alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Pembangunan Gedung Bakeuda Diprotes, PUPR: Warga Jangan Lebay

BANJARMASIN – Proyek pembangunan gedung dua Badan Keuangan Daerah Banjarmasin di Kompleks Palm View Residence kembali menuai protes warga. Lagi-lagi karena suara bising proyek yang dikerjakan sampai larut malam.

Adalah Nadia Indriana yang resah oleh kegaduhan itu. Dia menyebut, aktivitas proyek berlangsung bahkan hingga jam 1 malam. “Padahal biasanya sampai jam 11 saja,” ujarnya (26/8).

Padahal, protes sudah disampaikan warga ketika pengerjaan tiang pancang. Yang membuat getaran hebat dan berimbas pada retaknya tembok lima rumah warga.

Favehotel Banjarmasin

Nadia tak masalah dengan proyek itu. Asalkan dikerjakan pada siang hari saja. Kalau ingin lembur, harus diredam. “Kasihan warga yang memiliki anak kecil. Jam istirahat jadi terganggu,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Suyatno mengatakan, proyek pembangunan gedung Bakeuda itu memang sedang dikebut. Pasalnya, kontraktor sedang dikejar tenggat waktu.

Sekarang, kontraktor sedang mengerjakan pengecoran dan pembengkokan besi. Maka Agus berani menjamin, tidak ada kebisingan di sana.

“Orang mencangkul dan menggali lubang, di mana bisingnya? Saya kira masyarakat tidak usah lebay. Kalau kemarin, ya, kan kami sudah meminta maaf,” cetusnya.

Diwartakan sebelumnya, proyek senilai Rp5,5 miliar itu berdampak pada rumah warga. PT Pelita Andika Ambar Lestari sebagai kontraktor kemudian berjanji akan memperbaiki kerusakan tersebut. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Proyek pembangunan gedung dua Badan Keuangan Daerah Banjarmasin di Kompleks Palm View Residence kembali menuai protes warga. Lagi-lagi karena suara bising proyek yang dikerjakan sampai larut malam.

Adalah Nadia Indriana yang resah oleh kegaduhan itu. Dia menyebut, aktivitas proyek berlangsung bahkan hingga jam 1 malam. “Padahal biasanya sampai jam 11 saja,” ujarnya (26/8).

Padahal, protes sudah disampaikan warga ketika pengerjaan tiang pancang. Yang membuat getaran hebat dan berimbas pada retaknya tembok lima rumah warga.

Favehotel Banjarmasin

Nadia tak masalah dengan proyek itu. Asalkan dikerjakan pada siang hari saja. Kalau ingin lembur, harus diredam. “Kasihan warga yang memiliki anak kecil. Jam istirahat jadi terganggu,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Suyatno mengatakan, proyek pembangunan gedung Bakeuda itu memang sedang dikebut. Pasalnya, kontraktor sedang dikejar tenggat waktu.

Sekarang, kontraktor sedang mengerjakan pengecoran dan pembengkokan besi. Maka Agus berani menjamin, tidak ada kebisingan di sana.

“Orang mencangkul dan menggali lubang, di mana bisingnya? Saya kira masyarakat tidak usah lebay. Kalau kemarin, ya, kan kami sudah meminta maaf,” cetusnya.

Diwartakan sebelumnya, proyek senilai Rp5,5 miliar itu berdampak pada rumah warga. PT Pelita Andika Ambar Lestari sebagai kontraktor kemudian berjanji akan memperbaiki kerusakan tersebut. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/