alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

DLH Maksimalkan Pembasahan Gambut

BANJARMASIN – Jelang musim kemarau, Kalsel kembali rawan kebakaran hutan. Oleh karena itu, berbagai tindakan pencegahan harus dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel sebagai salah satu leading sector pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalsel, melakukan program pembasahan lahan gambut.

Dari sekitar seribu lebih titik hotspot, DLH Kalsel membidik kawasan yang berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Yakni, di kawasan Guntung Damar dan Tegal Arum yang sering jadi pemicu Karhutla. “Dua kawasan tersebut terbilang paling rawan terjadi Karhutla. Tahun lalu, Karhutla di Guntung Damar dan Tegal Arum menyebabkan gangguan penerbangan,” ungkap Hanifah Dwi Nirwana, Kepala DLH Kalsel, kala memantau pembasahan di dua kawasan tersebut, Selasa (25/8).

Ditambahkan Hanifah, program pembasahan bahkan sudah dimulai sejak Juli tadi. Yakni, dengan memanfaatkan sumber-sumber air di sekitar lahan gambut. “Kami menyiagakan dua unit pompa apung berkapasitas 3100 liter per menit yang dioperasikan selama enam jam per hari untuk membasahi lahan gambut yang luasannya mencapai lebih dari 2,5 ribu hektar. Walaupun dirasakan masih belum memadai, setidaknya apabila pembasahan lahan dilakukan mulai sekarang, maka akan meminimalisir potensi terjadinya Karhutla di kawasan sekitar Bandara,” sebutnya.

Favehotel Banjarmasin

Tak hanya itu, Hanifah juga menggandeng warga sekitar untuk melakukan pembasahan lahan. “Kami membentuk komunitas OPGRK (Operasi Pembasahan Gambut Rawan Kekeringan) Kalsel. Selain membantu operasional pembasahan lahan gambut, mereka juga bertugas membangun kesadaran dan mengedukasi warga supaya jangan membakar lahan,” sambungnya.

Di sisi lain, Hanifah berharap ke depan Pemprov Kalsel bisa mendukung penambahan perlengkapan pembasahan lahan gambut. “Mudah-mudahan, Pemprov Kalsel bisa meningkatkan anggaran untuk pembelian pompa apung dan perlengkapan lainnya. Dengan demikian, program pembasahan lahan gambut di sekitar kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor ini bisa semakin dimaksimalkan,” tandasnya.(oza/ran/ema)

BANJARMASIN – Jelang musim kemarau, Kalsel kembali rawan kebakaran hutan. Oleh karena itu, berbagai tindakan pencegahan harus dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel sebagai salah satu leading sector pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalsel, melakukan program pembasahan lahan gambut.

Dari sekitar seribu lebih titik hotspot, DLH Kalsel membidik kawasan yang berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Yakni, di kawasan Guntung Damar dan Tegal Arum yang sering jadi pemicu Karhutla. “Dua kawasan tersebut terbilang paling rawan terjadi Karhutla. Tahun lalu, Karhutla di Guntung Damar dan Tegal Arum menyebabkan gangguan penerbangan,” ungkap Hanifah Dwi Nirwana, Kepala DLH Kalsel, kala memantau pembasahan di dua kawasan tersebut, Selasa (25/8).

Ditambahkan Hanifah, program pembasahan bahkan sudah dimulai sejak Juli tadi. Yakni, dengan memanfaatkan sumber-sumber air di sekitar lahan gambut. “Kami menyiagakan dua unit pompa apung berkapasitas 3100 liter per menit yang dioperasikan selama enam jam per hari untuk membasahi lahan gambut yang luasannya mencapai lebih dari 2,5 ribu hektar. Walaupun dirasakan masih belum memadai, setidaknya apabila pembasahan lahan dilakukan mulai sekarang, maka akan meminimalisir potensi terjadinya Karhutla di kawasan sekitar Bandara,” sebutnya.

Favehotel Banjarmasin

Tak hanya itu, Hanifah juga menggandeng warga sekitar untuk melakukan pembasahan lahan. “Kami membentuk komunitas OPGRK (Operasi Pembasahan Gambut Rawan Kekeringan) Kalsel. Selain membantu operasional pembasahan lahan gambut, mereka juga bertugas membangun kesadaran dan mengedukasi warga supaya jangan membakar lahan,” sambungnya.

Di sisi lain, Hanifah berharap ke depan Pemprov Kalsel bisa mendukung penambahan perlengkapan pembasahan lahan gambut. “Mudah-mudahan, Pemprov Kalsel bisa meningkatkan anggaran untuk pembelian pompa apung dan perlengkapan lainnya. Dengan demikian, program pembasahan lahan gambut di sekitar kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor ini bisa semakin dimaksimalkan,” tandasnya.(oza/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/