alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Meski Tanpa Nadjmi, Golkar Tetap Dukung Jaya

BANJARBARU – Setelah Nasdem dan Demokrat, Partai Golkar juga menyatakan mendukung Darmawan Jaya Setiawan maju sebagai bakal calon walikota di Pilkada Banjarbaru, pasca berpulangnya Nadjmi Adhani.

Pernyataan arah politik partai berlambang pohon beringin itu disampaikan Ketua Tim Penjaringan Pilkada Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi. “Kami tetap komitmen mendukung Jaya dan sekarang sebagai calon wali kota,” katanya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa pedoman yang memutuskan Golkar tetap mendukung Wakil Wali Kota Banjarbaru itu. Meski, tidak lagi bersama Nadjmi. “Ada sejumlah pedoman. Di antaranya pendidikan, dedikasi dan elektabilitas berdasarkan survey yang dilakukan,” ungkapnya.

Favehotel Banjarmasin

Dibeberkannya, berdasarkan survey yang dilakukan kala Jaya berpasangan dengan Nadjmi melamar ke Golkar. Jaya memiliki elektabilitas yang lumayan tinggi. “Survey kami lakukan untuk evaluasi menentukan calon. Kami lihat Jaya layak untuk didukung,” bebernya.

Lalu siapa figur yang dipilih menjadi pasangan Jaya? Puar menyampaikan, saat ini sudah ada beberapa nama yang sedang disaring. Salah satunya, Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah. “Selain Iwansyah, juga ada beberapa birokrat,” ucapnya tanpa memberitahu nama-nama figur birokrat yang masuk radar mereka.

Untuk menentukan figur yang cocok menjadi wakilnya Jaya, menurutnya diperlukan koordinasi dengan para partai koalisi. “Kami juga harus menanyakan ke para calon, apakah mereka bersedia. Kami tidak bisa menetapkan kalau mereka tidak bersedia,” ujarnya.

Disinggung berapa lama penjaringan akan dilakukan, Puar mengaku secepatnya. Sebab, waktu pendaftaran ke KPU sangat mepet. “Waktunya, kurang dari satu bulan lagi,” paparnya.

Sebelumnya, Nasdem lebih dulu menyatakan tetap mendukung Jaya. Ketua DPW Nasdem Kalsel, H Mansyur mengatakan, Nasdem yang punya modal 4 kursi di DPRD Kota Banjarbaru tidak akan meninggalkan Jaya.

Bahkan, dirinya mendukung penuh orang nomor dua di Banjarbaru tersebut melanjutkan konstelasi politik sebagai calon wali kota. “Setelah Pak Nadjmi wafat, Nasdem tetap bersama Darmawan Jaya Setiawan. Siapa yang akan dipilih menjadi wakil, kami serahkan kepada beliau,” kata H Mansyur, melalui pesan singkatnya.

Dia menambahkan, DPW Nasdem juga akan berkoordinasi dengan DPP tentang perubahan skema pencalonan, setelah Nadjmi meninggal dunia. “Semua diselesaikan dengan cara yang baik. Namun, intinya Nasdem tidak pernah meninggalkan Jaya kendati banyak pengamat yang memaparkan peta politik terbaru,” tambahnya.

Dukungan untuk Jaya juga disampaikan Ketua DPC Demokrat Banjarbaru, Sumedi. “Insya Allah kami (Demokrat) masih mendukung. Dan sebaiknya Pak Jaya maju sebagai calon wali kota,” ujarnya.

Menurutnya, Jaya merupakan salah satu putra terbaik di Banjarbaru. Serta, sudah memahami masyarakat Kota Banjarbaru setelah hampir satu periode mendampingi Nadjmi. “Beliau juga sudah tahu bagaimana alur pembangunan Kota Banjarbaru,” bebernya.

Sementara itu, hingga kini belum ada nama yang menyatakan maju menjadi lawan Jaya pada Pilwali Banjarbaru. Namun, salah satu figur yang ramai diperbincangkan ialah Aditya Mufti Ariffin. Banyaknya dorongan agar dia kembali maju, kemungkinan membuat Ketua DPW PPP Kalsel ini berkeinginan ikut tampil di Pilkada Banjarbaru.

Sejumlah partai politik (parpol) pun disebut-sebut mulai menjalin komunikasi dengan mantan Anggota DPR RI tersebut. Salah satu parpol yang santer dikabarkan bakal merapat ke Aditya ialah PDI Perjuangan.

Wajar, karena partai berlambang banteng ini dari awal memang sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Aditya. Kala masih berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah, sebagai bakal calon Walikota Banjarbaru pada Pilkada 2020. Namun, pada akhirnya Aditya memilih mundur.

Selain dikabarkan kembali mendukung, dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, PDIP juga ternyata menyiapkan kader mereka menjadi wakil Aditya untuk berlaga di Pilwali Banjarbaru. Kader yang disebut-sebut akan mendampingi Aditya ialah Ketua DPC PDIP Kota Banjarbaru, Wartono.

