alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Kasus KTP HST ke Bawaslu Kalsel

BARABAI- Kasus pelaporan pasangan bakal calon perseorangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Tamzil – Mommad Ilham Efendhy bergulir di Bawaslu setempat. Selasa (18/8) kemarin, Sekretaris DPC Nasdem HST, Jaberan dipanggil bawaslu untuk dimintai keterangan.

“Hari ini (kemarin.Red) saya telah memberikan keterangan kepada bawaslu dari laporan yang kami sampaikan tanggal 12 Agustus lalu. Saya menceritakan duduk perkara masalah ini dari awal sampai proses pelaporan,” kata Jaberan kepada Radar Banjarmasin.

Kasus ini, lanjut dia, akan diambil alih Bawaslu Kalsel. Karena kosongnya kursi komisioner Bawaslu HST. Dari tiga komisioner, saat ini hanya ada satu saja. “Satu komisioner meninggal, satunya lagi sakit dan dirawat. Makanya Bawaslu Kalsel langsung turun tangan,” tambahnya.

Favehotel Banjarmasin

Kemudian, lanjut Jaberan, laporannya sudah diterima dan sudah diproses. “Laporan sudah berjalan. Bawaslu Kalsel akan memanggil terlapor,” ungkapnya.

Kordip Penanganan Pelanggaran Pemilu dari Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie menerangkan, kasus ini sedang didalami. Pihaknya akan memanggil saksi-saksi dan terlapor. “Kami akan melakukan pengkajian selama lima hari sampai status laporan itu keluar,” ujarnya.

Setelah status laporan keluar, nanti akan bekerja sama dengan penyidik ataupun kejaksaan. “Kami sudah melakukan pembahasan. Dalam perkara ini ada sampai tiga pembahasan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, kasus yang bergulir di bawaslu ini terkait keberatan Sekretaris DPC Nasdem HST, Jaberan terhadap pasangan independen, Ahmad Tamzil – Mohammad Ilham Efendhy. Keberatan itu karena dirinya tercantum dalam warga yang mendukung pencalonan.

Fakta ini terungkap saat panitia pemungutan suara (PPS) melakukan verifikasi faktual di Desa Kadundung, beberapa waktu lalu. Salah satunya terdapat KTP milik Jaberan. Yang bersangkutan mengklaim tak pernah memberikan dukungan tersebut dan melaporkannya ke Bawaslu HST. (mal/ema)

BARABAI- Kasus pelaporan pasangan bakal calon perseorangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Tamzil – Mommad Ilham Efendhy bergulir di Bawaslu setempat. Selasa (18/8) kemarin, Sekretaris DPC Nasdem HST, Jaberan dipanggil bawaslu untuk dimintai keterangan.

“Hari ini (kemarin.Red) saya telah memberikan keterangan kepada bawaslu dari laporan yang kami sampaikan tanggal 12 Agustus lalu. Saya menceritakan duduk perkara masalah ini dari awal sampai proses pelaporan,” kata Jaberan kepada Radar Banjarmasin.

Kasus ini, lanjut dia, akan diambil alih Bawaslu Kalsel. Karena kosongnya kursi komisioner Bawaslu HST. Dari tiga komisioner, saat ini hanya ada satu saja. “Satu komisioner meninggal, satunya lagi sakit dan dirawat. Makanya Bawaslu Kalsel langsung turun tangan,” tambahnya.

Favehotel Banjarmasin

Kemudian, lanjut Jaberan, laporannya sudah diterima dan sudah diproses. “Laporan sudah berjalan. Bawaslu Kalsel akan memanggil terlapor,” ungkapnya.

Kordip Penanganan Pelanggaran Pemilu dari Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie menerangkan, kasus ini sedang didalami. Pihaknya akan memanggil saksi-saksi dan terlapor. “Kami akan melakukan pengkajian selama lima hari sampai status laporan itu keluar,” ujarnya.

Setelah status laporan keluar, nanti akan bekerja sama dengan penyidik ataupun kejaksaan. “Kami sudah melakukan pembahasan. Dalam perkara ini ada sampai tiga pembahasan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, kasus yang bergulir di bawaslu ini terkait keberatan Sekretaris DPC Nasdem HST, Jaberan terhadap pasangan independen, Ahmad Tamzil – Mohammad Ilham Efendhy. Keberatan itu karena dirinya tercantum dalam warga yang mendukung pencalonan.

Fakta ini terungkap saat panitia pemungutan suara (PPS) melakukan verifikasi faktual di Desa Kadundung, beberapa waktu lalu. Salah satunya terdapat KTP milik Jaberan. Yang bersangkutan mengklaim tak pernah memberikan dukungan tersebut dan melaporkannya ke Bawaslu HST. (mal/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/