alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Dijatah 834 Spesimen, Tes Swab Banjarbaru Lebihi Target

BANJARBARU – Tes swab masif terhadap 10.000 orang mulai digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota, (14/8). Di Kota Banjarbaru, kegiatan ini dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru dan diikuti oleh ratusan masyarakat.

Seperti yang sudah dijatah Pemerintah Provinsi Kalsel, Kota Idaman mendapatkan alokasi sebanyak 834 spesimen dalam kegiatan swab masif ini. Sasarannya ialah masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Serta, masyarakat berstatus suspek dan probable.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan, swab masif di Banjarbaru digelar selama dua hari: tanggal 14 sampai 15 Agustus. “Dilakukan secara bertahap dengan sistem pembagian di lima kecamatan,” katanya.

Favehotel Banjarmasin

Untuk hari pertama kemarin, dia menyampaikan, swab masif dikhususkan bagi masyarakat di Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. “Total ada 163 orang pada hari ini (kemarin). Kecamatan lainnya akan dilanjutkan besok (hari ini), karena memang tidak mungkin semua digelar secara bersamaan,” ujarnya.

Hari ini (15/8), kata Rizana, tes swab akan dilakukan untuk masyarakat di Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang, dengan lokasi pelaksanaan tetap dipusatkan di Kantor Dinkes Banjarbaru. Sementara untuk di Kecamatan Cempaka, tes swab dilakukan di Puskesmas Cempaka.

“Soalnya kita menimbang jarak tempuhnya. Kalau dari Cempaka ke sini kejauhan. Makanya, kita arahkan agar pelaksanaan tes swabnya di Puskesmas Cempaka saja,” ujarnya.

Ditanya apakah target alokasi 834 spesimen di Banjarbaru akan terpenuhi, Rizana mengklaim bahwa jumlah masyarakat yang menjalani tes swab justru melebihi target. Sebab, sebelum pelaksaan tes swab masif sudah lebih dulu digelar dengan menggandeng BUMN.

“Beberapa hari lalu, kami sudah menggelar tes swab terhadap 700 lebih masyarakat Banjarbaru. Nah, dengan ditambah pelaksanaan hari ini dan besok, sudah jelas target alokasi 834 spesimen itu terpenuhi,” bebernya.

Kegiatan tes swab masif sendiri memang dianjurkan lebih dulu dilaksanakan, sebelum jadwal yang ditentukan. “Anggap saja hari ini adalah launchingnya, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Kalsel. Tapi, pelaksanaannya sudah dilakukan beberapa hari yang lalu,” lanjut Rizana.

Dia mengungkapkan, selesai kegiatan, seluruh sampel yang telah diambil akan dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk selanjutnya diuji menggunakan alat PCR. “Sampel dari Banjarbaru memang diarahkan ke sana. Karena laboratorium di BBTKLPP Banjarbaru khusus untuk sampel dari daerah Hulu Sungai. Jadi dibagi-bagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika hasilnya keluar maka masyarakat yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 akan langsung dirujuk menjalani isolasi di tempat khusus karantina. “Kalau memungkinan, masyarakat yang dinyatakan terpapar bisa juga mengajukan isolasi mandiri. Tapi dengan pengawasan ketat,” paparnya.

Sementara itu, bakal menerima banyak spesimen hasil dari swab masif, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan. “Kami selalu siap sejak adanya Covid yang memerlukan lab pemeriksaan, dan terus gas pol sejak awal pandemi,” beber Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Dia menuturkan, saat ini laboratorium di Jalan Mistarcokrokusumo, Banjarbaru tersebut mampu memeriksa sekitar 525 sampel sehari. “Kami terus menambah kapasitas, terbukti kami buka ruangan tambahan untuk ruang ekstraksi,” tuturnya.

