alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Pilgub Kalsel Minim Kejutan

BANJARMASIN – Tahapan pendaftaran calon kepala daerah tinggal hitungan pekan. Sementara, beberapa partai politik masih ada yang belum bersikap kemana arah dukungan pada pemilihan gubernur. 

Yang sudah diketahui baru Partai Demokrat dan Gerindra. Dua partai ini sudah menyatakan diri mengusung pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat. Melalui dua partai tersebut, pasangan ini sudah bisa mendaftar ke KPU, pasalnya syarat minimal 20 persen kursi DPRD Kalsel atau 11 kursi sudah terpenuhi: Demokrat memiliki tiga kursi, Gerindra delapan kursi.

Selain Demokrat dan Gerindra, partai lain yang sudah membentuk gerbong koalisi mengusung pasangan calon adalah Partai Golkar, NasDem dan PAN. Tiga partai ini sudah menyatakan akan mengusung Sahbirin Noor berpasangan dengan Muhidin. Gabungan tiga partai ini bahkan sudah melebihi syarat 20 persen kursi DPRD Kalsel.

Favehotel Banjarmasin

Golkar saat ini memiliki 12 kursi di DPRD Kalsel, PAN enam kursi dan NasDem memiliki empat kursi. Gabungan tiga partai ini mengumpulkan sebanyak 22 kursi DPRD Kalsel.

Yang masih ditunggu adalah beberapa Parpol yang memiliki kursi signifikan. Seperti PDI Perjuangan yang memiliki delapan kursi di DPRD Kalsel. Juga PKB yang memiliki lima kursi, PPP tiga kursi dan PKS lima kursi.

Parpol yang terakhir disebut ini diprediksi kuat akan bergabung di gerbong koalisi Golkar, PAN dan NasDem. Terlebih, PKS memberikan kursi mereka di Pilwali Banjarmasin kepada calon dari Golkar.

Begitu juga dengan PKB, partai ini diprediksi bakal bergabung dengan koalisi besar tersebur. Pasalnya, koalisi mereka kabarnya terjalin di Pilwali Banjarbaru dengan bersama-sama mengusung Gusti Iskandar Sukma Alamsyah berpasangan dengan AR Irwansyah.

Yang menarik adalah sikap PPP. Kabarnya partai ini akan tak lagi mengusung Sahbirin Noor seperti pada Pilkada 2015 silam. Alih-alih menunggu SK, PPP bersama Gerindra yang sudah dipastikan tak lagi mengusung petahana, malah membangun koalisi untuk Pilwali Banjabaru.

Dua Parpol ini akan mengusung Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin yang berpasangan dengan Syahriani Syahran yang merupakan Ketua DPC Gerindra Banjarbaru. Ditanya soal arah dukungan di Pilgub Kalsel, Aditya menjawab singkat, bahwa DPP belum mengeluarkan SK. “Sampai hari ini DPP masih belum mengeluarkan SK, kita tunggu saja,” ucapnya.

 

Sementara itu, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah dibuka pada 4-6 September mendatang. Rangkaian berlanjut verifikasi terhadap bakal calon yang mendaftar. Penetapan pasangan calon kepala daerah diumumkan pada 23 September 2020. 

Tiga hari berselang, tahapan Pilkada akan memasuki masa kampanye hingga 5 Desember atau sebanyak 71 hari. KPU sendiri membagi masa kampanye calon kepala daerah ini dengan tiga fase. Fase pertama yakni kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum pemasangan alat peraga dan/atau kegiatan lain. Fase kedua, KPU akan menggelar debat publik/terbuka antarpasangan calon sebagai bagian dari kampanye calon kepala daerah.

Fase pertama dan kedua masa kampanye itu akan digelar pada 26 September hingga 5 Desember 2020. Sementara fase ketiga, KPU akan membuka kampanye calon kepala daerah melalui media massa, cetak, dan elektronik pada 22 November hingga 5 Desember 2020. “Kami berharap tahapan ini tak lagi berubah karena pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPU Kalsel, Sarmuji. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Tahapan pendaftaran calon kepala daerah tinggal hitungan pekan. Sementara, beberapa partai politik masih ada yang belum bersikap kemana arah dukungan pada pemilihan gubernur. 

