alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Bupati dan Istri Saksikan Pemaparan Doni Monardo

BATULICIN – Bupati Tanbu H Sudian Noor dan Ketua TP-PKK Tanbu Hj Sadariah mendengarkan pemaparan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mayjen TNI Doni Monardo, dalam rapat koordinasi realisasi pencapaian target APBD tahun 2020 dan sosialisasi penggunaan masker untuk perubahan  adaptasi baru di tengah pandemi Covid-19 melalui video conference bersama gubernur dan bupati/walikota se- Indonesia, Senin (10/8).

Doni mengatakan untuk penanganan Covid-19 yang terarah itu sejatinya mencoba memilih orang-orang yang dapat dipatuhi oleh masyarakat.

“Namun carilah orang-orang yang secara non formal mampu memberikan pengaruh yang luar biasa  bagi masyarakat, seperti tokoh setempat,” jelasnya.

Favehotel Banjarmasin

Ditegaskannya, Covid-19 bukanlah rekayasa ataupun sebuah konspirasi, dimana Covid-19 diibaratkan malaikat pencabut nyawa karena korban telah mencapai lebih dari 700 ribu orang akibat penularan virus tersebut.

“Kita belum tahu kapan akan berakhir. Saat ini kita masih berusaha untuk mendapatkan vaksin, namun untuk sementara tugas kita adalah berupaya melindungi kelompok yang rentan,” paparnya.

Pertama adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun. “Kenapa demikian, karena 85 persen angka kematian adalah mereka yang berusia di atas umur itu dan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma,  kanker dan ginjal,” jelasnya.

Dijelaskannya, apabila mampu melindungi kelompok rentan ini maka paling tidak bisa memberikan perlindungan 85 persen bagi masyarakat, termasuk juga upaya yang lebih serius yang harus diberikan kepala Dinas Kesehatan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk mampu memberikan perlindungan kepada para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

“Tidak sedikit dokter dan tenaga kesehatan yang dianggap pahlawan kemanusiaan namun wafat saat bertugas,” tegasnya. 

Dia berharap kepada pimpinan di daerah agar bisa menyusun SOP  tentang perlindungan agar dokter dan tenaga kesehatan bisa terselamatkan dalam menjalankan tugas.  “Para dokter harus dijadikan sebagai benteng pertahanan terakhir di negara kita di bidang kesehatan. Sedangkan ujung tombak dalam upaya penanganan ini adalah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tanbu H Sudian Noor mengajak ASN di jajarannya serta masyarakat agar memperhatikan kondisi ruangan rumah ataupun ruang kerja. Dia berharap, setiap ruangan harus ada jeda yang harus dibuka demi mengatur sirkulasi udara dalam ruangan. 

“Tidak menutup kemungkinan di ruang ber-AC tertutup akan berpotensi penyebaran virus ini, karena beberapa kasus yang terjadi dalam satu kantor, justru orang yang banyak dalam ruangan terpapar,” bebernya. (kry/ij/ram)

BATULICIN – Bupati Tanbu H Sudian Noor dan Ketua TP-PKK Tanbu Hj Sadariah mendengarkan pemaparan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mayjen TNI Doni Monardo, dalam rapat koordinasi realisasi pencapaian target APBD tahun 2020 dan sosialisasi penggunaan masker untuk perubahan  adaptasi baru di tengah pandemi Covid-19 melalui video conference bersama gubernur dan bupati/walikota se- Indonesia, Senin (10/8).

Doni mengatakan untuk penanganan Covid-19 yang terarah itu sejatinya mencoba memilih orang-orang yang dapat dipatuhi oleh masyarakat.

“Namun carilah orang-orang yang secara non formal mampu memberikan pengaruh yang luar biasa  bagi masyarakat, seperti tokoh setempat,” jelasnya.

Favehotel Banjarmasin

Ditegaskannya, Covid-19 bukanlah rekayasa ataupun sebuah konspirasi, dimana Covid-19 diibaratkan malaikat pencabut nyawa karena korban telah mencapai lebih dari 700 ribu orang akibat penularan virus tersebut.

“Kita belum tahu kapan akan berakhir. Saat ini kita masih berusaha untuk mendapatkan vaksin, namun untuk sementara tugas kita adalah berupaya melindungi kelompok yang rentan,” paparnya.

Pertama adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun. “Kenapa demikian, karena 85 persen angka kematian adalah mereka yang berusia di atas umur itu dan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma,  kanker dan ginjal,” jelasnya.

Dijelaskannya, apabila mampu melindungi kelompok rentan ini maka paling tidak bisa memberikan perlindungan 85 persen bagi masyarakat, termasuk juga upaya yang lebih serius yang harus diberikan kepala Dinas Kesehatan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk mampu memberikan perlindungan kepada para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

“Tidak sedikit dokter dan tenaga kesehatan yang dianggap pahlawan kemanusiaan namun wafat saat bertugas,” tegasnya. 

Dia berharap kepada pimpinan di daerah agar bisa menyusun SOP  tentang perlindungan agar dokter dan tenaga kesehatan bisa terselamatkan dalam menjalankan tugas.  “Para dokter harus dijadikan sebagai benteng pertahanan terakhir di negara kita di bidang kesehatan. Sedangkan ujung tombak dalam upaya penanganan ini adalah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tanbu H Sudian Noor mengajak ASN di jajarannya serta masyarakat agar memperhatikan kondisi ruangan rumah ataupun ruang kerja. Dia berharap, setiap ruangan harus ada jeda yang harus dibuka demi mengatur sirkulasi udara dalam ruangan. 

“Tidak menutup kemungkinan di ruang ber-AC tertutup akan berpotensi penyebaran virus ini, karena beberapa kasus yang terjadi dalam satu kantor, justru orang yang banyak dalam ruangan terpapar,” bebernya. (kry/ij/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/