Di samping itu, BBTKLPP Banjarbaru juga sudah mengawal dan mendampingi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalsel agar bisa melakukan pemeriksaan Covid-19. Di antaranya, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Anshari Saleh, RS Bhayangkara, RS Pertamina Tabalong, Balitbangkes Tanbu dan Klinik Tirta Angsana Tanbu.

“Lab pemeriksaan juga akan dibuka lagi di RSUD Boejasin Tala, RS Borneo Tala dan di Klinik Tirta Medical Banjarmasin,” ujar Slamet.

Dengan banyaknya lokasi pemeriksaan, menurutnya Kalsel tidak akan kesulitan memeriksa semua spesimen hasil dari swab masif. “Untuk berapa kapasitas pemeriksaan saat ini, bisa ditanyakan ke Gugus Tugas Kalsel,” ujarnya.

Sebelumnya, terus bertambahnya kapasitas alat PCR (polymerase chain reaction) di Kalsel, membuat pemeriksaan sampel swab kini berjalan lebih cepat. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, kapasitas pemeriksaan swab di Kalsel saat ini sudah mencapai 2000-an sehari.

Fasilitas pengujian swab sendiri dikatakan Roy sudah tersebar di beberapa tempat. Yakni, di Laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, RSUD Anshari Saleh, RSUD Ulin, Litbangkes, RSUD Boejasin Pelaihari dan RS Bhayangkara. “Dengan alat PCR yang ada ini, pemeriksaan sampel pasien konfirmasi positif atau negatif Covid-19 bisa semakin cepat,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan persiapan tempat karantina? Koordinator Karantina Khusus Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Sukamto menyampaikan, untuk mengantisipasi banyaknya terkonfirmasi positif yang ditemukan, semua kemampuan dan kapasitas di fasilitas kesehatan akan dioptimalkan.

Dia menuturkan, Pemprov Kalsel telah menyediakan empat tempat karantina khusus dengan kapasitas 949 tempat tidur. Yakni, Gedung Diklat Ambulung, Bapelkes Banjarbaru, BPSDM di Panglima Batur, dan Asrama Haji. “Selain itu ada juga karantina khusus di kabupaten/kota, kalau dijumlahkan dengan karantina provinsi maka hampir 2 ribu tempat tidur,” tuturnya.

Kapasitas tempat karantina menurutnya juga masih akan bertambah, dengan dibukanya lokasi isolasi mandiri yang dikelola oleh para Kampung Tangguh Banua di beberapa kabupaten. “Karantina di kampung nanti diawasi RT, RW dan petugas kesehatan,” ujarnya.

Dengan banyaknya tempat karantina, dia optimis Kalsel bisa menangani semua pasien terkonfirmasi positif hasil dari swab masif. “Apalagi aturan sekarang, orang tanpa gejala cuma diamati 10 hari. Kalau selama itu tetap tidak ada gejala, maka karantina sudah selesai,” katanya.

Berbeda dengan aturan sebelumnya, pasien tanpa gejala harus dikarantina hingga satu bulan lebih untuk memastikan sudah sembuh dari Covid-19. “Dulu juga harus dua kali negatif tes swab, baru boleh pulang. Sekarang cuma satu kali negatif sudah dianggap sembuh,” ungkap Sukamto.

Sekadar diketahui, dalam pelaksanaan swab masif dengan target 10 ribu spesimen, Pemprov Kalsel sudah membagi jatah untuk masing-masing kabupaten/kota. Kota Banjarmasin mendapatkan alokasi paling banyak dengan 1.381 spesimen

Kemudian terbanyak kedua yakni Tanah Bumbu, dengan rencana 1.018 spesimen. Lalh, Balangan, 925 spesimen; Banjarbaru, 834 spesimen; Tanah Laut, 786 spesimen dan Batola 637 spesimen.

Selanjutnya, Hulu Sungai Selatan, 623 spesimen; Tapin, 494 spesimen; Hulu Sungai Utara, 496 spesimen; Banjar, 355 spesimen; Tabalong, 724 spesimen; Hulu Sungai Tengah, 841 spesimen dan Kotabaru, 391 spesimen. (ris/ay/ran)

 

BANJARBARU – Tes swab masif terhadap 10.000 orang mulai digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota, (14/8). Di Kota Banjarbaru, kegiatan ini dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru dan diikuti oleh ratusan masyarakat.

