alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Dituding Bawaslu Ada 3 Kelurahan Tak Lakukan Coklit, KPU Mengaku Hanya Lupa Pasang Stiker

BANJARMASIN – Tudingan tiga buah Rukun Tetangga (RT) di Banjarmasin yang tak di-coklit (pencocokan dan pemutakhiran data pemilih) oleh Bawaslu dibantah pihak KPU Banjarmasin.

Mereka mengaku punya bukti untuk tahapan tersebut. “Kami tegaskan sudah tercoklit, bahkan kami punya buktinya,” ujar Ketua KPU Banjarmasin, Rahmiati Wahdah.

Pihaknya menyayangkan, informasi tersebut lebih dahulu disampaikan Bawaslu ke media tanpa melakukan klarifikasi dengan KPU. Bawaslu saat itu bahkan meminta KPU melakukan coklit ulang untuk kawasan tiga RT itu.

Favehotel Banjarmasin

Tiga RT tersebut berada di Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah yakni, RT 13, 14 dan 15. Di tiga RT tersebut terdapat sekitar 450 warga di dalamnya yang membentuk satu tempat pemungutan suara (TPS).

Temuan Bawaslu sendiri hanya didasari tak ditemukannya stiker tanda verifikasi coklit. Sedianya, stiker tersebut sebagai bukti bahwa penghuni di rumah tersebut sudah tercoklit.

Soal ini Rahmi menjelaskan, stiker hanya salah satu instrumen lain dalam pencocokan dan pemutakhiran data pemilih. “Kami meminta data dan buktinya kepada Bawaslu, kalau ada tak tercoklit akan kami masukkan kembali untuk penyusunan daftar pemilih sementara,” tandasnya. 

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kalsel M Yasar mengatakan pihaknya menemukan di tiga RT tersebut tak berstiker tanda sudah dilakukan coklit.

Ditengarai petugas pemutakhitan data pemilih (PPDP) masih ada yang kurang memahami prosedur tahapan coklit ini. Ada petugas pengganti yang malah tak memahami teknis coklit, ini yang kami sayangkan,” ucapnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Tudingan tiga buah Rukun Tetangga (RT) di Banjarmasin yang tak di-coklit (pencocokan dan pemutakhiran data pemilih) oleh Bawaslu dibantah pihak KPU Banjarmasin.

Mereka mengaku punya bukti untuk tahapan tersebut. “Kami tegaskan sudah tercoklit, bahkan kami punya buktinya,” ujar Ketua KPU Banjarmasin, Rahmiati Wahdah.

Pihaknya menyayangkan, informasi tersebut lebih dahulu disampaikan Bawaslu ke media tanpa melakukan klarifikasi dengan KPU. Bawaslu saat itu bahkan meminta KPU melakukan coklit ulang untuk kawasan tiga RT itu.

Favehotel Banjarmasin

Tiga RT tersebut berada di Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah yakni, RT 13, 14 dan 15. Di tiga RT tersebut terdapat sekitar 450 warga di dalamnya yang membentuk satu tempat pemungutan suara (TPS).

Temuan Bawaslu sendiri hanya didasari tak ditemukannya stiker tanda verifikasi coklit. Sedianya, stiker tersebut sebagai bukti bahwa penghuni di rumah tersebut sudah tercoklit.

Soal ini Rahmi menjelaskan, stiker hanya salah satu instrumen lain dalam pencocokan dan pemutakhiran data pemilih. “Kami meminta data dan buktinya kepada Bawaslu, kalau ada tak tercoklit akan kami masukkan kembali untuk penyusunan daftar pemilih sementara,” tandasnya. 

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kalsel M Yasar mengatakan pihaknya menemukan di tiga RT tersebut tak berstiker tanda sudah dilakukan coklit.

Ditengarai petugas pemutakhitan data pemilih (PPDP) masih ada yang kurang memahami prosedur tahapan coklit ini. Ada petugas pengganti yang malah tak memahami teknis coklit, ini yang kami sayangkan,” ucapnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/