alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Tetap Perkenankan Masker Skuba; Jangan Dibuang, Dilapisi Saja

TANJUNG – Masker skuba sempat viral lantaran tidak direkomendasikan untuk pencegahan penularan Covid-19. Namun, tetap diperkenankan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabalong untuk digunakan.

Juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Tabalong, H Taufiqurrahman Hamdie menjelaskan masker kain melar itu memang akan melebarkan pori-porinya saat digunakan. Tidak menghalangi penyebaran virus. Bukan berarti menggunakannya tidak diperkenankan. “Silakan pakai skuba, tapi lapisi. Bisa dilapisi tisu, atau masker lagi,” ujarnya, belum lama tadi.

Intinya jangan dibuang masker elastis tersebut. Namun, cukup memodifikasinya agar saat penggunanya batuk atau bersin tidak mengeluarkan virus ke orang lain. “Kalau tidak dilapis, butiran lendir menembus pori-pori kain masker scuba. Itu menjadi serpihan yang lebih halus lagi,” ujarnya.

Semprotan serpihan yang keluar itu tentu lebih memudahkan penularan karena mudah terbawa udara. “Jangan dibuang maskernya. Dilapisi saja cukup,” tambahnya.

Kontroversi masker skuba ternyata tidak berdampak bagi para pedagang yang menjajakannya. Pasalnya, tetap laku dibeli warga.

Salah seorang pedagang di Tanjung, Siti mengatakan tidak ada penurunan omzet. “Seperti biasa, laku saja saya jual,” katanya.

Siti mengakui tidak mengetahui kontroversi masker scuba. Jadi, tetap menjualnya. “Saya enggak tahu kalau ada kabarnya. Tapi, enggak apa-apa, saya jualan tetap,” ujarnya.

Masker yang didagangkannya beraneka jenis dan rupa. Mulai dari untuk anak-anak sampai orang dewasa.(ibn/dye/ema)

TANJUNG – Masker skuba sempat viral lantaran tidak direkomendasikan untuk pencegahan penularan Covid-19. Namun, tetap diperkenankan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabalong untuk digunakan.

Juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Tabalong, H Taufiqurrahman Hamdie menjelaskan masker kain melar itu memang akan melebarkan pori-porinya saat digunakan. Tidak menghalangi penyebaran virus. Bukan berarti menggunakannya tidak diperkenankan. “Silakan pakai skuba, tapi lapisi. Bisa dilapisi tisu, atau masker lagi,” ujarnya, belum lama tadi.

Intinya jangan dibuang masker elastis tersebut. Namun, cukup memodifikasinya agar saat penggunanya batuk atau bersin tidak mengeluarkan virus ke orang lain. “Kalau tidak dilapis, butiran lendir menembus pori-pori kain masker scuba. Itu menjadi serpihan yang lebih halus lagi,” ujarnya.

Semprotan serpihan yang keluar itu tentu lebih memudahkan penularan karena mudah terbawa udara. “Jangan dibuang maskernya. Dilapisi saja cukup,” tambahnya.

Kontroversi masker skuba ternyata tidak berdampak bagi para pedagang yang menjajakannya. Pasalnya, tetap laku dibeli warga.

Salah seorang pedagang di Tanjung, Siti mengatakan tidak ada penurunan omzet. “Seperti biasa, laku saja saya jual,” katanya.

Siti mengakui tidak mengetahui kontroversi masker scuba. Jadi, tetap menjualnya. “Saya enggak tahu kalau ada kabarnya. Tapi, enggak apa-apa, saya jualan tetap,” ujarnya.

Masker yang didagangkannya beraneka jenis dan rupa. Mulai dari untuk anak-anak sampai orang dewasa.(ibn/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/