Seperti yang sudah dijatah Pemerintah Provinsi Kalsel, Kota Idaman mendapatkan alokasi sebanyak 834 spesimen dalam kegiatan swab masif ini. Sasarannya ialah masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Serta, masyarakat berstatus suspek dan probable.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan, swab masif di Banjarbaru digelar selama dua hari: tanggal 14 sampai 15 Agustus. “Dilakukan secara bertahap dengan sistem pembagian di lima kecamatan,” katanya.

Favehotel Banjarmasin

Untuk hari pertama kemarin, dia menyampaikan, swab masif dikhususkan bagi masyarakat di Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. “Total ada 163 orang pada hari ini (kemarin). Kecamatan lainnya akan dilanjutkan besok (hari ini), karena memang tidak mungkin semua digelar secara bersamaan,” ujarnya.

Hari ini (15/8), kata Rizana, tes swab akan dilakukan untuk masyarakat di Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang, dengan lokasi pelaksanaan tetap dipusatkan di Kantor Dinkes Banjarbaru. Sementara untuk di Kecamatan Cempaka, tes swab dilakukan di Puskesmas Cempaka.

“Soalnya kita menimbang jarak tempuhnya. Kalau dari Cempaka ke sini kejauhan. Makanya, kita arahkan agar pelaksanaan tes swabnya di Puskesmas Cempaka saja,” ujarnya.

Ditanya apakah target alokasi 834 spesimen di Banjarbaru akan terpenuhi, Rizana mengklaim bahwa jumlah masyarakat yang menjalani tes swab justru melebihi target. Sebab, sebelum pelaksaan tes swab masif sudah lebih dulu digelar dengan menggandeng BUMN.

“Beberapa hari lalu, kami sudah menggelar tes swab terhadap 700 lebih masyarakat Banjarbaru. Nah, dengan ditambah pelaksanaan hari ini dan besok, sudah jelas target alokasi 834 spesimen itu terpenuhi,” bebernya.

Kegiatan tes swab masif sendiri memang dianjurkan lebih dulu dilaksanakan, sebelum jadwal yang ditentukan. “Anggap saja hari ini adalah launchingnya, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Kalsel. Tapi, pelaksanaannya sudah dilakukan beberapa hari yang lalu,” lanjut Rizana.

Dia mengungkapkan, selesai kegiatan, seluruh sampel yang telah diambil akan dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk selanjutnya diuji menggunakan alat PCR. “Sampel dari Banjarbaru memang diarahkan ke sana. Karena laboratorium di BBTKLPP Banjarbaru khusus untuk sampel dari daerah Hulu Sungai. Jadi dibagi-bagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika hasilnya keluar maka masyarakat yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 akan langsung dirujuk menjalani isolasi di tempat khusus karantina. “Kalau memungkinan, masyarakat yang dinyatakan terpapar bisa juga mengajukan isolasi mandiri. Tapi dengan pengawasan ketat,” paparnya.

Sementara itu, bakal menerima banyak spesimen hasil dari swab masif, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan. “Kami selalu siap sejak adanya Covid yang memerlukan lab pemeriksaan, dan terus gas pol sejak awal pandemi,” beber Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Dia menuturkan, saat ini laboratorium di Jalan Mistarcokrokusumo, Banjarbaru tersebut mampu memeriksa sekitar 525 sampel sehari. “Kami terus menambah kapasitas, terbukti kami buka ruangan tambahan untuk ruang ekstraksi,” tuturnya.

Di samping itu, BBTKLPP Banjarbaru juga sudah mengawal dan mendampingi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalsel agar bisa melakukan pemeriksaan Covid-19. Di antaranya, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Anshari Saleh, RS Bhayangkara, RS Pertamina Tabalong, Balitbangkes Tanbu dan Klinik Tirta Angsana Tanbu.

