alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Bayar Retribusi Bulanan, Pedagang Pasar Tungging Setuju

BANJARMASIN – Semula retribusi pedagang Pasar Tungging ditarik harian. Kini skemanya diubah Pemko Banjarmasin menjadi retribusi bulanan.

Alasannya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengklaim bahwa setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar di Jalan Belitung Darat itu masih terbilang kecil.

Kepala Bidang Peningkatan Sarana dan Distribusi Pasar Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, dari setoran Rp2 ribu per pedagang, hanya terkumpul Rp500 ribu sehari.

Favehotel Banjarmasin

“Atau sekitar Rp200 juta pertahun dari total sekitar 400 pedagang,” sebut Tezar.

Apalagi, diprediksi bakal turun drastis. Jika pedagang banyak yang menutup kiosnya. Misalkan ketika hujan deras turun atau sedang ada peringatan keagamaan.

“Karena sifatnya harian, jadi jika pedagang libur, maka tidak ada pemasukan,” tambahnya.

Agar tak bikin kaget, sudah berkali-kali pemko menggelar pertemuan dengan pedagang. Mayoritas pedagang telah menyetujui skema tersebut.

Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Tungging, H Abdul Nasir, mengaku sepakat untuk membayar retribusi bulanan. Tapi pedagang meminta timbal balik. Berupa pembangunan gapura pasar dan musala.

Apakah mungkin? Tezar mengaku akan mengupayakan usulan pedagang pada APBD Perubahan 2020.

Tezar yakin, jika rencana skema bulanan terwujud, setoran yang diterima Disperindag bakal naik dua kali lipat. Yakni hampir Rp400 juta pertahun.

Soal cara menghitung retribusi, petugas melihat ukuran dan tipe kios. Sebagai gambaran, Pasar Tungging punya tiga tipe kios. Yakni tipe A untuk bagian depan pasar, tipe B di bagian tengah, dan tipe C di bagian belakang. Ambil contoh pedagang tipe C. Dalam sebulan, ditaksir harus membayar retribusi sebesar Rp100 ribu. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Semula retribusi pedagang Pasar Tungging ditarik harian. Kini skemanya diubah Pemko Banjarmasin menjadi retribusi bulanan.

Alasannya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengklaim bahwa setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar di Jalan Belitung Darat itu masih terbilang kecil.

Kepala Bidang Peningkatan Sarana dan Distribusi Pasar Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, dari setoran Rp2 ribu per pedagang, hanya terkumpul Rp500 ribu sehari.

Favehotel Banjarmasin

“Atau sekitar Rp200 juta pertahun dari total sekitar 400 pedagang,” sebut Tezar.

Apalagi, diprediksi bakal turun drastis. Jika pedagang banyak yang menutup kiosnya. Misalkan ketika hujan deras turun atau sedang ada peringatan keagamaan.

“Karena sifatnya harian, jadi jika pedagang libur, maka tidak ada pemasukan,” tambahnya.

Agar tak bikin kaget, sudah berkali-kali pemko menggelar pertemuan dengan pedagang. Mayoritas pedagang telah menyetujui skema tersebut.

Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Tungging, H Abdul Nasir, mengaku sepakat untuk membayar retribusi bulanan. Tapi pedagang meminta timbal balik. Berupa pembangunan gapura pasar dan musala.

Apakah mungkin? Tezar mengaku akan mengupayakan usulan pedagang pada APBD Perubahan 2020.

Tezar yakin, jika rencana skema bulanan terwujud, setoran yang diterima Disperindag bakal naik dua kali lipat. Yakni hampir Rp400 juta pertahun.

Soal cara menghitung retribusi, petugas melihat ukuran dan tipe kios. Sebagai gambaran, Pasar Tungging punya tiga tipe kios. Yakni tipe A untuk bagian depan pasar, tipe B di bagian tengah, dan tipe C di bagian belakang. Ambil contoh pedagang tipe C. Dalam sebulan, ditaksir harus membayar retribusi sebesar Rp100 ribu. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/