alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Jadi Incumbent dan Punya Banyak Terobosan, Tak Cukup Buat Ibnu Sina Yakinkan Partainya Sendiri

Banjarmasin – Menjadi incumbent dan memiliki berbagai teroboson, bukan jaminan Ibnu Sina diusung kembali Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ibnu harus pasrah partainya mengusung kader lain di Pemilhan Wali Kota Banjarmasin tahun ini. 

PKS memilih Mushaffa Zakir, Anggota DPRD Fraksi PKS Banjarmasin untuk diusung sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin. Dia dipasangkan dengan Ananda yang dicalonkan sebagai Wali Kota.

Ibnu sendiri sebelumnya sangat berharap kembali didukung partainya, meski dia mengklaim sudah dapat perahu partai politik, yakni Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Favehotel Banjarmasin

Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Kalimantan, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan, pihaknya mengusung Ananda-Mushaffa bukan tanpa alasan. “Intinya partai mau memberi kesempatan kepada kader lain,” ucap Aboe Bakar usai menyerahkan SK usungan PKS kepada Ananda dan Mushaffa kemarin.

PKS menurutnya mencermati hasil survei di Banjarmasin, sebelum akhirnya memilih Musafa. “Tak sembarangan PKS memilih kandidat. Di PKS sangat detail tahapan pencalonan, termasuk profil para kandidat,” tegasnya.

Disinggung status Ibnu sebagai kader PKS yang mencalonkan diri lewat partai lain, Aboe Bakar menanggapi santai. “Tak ada masalah. Silahkan saja, kami tak berpikir sampai pemecatan,” tuturnya.

Dua kader PKS yang akan maju di Pilawali Banjarmasin kali ini, diprediksi bakal memecah suara partai. Maklum, Ibnu juga memiliki kantong suara sendiri. Sementara, Mushaffa sebagai Anggota DPRD Kalsel juga memiliki konstituen.

_______

Lalu para kader PKS akan memilih siapa?

Disinggung soal ini, Aboe Bakar menegaskan, ketika DPP PKS sudah menetapkan dan memilih, dia yakin pengikut PKS tetap manut dengan partai. “Mesin partai tetap akan jalan. Siapa pun orangnya, di PKS itu tak memandang figur,” tegasnya.

Di sisi lain, Mushaffa yang dipilih partainya untuk berpasangan dengan Ananda mengatakan mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. “Sejak bergabung dengan PKS tahun 2008, Musafa mengaku sudah biasa bekerja di bagian “dapur”. Kali ini, dia dipercaya untuk bekerja di bagian “ruang tamu”,” ucapnya.

Di sisi lain, Ananda tak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah mendapat restu dari PKS. Dia mengaku tak menyangka PKS memberi dukungan kepada dirinya pada Pilwali Banjarmasin tahun ini.

“Saya padahal melamar sebagai calon Wakil Wali Kota Banjarmasin di PKS. Ternyata, seiring waktu, dari hasil survei PKS dan elektabitas serta animo masyarakat, mayoritas menginginkan saya untuk maju mencalon Wali Kota Banjarmasin,” tutur Ananda.

Sebelumnya Ananda bersama Mushaffa sudah mengklaim mendapat dukungan dari PAN. Bahkan, Ananda menyebut, partai Golkar yang merupakan partainya saat ini, dalam waktu dekat akan mengeluarkan SK yang sama mengusung mereka. “Tinggal persoalan administrasi, dalam waktu dekat akan keluar pula SK nya,” terangnya. (mof/ran/ema)

Banjarmasin – Menjadi incumbent dan memiliki berbagai teroboson, bukan jaminan Ibnu Sina diusung kembali Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ibnu harus pasrah partainya mengusung kader lain di Pemilhan Wali Kota Banjarmasin tahun ini. 

PKS memilih Mushaffa Zakir, Anggota DPRD Fraksi PKS Banjarmasin untuk diusung sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin. Dia dipasangkan dengan Ananda yang dicalonkan sebagai Wali Kota.

Ibnu sendiri sebelumnya sangat berharap kembali didukung partainya, meski dia mengklaim sudah dapat perahu partai politik, yakni Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Favehotel Banjarmasin

Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Kalimantan, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan, pihaknya mengusung Ananda-Mushaffa bukan tanpa alasan. “Intinya partai mau memberi kesempatan kepada kader lain,” ucap Aboe Bakar usai menyerahkan SK usungan PKS kepada Ananda dan Mushaffa kemarin.

PKS menurutnya mencermati hasil survei di Banjarmasin, sebelum akhirnya memilih Musafa. “Tak sembarangan PKS memilih kandidat. Di PKS sangat detail tahapan pencalonan, termasuk profil para kandidat,” tegasnya.

Disinggung status Ibnu sebagai kader PKS yang mencalonkan diri lewat partai lain, Aboe Bakar menanggapi santai. “Tak ada masalah. Silahkan saja, kami tak berpikir sampai pemecatan,” tuturnya.

Dua kader PKS yang akan maju di Pilawali Banjarmasin kali ini, diprediksi bakal memecah suara partai. Maklum, Ibnu juga memiliki kantong suara sendiri. Sementara, Mushaffa sebagai Anggota DPRD Kalsel juga memiliki konstituen.

_______

Lalu para kader PKS akan memilih siapa?

Disinggung soal ini, Aboe Bakar menegaskan, ketika DPP PKS sudah menetapkan dan memilih, dia yakin pengikut PKS tetap manut dengan partai. “Mesin partai tetap akan jalan. Siapa pun orangnya, di PKS itu tak memandang figur,” tegasnya.

Di sisi lain, Mushaffa yang dipilih partainya untuk berpasangan dengan Ananda mengatakan mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. “Sejak bergabung dengan PKS tahun 2008, Musafa mengaku sudah biasa bekerja di bagian “dapur”. Kali ini, dia dipercaya untuk bekerja di bagian “ruang tamu”,” ucapnya.

Di sisi lain, Ananda tak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah mendapat restu dari PKS. Dia mengaku tak menyangka PKS memberi dukungan kepada dirinya pada Pilwali Banjarmasin tahun ini.

“Saya padahal melamar sebagai calon Wakil Wali Kota Banjarmasin di PKS. Ternyata, seiring waktu, dari hasil survei PKS dan elektabitas serta animo masyarakat, mayoritas menginginkan saya untuk maju mencalon Wali Kota Banjarmasin,” tutur Ananda.

Sebelumnya Ananda bersama Mushaffa sudah mengklaim mendapat dukungan dari PAN. Bahkan, Ananda menyebut, partai Golkar yang merupakan partainya saat ini, dalam waktu dekat akan mengeluarkan SK yang sama mengusung mereka. “Tinggal persoalan administrasi, dalam waktu dekat akan keluar pula SK nya,” terangnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/