alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Palangka Raya Kaji Banding ke Tala

PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala) merupakan salah satu kabupaten yang mandiri dalam penanggulangan kemiskinan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Kaji Banding Penanggulangan Kemiskinan di Tanah Laut (Tala). Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mustikah di Aula Pencerahan Bappeda Tala, Senin (28/9).

Selain itu  Umi juga mengungkapkan keberhasilan Kabupaten Tala dalam mengelola perekonomian daerah baik melalui sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan sektor lainnya. Dirinya mengatakan kondisi tanah di daerahnya tidak mendukung untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, sehingga hanya sektor pariwisata salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan. “Kami juga ingin mengetahui upaya Pemkab Tala mempertahankan ekonomi rakyat di masa pandemi ini” ucap Umi.

Menanggapi hal tersebut Bupati Tala HM Sukamta mengatakan, bahwa menurunkan angka kemiskinan merupakan kewajiban pemerintah sesuai dengan amanat UUD 1945.

Bupati menyampaikan, angka kemiskinan di Tala selama tiga tahun terakhir memang agak turun naik secara presentase. Pada tahun 2017 angka kemiskinan di Tala sebanyak 4,37 persen tahun 2018 4,54 persen  dan tahun 2019 4,55 persen. Hal ini bukan menandakan kegagalan pemerintah, namun dikarenakan standar pengeluaran per bulan kategori miskin mengalami kenaikan dimana pada tahun 2017 Rp 452.152, tahun 2018 Rp 447.000 dan tahun 2019 Rp480.010. Sebagai gambaran masyarakat yang pada tahun 2018 dengan pengeluaran Rp 450 ribu per bulan tidak termasuk katagori miskin, karena standart pengeluaran per bulan kategori miskin Rp 447 ribu, namun di tahun 2019 pengeluarannya naik menjadi Rp 475 ribu, namun termasuk kategori miskin, karena standar pengeluaran per bulan kategori miskin naik menjadi Rp 480 ribu.

Sukamta juga memaparkan, langkah strategis Pemerintah Tala di masa Pandemi Covid-19 dalam sektor perekonomian rakyat diantaranya menjamin ketersediaan pangan selama masa pandemi dengan menyiapkan cadangan pangan daerah, melaksanakan operasi pasar murah dan penyaluran gas LPG 3 kilogram bagi masyarakat, melaksanakan program pinjaman tanpa agunan (Gapura Karomah) dan bunga Nol Persen serta memberikan relaksasi angsuran selama enam bulan sampai dengan satu tahun. 

Selain itu Pemkab Tala juga melaksanakan gerakan membeli produk peternakan lokal, penyaluran BLT yang bersumber dari dana APBN dan APBD dan kegiatan padat karya pembangunan swakelola di setiap desa serta langkah langkah strategis lainnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Sukamta juga menyampaikan progres percepatan penanganan Covid-19 di Tala melalui berbagai upaya diantaranya rapid test massal, swab massif, menyediakan fasilitas pelayanan khusus dimana kerja keras ini membuahkan hasil angka kesembuhan di Tala saat ini telah mencapai  93 persen dan Tala kini telah menjadi zona orange setelah sebelumnya berada pada zona merah. 

Sukamta juga menyampaikan kebijakan pemkab Tala dalam mengelola perekonomian rakyat bagaimana belanja Instansi dapat masuk ke IKM di Tala yaitu melalui sistem aplikasi SOSIaLiTa. Pada sistem ini penyedia adalah dari UKM yang ada di Tanah Laut, sehingga untuk belanja instansi dengan nilai dibawah Rp50 juta dapat memesan langsung kepada UKM di Tala melalui aplikasi SOSIaLiTa ini.  “Saya berharap perputaran uang terjadi di Tala saja, sehingga semua masyarakat Tala dapat merasakan manfaatnya dan meningkat perekonomiannya,” tegasnya.