“Lab pemeriksaan juga akan dibuka lagi di RSUD Boejasin Tala, RS Borneo Tala dan di Klinik Tirta Medical Banjarmasin,” ujar Slamet.

Dengan banyaknya lokasi pemeriksaan, menurutnya Kalsel tidak akan kesulitan memeriksa semua spesimen hasil dari swab masif. “Untuk berapa kapasitas pemeriksaan saat ini, bisa ditanyakan ke Gugus Tugas Kalsel,” ujarnya.

Sebelumnya, terus bertambahnya kapasitas alat PCR (polymerase chain reaction) di Kalsel, membuat pemeriksaan sampel swab kini berjalan lebih cepat. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, kapasitas pemeriksaan swab di Kalsel saat ini sudah mencapai 2000-an sehari.

Fasilitas pengujian swab sendiri dikatakan Roy sudah tersebar di beberapa tempat. Yakni, di Laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, RSUD Anshari Saleh, RSUD Ulin, Litbangkes, RSUD Boejasin Pelaihari dan RS Bhayangkara. “Dengan alat PCR yang ada ini, pemeriksaan sampel pasien konfirmasi positif atau negatif Covid-19 bisa semakin cepat,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan persiapan tempat karantina? Koordinator Karantina Khusus Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Sukamto menyampaikan, untuk mengantisipasi banyaknya terkonfirmasi positif yang ditemukan, semua kemampuan dan kapasitas di fasilitas kesehatan akan dioptimalkan.

Dia menuturkan, Pemprov Kalsel telah menyediakan empat tempat karantina khusus dengan kapasitas 949 tempat tidur. Yakni, Gedung Diklat Ambulung, Bapelkes Banjarbaru, BPSDM di Panglima Batur, dan Asrama Haji. “Selain itu ada juga karantina khusus di kabupaten/kota, kalau dijumlahkan dengan karantina provinsi maka hampir 2 ribu tempat tidur,” tuturnya.

Kapasitas tempat karantina menurutnya juga masih akan bertambah, dengan dibukanya lokasi isolasi mandiri yang dikelola oleh para Kampung Tangguh Banua di beberapa kabupaten. “Karantina di kampung nanti diawasi RT, RW dan petugas kesehatan,” ujarnya.

Dengan banyaknya tempat karantina, dia optimis Kalsel bisa menangani semua pasien terkonfirmasi positif hasil dari swab masif. “Apalagi aturan sekarang, orang tanpa gejala cuma diamati 10 hari. Kalau selama itu tetap tidak ada gejala, maka karantina sudah selesai,” katanya.

Berbeda dengan aturan sebelumnya, pasien tanpa gejala harus dikarantina hingga satu bulan lebih untuk memastikan sudah sembuh dari Covid-19. “Dulu juga harus dua kali negatif tes swab, baru boleh pulang. Sekarang cuma satu kali negatif sudah dianggap sembuh,” ungkap Sukamto.

Sekadar diketahui, dalam pelaksanaan swab masif dengan target 10 ribu spesimen, Pemprov Kalsel sudah membagi jatah untuk masing-masing kabupaten/kota. Kota Banjarmasin mendapatkan alokasi paling banyak dengan 1.381 spesimen

Kemudian terbanyak kedua yakni Tanah Bumbu, dengan rencana 1.018 spesimen. Lalh, Balangan, 925 spesimen; Banjarbaru, 834 spesimen; Tanah Laut, 786 spesimen dan Batola 637 spesimen.

Selanjutnya, Hulu Sungai Selatan, 623 spesimen; Tapin, 494 spesimen; Hulu Sungai Utara, 496 spesimen; Banjar, 355 spesimen; Tabalong, 724 spesimen; Hulu Sungai Tengah, 841 spesimen dan Kotabaru, 391 spesimen. (ris/ay/ran)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/