alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Tertinggal Kereta 9 Desember, Hermansyah Menunggu Pilkada 2024

BANJARMASIN – Di tengah keriuhan bursa kandidat Pilkada 2020, sang petahana, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah kembali menegaskan tidak berminat.

Sebelumnya, mantan Anggota DPRD Kalsel itu sudah menyatakan mengurungkan niat untuk maju pada pemilihan kursi Banjarmasin 1 dan 2 pada Desember nanti.

Pertimbangan politikus PDI Perjuangan itu, beban moral karena ibu kota Kalsel ini masih dibayang-bayangi ancaman pandemi. Menurutnya, tak etis membicarakan politik pada masa susah ini.

Favehotel Banjarmasin

Artinya, Herman memilih menjadi penonton. Karena rekannya Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina akan menggandeng Kepala Dinas PU Banjarmasin Arifin Noor.

Kemudian, Ananda berpasangan dengan Mushaffa Zakir. Keduanya sama-sama Anggota DPRD Banjarmasin. Lalu, ada Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie yang maju bersama politikus Gerindra, Ilham Nor.

Oh, jangan lupakan Khairul Saleh dan Habib Aly Alhabsy yang maju dari jalur non partai. Pasangan independen ini masih menjalani tahap verifikasi faktual dukungan.

Herman mengingatkan, hanya tersisa PDIP dan Nasdem yang belum menentukan sikap pada Pilwali. Bila berkoalisi, keduanya hanya mampu mengumpulkan enam kursi. Belum memenuhi minimal dukungan yakni sembilan kursi. Kans sudah tertutup.

Pilihan realistis, kedua partai tersisa ini kemungkinan besar bakal merapat ke salah satu bakal calon. “Lihat saja nanti,” ujarnya di Balai Kota kemarin (18/8).

Pria 54 tahun itu sebenarnya punya modal. Selain menyandang status calon petahana, ia tiga kali terpilih pada Pileg. Bukti bahwa ia punya massa pemilih.

Tapi Herman ngotot tak ikut bertarung. “Bagaimana dengan ASN pemko? Siapa yang bakal mengawasi pekerjaan mereka kalau saya juga maju? Kalau ditangani orang luar, artinya mulai nol lagi,” tambahnya.

Alasan Herman mungkin disangsikan publik. Mengingat sebelum corona mewabah, ia sudah melamar ke sejumlah parpol. Bahkan sampai meminta restu kepada Megawati Soekarnoputri.

Herman kini memilih bersabar. Menunggu peluang untuk maju di Pilkada tahun 2024 mendatang. “Bisa saja maju, bahkan mungkin bukan di Banjarmasin lagi. Tapi yang jelas, saat ini saya ingin fokus pada penanganan pandemi. Mau fokus ke masa sisa jabatan,” tutupnya. (war/fud/ema)

 

BANJARMASIN – Di tengah keriuhan bursa kandidat Pilkada 2020, sang petahana, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah kembali menegaskan tidak berminat.

Sebelumnya, mantan Anggota DPRD Kalsel itu sudah menyatakan mengurungkan niat untuk maju pada pemilihan kursi Banjarmasin 1 dan 2 pada Desember nanti.

Pertimbangan politikus PDI Perjuangan itu, beban moral karena ibu kota Kalsel ini masih dibayang-bayangi ancaman pandemi. Menurutnya, tak etis membicarakan politik pada masa susah ini.

Favehotel Banjarmasin

Artinya, Herman memilih menjadi penonton. Karena rekannya Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina akan menggandeng Kepala Dinas PU Banjarmasin Arifin Noor.

Kemudian, Ananda berpasangan dengan Mushaffa Zakir. Keduanya sama-sama Anggota DPRD Banjarmasin. Lalu, ada Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie yang maju bersama politikus Gerindra, Ilham Nor.

Oh, jangan lupakan Khairul Saleh dan Habib Aly Alhabsy yang maju dari jalur non partai. Pasangan independen ini masih menjalani tahap verifikasi faktual dukungan.

Herman mengingatkan, hanya tersisa PDIP dan Nasdem yang belum menentukan sikap pada Pilwali. Bila berkoalisi, keduanya hanya mampu mengumpulkan enam kursi. Belum memenuhi minimal dukungan yakni sembilan kursi. Kans sudah tertutup.

Pilihan realistis, kedua partai tersisa ini kemungkinan besar bakal merapat ke salah satu bakal calon. “Lihat saja nanti,” ujarnya di Balai Kota kemarin (18/8).

Pria 54 tahun itu sebenarnya punya modal. Selain menyandang status calon petahana, ia tiga kali terpilih pada Pileg. Bukti bahwa ia punya massa pemilih.

Tapi Herman ngotot tak ikut bertarung. “Bagaimana dengan ASN pemko? Siapa yang bakal mengawasi pekerjaan mereka kalau saya juga maju? Kalau ditangani orang luar, artinya mulai nol lagi,” tambahnya.

Alasan Herman mungkin disangsikan publik. Mengingat sebelum corona mewabah, ia sudah melamar ke sejumlah parpol. Bahkan sampai meminta restu kepada Megawati Soekarnoputri.

Herman kini memilih bersabar. Menunggu peluang untuk maju di Pilkada tahun 2024 mendatang. “Bisa saja maju, bahkan mungkin bukan di Banjarmasin lagi. Tapi yang jelas, saat ini saya ingin fokus pada penanganan pandemi. Mau fokus ke masa sisa jabatan,” tutupnya. (war/fud/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/