Yang sudah diketahui baru Partai Demokrat dan Gerindra. Dua partai ini sudah menyatakan diri mengusung pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat. Melalui dua partai tersebut, pasangan ini sudah bisa mendaftar ke KPU, pasalnya syarat minimal 20 persen kursi DPRD Kalsel atau 11 kursi sudah terpenuhi: Demokrat memiliki tiga kursi, Gerindra delapan kursi.

Selain Demokrat dan Gerindra, partai lain yang sudah membentuk gerbong koalisi mengusung pasangan calon adalah Partai Golkar, NasDem dan PAN. Tiga partai ini sudah menyatakan akan mengusung Sahbirin Noor berpasangan dengan Muhidin. Gabungan tiga partai ini bahkan sudah melebihi syarat 20 persen kursi DPRD Kalsel.

Favehotel Banjarmasin

Golkar saat ini memiliki 12 kursi di DPRD Kalsel, PAN enam kursi dan NasDem memiliki empat kursi. Gabungan tiga partai ini mengumpulkan sebanyak 22 kursi DPRD Kalsel.

Yang masih ditunggu adalah beberapa Parpol yang memiliki kursi signifikan. Seperti PDI Perjuangan yang memiliki delapan kursi di DPRD Kalsel. Juga PKB yang memiliki lima kursi, PPP tiga kursi dan PKS lima kursi.

Parpol yang terakhir disebut ini diprediksi kuat akan bergabung di gerbong koalisi Golkar, PAN dan NasDem. Terlebih, PKS memberikan kursi mereka di Pilwali Banjarmasin kepada calon dari Golkar.

Begitu juga dengan PKB, partai ini diprediksi bakal bergabung dengan koalisi besar tersebur. Pasalnya, koalisi mereka kabarnya terjalin di Pilwali Banjarbaru dengan bersama-sama mengusung Gusti Iskandar Sukma Alamsyah berpasangan dengan AR Irwansyah.

Yang menarik adalah sikap PPP. Kabarnya partai ini akan tak lagi mengusung Sahbirin Noor seperti pada Pilkada 2015 silam. Alih-alih menunggu SK, PPP bersama Gerindra yang sudah dipastikan tak lagi mengusung petahana, malah membangun koalisi untuk Pilwali Banjabaru.

Dua Parpol ini akan mengusung Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin yang berpasangan dengan Syahriani Syahran yang merupakan Ketua DPC Gerindra Banjarbaru. Ditanya soal arah dukungan di Pilgub Kalsel, Aditya menjawab singkat, bahwa DPP belum mengeluarkan SK. “Sampai hari ini DPP masih belum mengeluarkan SK, kita tunggu saja,” ucapnya.

 

Sementara itu, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah dibuka pada 4-6 September mendatang. Rangkaian berlanjut verifikasi terhadap bakal calon yang mendaftar. Penetapan pasangan calon kepala daerah diumumkan pada 23 September 2020. 

Tiga hari berselang, tahapan Pilkada akan memasuki masa kampanye hingga 5 Desember atau sebanyak 71 hari. KPU sendiri membagi masa kampanye calon kepala daerah ini dengan tiga fase. Fase pertama yakni kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum pemasangan alat peraga dan/atau kegiatan lain. Fase kedua, KPU akan menggelar debat publik/terbuka antarpasangan calon sebagai bagian dari kampanye calon kepala daerah.

Fase pertama dan kedua masa kampanye itu akan digelar pada 26 September hingga 5 Desember 2020. Sementara fase ketiga, KPU akan membuka kampanye calon kepala daerah melalui media massa, cetak, dan elektronik pada 22 November hingga 5 Desember 2020. “Kami berharap tahapan ini tak lagi berubah karena pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPU Kalsel, Sarmuji. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/