghantam dua rumah, tongkang itu berhenti. Dua tongkang ini akhirnya berhasil ditarik dengan tiga tugboat yang datang ke lokasi kejadian. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Muhammad Fadillah, warga setempat.

Muhammad Fadilah mengatakan warga sudah panik saat melihat tongkang besar itu bergerak meluncur dari sungai tanpa ada kapal penarik (tugboat). Dia mengatakan satu rumah mengalami rusak paling parah karena tongkang mematahkan tiang pancang rumah di bantaran sungai itu. “Tongkang juga menghantam satu kelotok dan dua speedboat,” ujarnya.

Dia menduga dua tongkang ini hanyut karena tali tambatan yang lepas. “Kemungkinan lepas dari tambat yang berada di Pulau Alalak. Kebetulan saat itu angin kencang,” ceritanya.

Kejadian tongkang menabrak rumah warga pesisir Sungai Barito ini dibenarkan Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif melalui Kasatpol Airud Polres Batola AKP Dading Kalbu Adie. Menurut Dading berdasarkan pengakuan saksi mata, tongkang yang menabrak pemukiman warga ini, dalam keadaan kosong, hanyut dibawa angin dan arus Sungai Barito.

“Tidak lama berselang Tugboat Kalimantan Raya III berusaha menarik gandeng tersebut untuk mengamankannya,” ucapnya seraya mengatakan kapal penarik lain dari TB. ABADI SAKTI II juga menarik tongkang itu di tambatan TJIE HO di Pulau Alalak.

Dading menambahkan, untuk kasus kecelakaan ini, selanjutnya akan ditangani Direktorat Polairud Polda Kalsel. “Kami hanya penanganan awal saja. Selanjutnya akan ditangani Direktorat Polairud Polda Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pemilik rumah serta penangangung jawab tongkang.

” Apakah tongkang dalam posisi di tambatan atau nempel di tugboat, belum sampai informasi ke kami,” jawabnya seraya mengatakan dua tongkang nahas itu milik PT Virgo Samudera Jaya yang berlokasi di Jalan Rantauan Darat.

“Tadi sudah ada respons dari perusahaan bagi satu keluarga yang rumahnya rusak berat. Pihak perusahaan menyediakan tempat sementara. Namun untuk pergantian masih belum bisa ditaksir, direncanakan besok dari pihak perusahaan akan melakukan pendataan bagi para korban untuk mengecek kerugian dan kerusakan milik para korban,” terang Riza. (bar/lan/ran/ema)

MARABAHAN – Insiden mengerikan terjadi di Desa Tinggiran II Kecamatan Tamban, Kamis (1/10). Dua tongkang yang hanyut entah darimana lepas dan menuju permukiman warga.

Warga yang panik pun berlarian menghindari ponton tanpa muatan itu. Kapal lambung datar itu terus bergerak dibawa angin kencang dan menabrak tanpa ampun ke permukiman warga.

Tak ada yang bisa dilakukan untuk menahannya. Beruntung setelah menghantam dua rumah, tongkang itu berhenti. Dua tongkang ini akhirnya berhasil ditarik dengan tiga tugboat yang datang ke lokasi kejadian. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Muhammad Fadillah, warga setempat.

Muhammad Fadilah mengatakan warga sudah panik saat melihat tongkang besar itu bergerak meluncur dari sungai tanpa ada kapal penarik (tugboat). Dia mengatakan satu rumah mengalami rusak paling parah karena tongkang mematahkan tiang pancang rumah di bantaran sungai itu. “Tongkang juga menghantam satu kelotok dan dua speedboat,” ujarnya.

Dia menduga dua tongkang ini hanyut karena tali tambatan yang lepas. “Kemungkinan lepas dari tambat yang berada di Pulau Alalak. Kebetulan saat itu angin kencang,” ceritanya.

Kejadian tongkang menabrak rumah warga pesisir Sungai Barito ini dibenarkan Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif melalui Kasatpol Airud Polres Batola AKP Dading Kalbu Adie. Menurut Dading berdasarkan pengakuan saksi mata, tongkang yang menabrak pemukiman warga ini, dalam keadaan kosong, hanyut dibawa angin dan arus Sungai Barito.

“Tidak lama berselang Tugboat Kalimantan Raya III berusaha menarik gandeng tersebut untuk mengamankannya,” ucapnya seraya mengatakan kapal penarik lain dari TB. ABADI SAKTI II juga menarik tongkang itu di tambatan TJIE HO di Pulau Alalak.

Dading menambahkan, untuk kasus kecelakaan ini, selanjutnya akan ditangani Direktorat Polairud Polda Kalsel. “Kami hanya penanganan awal saja. Selanjutnya akan ditangani Direktorat Polairud Polda Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pemilik rumah serta penangangung jawab tongkang.

” Apakah tongkang dalam posisi di tambatan atau nempel di tugboat, belum sampai informasi ke kami,” jawabnya seraya mengatakan dua tongkang nahas itu milik PT Virgo Samudera Jaya yang berlokasi di Jalan Rantauan Darat.

“Tadi sudah ada respons dari perusahaan bagi satu keluarga yang rumahnya rusak berat. Pihak perusahaan menyediakan tempat sementara. Namun untuk pergantian masih belum bisa ditaksir, direncanakan besok dari pihak perusahaan akan melakukan pendataan bagi para korban untuk mengecek kerugian dan kerusakan milik para korban,” terang Riza. (bar/lan/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/