Turut hadir acara ini Kepala Bappeda Tala Andris Evoni, SSTP, Kepala Dinas Sosial Tala Norhidayat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Pemkot Palangka Raya Harry Maihadi beserta rombongan dan para pejabat Bappeda Tala. (ard/by/ram)

 

PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala) merupakan salah satu kabupaten yang mandiri dalam penanggulangan kemiskinan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Kaji Banding Penanggulangan Kemiskinan di Tanah Laut (Tala). Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mustikah di Aula Pencerahan Bappeda Tala, Senin (28/9).

Selain itu  Umi juga mengungkapkan keberhasilan Kabupaten Tala dalam mengelola perekonomian daerah baik melalui sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan sektor lainnya. Dirinya mengatakan kondisi tanah di daerahnya tidak mendukung untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, sehingga hanya sektor pariwisata salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan. “Kami juga ingin mengetahui upaya Pemkab Tala mempertahankan ekonomi rakyat di masa pandemi ini” ucap Umi.

Menanggapi hal tersebut Bupati Tala HM Sukamta mengatakan, bahwa menurunkan angka kemiskinan merupakan kewajiban pemerintah sesuai dengan amanat UUD 1945.

Bupati menyampaikan, angka kemiskinan di Tala selama tiga tahun terakhir memang agak turun naik secara presentase. Pada tahun 2017 angka kemiskinan di Tala sebanyak 4,37 persen tahun 2018 4,54 persen  dan tahun 2019 4,55 persen. Hal ini bukan menandakan kegagalan pemerintah, namun dikarenakan standar pengeluaran per bulan kategori miskin mengalami kenaikan dimana pada tahun 2017 Rp 452.152, tahun 2018 Rp 447.000 dan tahun 2019 Rp480.010. Sebagai gambaran masyarakat yang pada tahun 2018 dengan pengeluaran Rp 450 ribu per bulan tidak termasuk katagori miskin, karena standart pengeluaran per bulan kategori miskin Rp 447 ribu, namun di tahun 2019 pengeluarannya naik menjadi Rp 475 ribu, namun termasuk kategori miskin, karena standar pengeluaran per bulan kategori miskin naik menjadi Rp 480 ribu.

Sukamta juga memaparkan, langkah strategis Pemerintah Tala di masa Pandemi Covid-19 dalam sektor perekonomian rakyat diantaranya menjamin ketersediaan pangan selama masa pandemi dengan menyiapkan cadangan pangan daerah, melaksanakan operasi pasar murah dan penyaluran gas LPG 3 kilogram bagi masyarakat, melaksanakan program pinjaman tanpa agunan (Gapura Karomah) dan bunga Nol Persen serta memberikan relaksasi angsuran selama enam bulan sampai dengan satu tahun. 

Selain itu Pemkab Tala juga melaksanakan gerakan membeli produk peternakan lokal, penyaluran BLT yang bersumber dari dana APBN dan APBD dan kegiatan padat karya pembangunan swakelola di setiap desa serta langkah langkah strategis lainnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Sukamta juga menyampaikan progres percepatan penanganan Covid-19 di Tala melalui berbagai upaya diantaranya rapid test massal, swab massif, menyediakan fasilitas pelayanan khusus dimana kerja keras ini membuahkan hasil angka kesembuhan di Tala saat ini telah mencapai  93 persen dan Tala kini telah menjadi zona orange setelah sebelumnya berada pada zona merah. 

Sukamta juga menyampaikan kebijakan pemkab Tala dalam mengelola perekonomian rakyat bagaimana belanja Instansi dapat masuk ke IKM di Tala yaitu melalui sistem aplikasi SOSIaLiTa. Pada sistem ini penyedia adalah dari UKM yang ada di Tanah Laut, sehingga untuk belanja instansi dengan nilai dibawah Rp50 juta dapat memesan langsung kepada UKM di Tala melalui aplikasi SOSIaLiTa ini.  “Saya berharap perputaran uang terjadi di Tala saja, sehingga semua masyarakat Tala dapat merasakan manfaatnya dan meningkat perekonomiannya,” tegasnya.

Turut hadir acara ini Kepala Bappeda Tala Andris Evoni, SSTP, Kepala Dinas Sosial Tala Norhidayat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Pemkot Palangka Raya Harry Maihadi beserta rombongan dan para pejabat Bappeda Tala. (ard/by/ram)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/