alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Susur Sungai Kembali Dibuka, Pengunjung Wajib Satu Rombongan

MARABAHAN – Akhirnya wisata andalan di Marabahan kembali hadir untuk wisatawan. Setelah lama tak beroperasi, wisata kelotok susur sungai resmi kembali diperbolehkan.

Wisata ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan Jembatan Rumpiang saja. Berangkat dari Siring Ulek Marabahan, wisata ini menyuguhkan susur sungai yang berbeda dan khas Batola. Wisatawan disuguhkan pemandangan Masjid Al Anwar, tambak ikan apung, stockpile batu bara, perajin hasil purun, dan sentra kerupuk pipih.

Kelotok wisata juga menyediakan tempat selfi berlatar Masjid Al Anwar, stockpile batu bara, dan Jembatan Rumpiang. Sedangkan untuk tambak ikan apung, perajin hasil purun dan sentra kerupuk pipih, wisatawan diajak langsung menepi ke lokasi. Di lokasi tambak ikan apung, wisatawan diajak memberi makan ikan nila dan patin. Sedangkan untuk sentra kerupuk pipih, wisatawan disuguhkan pembuatan kerupuk. Bahkan bisa membeli kerupuk mentah yang sudah kering.

Favehotel Banjarmasin

Semua destinasi wisata susur sungai ini dibuka kembali sejak 14 Agustus 2020. Hanya saja ada satu perbedaan. Di masa pandemi ini, wisata kelotok susur sungai menerapkan protokol kesehatan. Semua wisatawan yang ingin menikmati wisata ini harus mengenakan masker. Wajib mencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain itu, wisata ini hanya bisa dinikmati dengan sistem carteran (pesanan). Hanya menerima satu rombongan untuk sekali berangkat. Tidak ada wisatawan yang berbeda rombongan saat menikmati susur sungai. “Hal ini kami lakukan untuk kenyamanan wisatawan. Di saat susur sungai bersama keluarga atau orang dekat, wisatawan tidak akan takut terpapar Covid-19 dari wisatawan lain,” ujar motoris wisata kelotok susur sungai, Suryadi, Jumat (21/08).

Suryadi menambahkan bahwa pihaknya juga membatasi jumlah satu rombongan. Kapal yang biasanya bisa menampung 24 penumpang, hanya dibatasi menjadi 15 penumpang saja. Hal ini tidak terlepas dari penerapan jaga jarak. “Setiap kursi yang ada di kelotok wisata kami beri tanda silang untuk jaga jarak,” ujarnya.

Wisatawan bisa bernyanyi di dalam kelotok wisata, dan dilarang membuang sampah di sungai. “Wisata ini bisa dinikmati dengan biaya Rp250 ribu untuk sekali berangkat,” tambahnya.

Pembukaan kembali wisata kelotok susur sungai ini disampaikan Kepala Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Barito Kuala, Gusti Ruspandi. Menurut Gusti, pembukaan kembali wisata sudah mendapatkan persetujuan Bupati Batola Noormiliyani. “Bupati berpesan, wisata ini harus menerapkan protokol kesehatan dan jumlah penumpang 50 persen dari jumlah penumpang sebelum pandemi,” ungkapnya.

Pasangan suami istri M Hilman dan Kiki dari Banjarbaru merasa senang bisa menikmati wisata susur sungai di Batola. Hilman mengaku sudah lama ingin mencoba wisata ini. Hanya saja gagal karena pandemi Covid-19. “Sejak tahu wisata ini sudah dibuka, saya langsung ke Marabahan membawa istri dan sanak saudara. Paling asyik bisa berfoto dengan pemandangan Jembatan Rumpiang,” ujarnya, sembari mengatakan sebelumnya hanya berfoto dari atas Jembatan Rumpiang saja.(bar/dye/ema)

MARABAHAN – Akhirnya wisata andalan di Marabahan kembali hadir untuk wisatawan. Setelah lama tak beroperasi, wisata kelotok susur sungai resmi kembali diperbolehkan.

Wisata ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan Jembatan Rumpiang saja. Berangkat dari Siring Ulek Marabahan, wisata ini menyuguhkan susur sungai yang berbeda dan khas Batola. Wisatawan disuguhkan pemandangan Masjid Al Anwar, tambak ikan apung, stockpile batu bara, perajin hasil purun, dan sentra kerupuk pipih.

Kelotok wisata juga menyediakan tempat selfi berlatar Masjid Al Anwar, stockpile batu bara, dan Jembatan Rumpiang. Sedangkan untuk tambak ikan apung, perajin hasil purun dan sentra kerupuk pipih, wisatawan diajak langsung menepi ke lokasi. Di lokasi tambak ikan apung, wisatawan diajak memberi makan ikan nila dan patin. Sedangkan untuk sentra kerupuk pipih, wisatawan disuguhkan pembuatan kerupuk. Bahkan bisa membeli kerupuk mentah yang sudah kering.

Favehotel Banjarmasin

Semua destinasi wisata susur sungai ini dibuka kembali sejak 14 Agustus 2020. Hanya saja ada satu perbedaan. Di masa pandemi ini, wisata kelotok susur sungai menerapkan protokol kesehatan. Semua wisatawan yang ingin menikmati wisata ini harus mengenakan masker. Wajib mencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain itu, wisata ini hanya bisa dinikmati dengan sistem carteran (pesanan). Hanya menerima satu rombongan untuk sekali berangkat. Tidak ada wisatawan yang berbeda rombongan saat menikmati susur sungai. “Hal ini kami lakukan untuk kenyamanan wisatawan. Di saat susur sungai bersama keluarga atau orang dekat, wisatawan tidak akan takut terpapar Covid-19 dari wisatawan lain,” ujar motoris wisata kelotok susur sungai, Suryadi, Jumat (21/08).

Suryadi menambahkan bahwa pihaknya juga membatasi jumlah satu rombongan. Kapal yang biasanya bisa menampung 24 penumpang, hanya dibatasi menjadi 15 penumpang saja. Hal ini tidak terlepas dari penerapan jaga jarak. “Setiap kursi yang ada di kelotok wisata kami beri tanda silang untuk jaga jarak,” ujarnya.

Wisatawan bisa bernyanyi di dalam kelotok wisata, dan dilarang membuang sampah di sungai. “Wisata ini bisa dinikmati dengan biaya Rp250 ribu untuk sekali berangkat,” tambahnya.

Pembukaan kembali wisata kelotok susur sungai ini disampaikan Kepala Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Barito Kuala, Gusti Ruspandi. Menurut Gusti, pembukaan kembali wisata sudah mendapatkan persetujuan Bupati Batola Noormiliyani. “Bupati berpesan, wisata ini harus menerapkan protokol kesehatan dan jumlah penumpang 50 persen dari jumlah penumpang sebelum pandemi,” ungkapnya.

Pasangan suami istri M Hilman dan Kiki dari Banjarbaru merasa senang bisa menikmati wisata susur sungai di Batola. Hilman mengaku sudah lama ingin mencoba wisata ini. Hanya saja gagal karena pandemi Covid-19. “Sejak tahu wisata ini sudah dibuka, saya langsung ke Marabahan membawa istri dan sanak saudara. Paling asyik bisa berfoto dengan pemandangan Jembatan Rumpiang,” ujarnya, sembari mengatakan sebelumnya hanya berfoto dari atas Jembatan Rumpiang saja.(bar/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/