alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Tembok Rumah Sampai Retak, Warga Protes Proyek Gedung Bakeuda

BANJARMASIN – Kusuma gusar melihat dinding beton rumahnya retak. Akibat getaran proyek pemasangan tiang pancang pembangunan gedung Badan Keuangan Daerah Banjarmasin.

Warga Kompleks Palem View Jalan Tembus Pramuka itu menuturkan, retakan semula hanya seperti sebilah rambut. Lambat laun menjalar dan memanjang. Paling parah di bagian loteng.

“Sabtu pekan lalu yang paling terasa getarannya,” kisahnya, kemarin (24/8). Getaran hebat itu terjadi pada malam hari.

Favehotel Banjarmasin

Alhasil, permukiman warga yang berjarak beberapa puluh meter pun merasa terganggu. “Ada yang sampai jam 11 malam masih bekerja. Warga di sini akhirnya memprotes,” tambahnya.

Segelintir warga yang marah kemudian mendatangi lokasi proyek. “Setelah didatangi, akhirnya mereka menghentikan aktivitas malam hari,” lanjutnya.

Pada waktu bersamaan, kemarin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin bersama kontraktor PT Pelita Andika Ambar Lestari mendata satu demi satu rumah warga yang terdampak.

Memastikan kerusakan, apakah betul akibat proyek atau akibat faktor lain. Hasilnya, lima rumah warga dijanjikan bakal mendapat perbaikan.

“Pasti kami perbaiki,” kata Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Banjarmasin, Agus Suyatno.

Ditanya kapan rumah warga mulai diperbaiki, ia menegaskan secepatnya. Tanpa harus menunggu proyek rampung.

“Tapi rusaknya kan tidak terlalu parah. Istilahnya retak rambut saja. Bukan kerusakan struktur. Akan segera kami perbaiki. Sementara kami rapat kebih dulu dengan teknisinya,” tambahnya.

“Kalau tukang dan material sudah siap, langsung diperbaiki. Kalau nanti ada dampak lagi, tentu kami akan bertanggung jawab. Tapi sepertinya takkan ada lagi karena pemasangan tiang pancang sudah selesai,” timpal Manajer Teknik PT Pelita Andika Ambar Lestari, Eddy Faisal.

Keduanya juga kompak berkomitmen takkan mengejarkan proyek pada malam hari. Agar tak mengganggu waktu istirahat warga sekitar.

Agus menjelaskan, proyek senilai Rp5,5 miliar itu dikebut sampai malam hari demi mengejar tenggat waktu. Harus rampung pada pertengahan Desember mendatang. “Intinya kami meminta maaf atas gangguan ini,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Kusuma gusar melihat dinding beton rumahnya retak. Akibat getaran proyek pemasangan tiang pancang pembangunan gedung Badan Keuangan Daerah Banjarmasin.

Warga Kompleks Palem View Jalan Tembus Pramuka itu menuturkan, retakan semula hanya seperti sebilah rambut. Lambat laun menjalar dan memanjang. Paling parah di bagian loteng.

“Sabtu pekan lalu yang paling terasa getarannya,” kisahnya, kemarin (24/8). Getaran hebat itu terjadi pada malam hari.

Favehotel Banjarmasin

Alhasil, permukiman warga yang berjarak beberapa puluh meter pun merasa terganggu. “Ada yang sampai jam 11 malam masih bekerja. Warga di sini akhirnya memprotes,” tambahnya.

Segelintir warga yang marah kemudian mendatangi lokasi proyek. “Setelah didatangi, akhirnya mereka menghentikan aktivitas malam hari,” lanjutnya.

Pada waktu bersamaan, kemarin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin bersama kontraktor PT Pelita Andika Ambar Lestari mendata satu demi satu rumah warga yang terdampak.

Memastikan kerusakan, apakah betul akibat proyek atau akibat faktor lain. Hasilnya, lima rumah warga dijanjikan bakal mendapat perbaikan.

“Pasti kami perbaiki,” kata Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Banjarmasin, Agus Suyatno.

Ditanya kapan rumah warga mulai diperbaiki, ia menegaskan secepatnya. Tanpa harus menunggu proyek rampung.

“Tapi rusaknya kan tidak terlalu parah. Istilahnya retak rambut saja. Bukan kerusakan struktur. Akan segera kami perbaiki. Sementara kami rapat kebih dulu dengan teknisinya,” tambahnya.

“Kalau tukang dan material sudah siap, langsung diperbaiki. Kalau nanti ada dampak lagi, tentu kami akan bertanggung jawab. Tapi sepertinya takkan ada lagi karena pemasangan tiang pancang sudah selesai,” timpal Manajer Teknik PT Pelita Andika Ambar Lestari, Eddy Faisal.

Keduanya juga kompak berkomitmen takkan mengejarkan proyek pada malam hari. Agar tak mengganggu waktu istirahat warga sekitar.

Agus menjelaskan, proyek senilai Rp5,5 miliar itu dikebut sampai malam hari demi mengejar tenggat waktu. Harus rampung pada pertengahan Desember mendatang. “Intinya kami meminta maaf atas gangguan ini,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/