Menjabat selama dua periode di DPRD Banjarbaru, pemilik suara terbanyak di PDIP pada Pileg Banjarbaru 2019 tersebut memang patut diperhitungkan dan dianggap layak menjadi wakil Aditya.

Wartono sendiri sebelumnya mengaku belum bisa bicara banyak terkait arah dukungan mereka ke depan, usai meninggalnya Nadjmi Adhani. “Rasa kurang etis kalau kami bicara, karena masih kondisi berkabung,” ujarnya.

Terkait kabar dirinya telah disiapkan sebagai wakil Aditya, Wartono memilih menunggu intruksi dari pengurus DPD PDIP dan pusat. “Sebagai kader, apapun keputusan partai harus siap. Tapi saya belum bisa banyak komentar sebelum ada intruksi,” bebernya.

Selain PDIP, parpol lain yang juga dikabarkan bakal merapat ke Aditya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebab, parpol ini sebelumnya belum mengeluarkan rekomendasi untuk siapapun.

Menanggapi informasi ini, Wakil Ketua DPC PKB Banjarbaru Tarmidi menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPW PKB Kalsel dan DPP PKB. “Sampai saat ini belum ada informasi terkait arah politik,” ujarnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Setelah Nasdem dan Demokrat, Partai Golkar juga menyatakan mendukung Darmawan Jaya Setiawan maju sebagai bakal calon walikota di Pilkada Banjarbaru, pasca berpulangnya Nadjmi Adhani.

Pernyataan arah politik partai berlambang pohon beringin itu disampaikan Ketua Tim Penjaringan Pilkada Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi. “Kami tetap komitmen mendukung Jaya dan sekarang sebagai calon wali kota,” katanya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa pedoman yang memutuskan Golkar tetap mendukung Wakil Wali Kota Banjarbaru itu. Meski, tidak lagi bersama Nadjmi. “Ada sejumlah pedoman. Di antaranya pendidikan, dedikasi dan elektabilitas berdasarkan survey yang dilakukan,” ungkapnya.

Favehotel Banjarmasin

Dibeberkannya, berdasarkan survey yang dilakukan kala Jaya berpasangan dengan Nadjmi melamar ke Golkar. Jaya memiliki elektabilitas yang lumayan tinggi. “Survey kami lakukan untuk evaluasi menentukan calon. Kami lihat Jaya layak untuk didukung,” bebernya.

Lalu siapa figur yang dipilih menjadi pasangan Jaya? Puar menyampaikan, saat ini sudah ada beberapa nama yang sedang disaring. Salah satunya, Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah. “Selain Iwansyah, juga ada beberapa birokrat,” ucapnya tanpa memberitahu nama-nama figur birokrat yang masuk radar mereka.

Untuk menentukan figur yang cocok menjadi wakilnya Jaya, menurutnya diperlukan koordinasi dengan para partai koalisi. “Kami juga harus menanyakan ke para calon, apakah mereka bersedia. Kami tidak bisa menetapkan kalau mereka tidak bersedia,” ujarnya.

Disinggung berapa lama penjaringan akan dilakukan, Puar mengaku secepatnya. Sebab, waktu pendaftaran ke KPU sangat mepet. “Waktunya, kurang dari satu bulan lagi,” paparnya.

Sebelumnya, Nasdem lebih dulu menyatakan tetap mendukung Jaya. Ketua DPW Nasdem Kalsel, H Mansyur mengatakan, Nasdem yang punya modal 4 kursi di DPRD Kota Banjarbaru tidak akan meninggalkan Jaya.

Bahkan, dirinya mendukung penuh orang nomor dua di Banjarbaru tersebut melanjutkan konstelasi politik sebagai calon wali kota. “Setelah Pak Nadjmi wafat, Nasdem tetap bersama Darmawan Jaya Setiawan. Siapa yang akan dipilih menjadi wakil, kami serahkan kepada beliau,” kata H Mansyur, melalui pesan singkatnya.

Dia menambahkan, DPW Nasdem juga akan berkoordinasi dengan DPP tentang perubahan skema pencalonan, setelah Nadjmi meninggal dunia. “Semua diselesaikan dengan cara yang baik. Namun, intinya Nasdem tidak pernah meninggalkan Jaya kendati banyak pengamat yang memaparkan peta politik terbaru,” tambahnya.

Dukungan untuk Jaya juga disampaikan Ketua DPC Demokrat Banjarbaru, Sumedi. “Insya Allah kami (Demokrat) masih mendukung. Dan sebaiknya Pak Jaya maju sebagai calon wali kota,” ujarnya.

Menurutnya, Jaya merupakan salah satu putra terbaik di Banjarbaru. Serta, sudah memahami masyarakat Kota Banjarbaru setelah hampir satu periode mendampingi Nadjmi. “Beliau juga sudah tahu bagaimana alur pembangunan Kota Banjarbaru,” bebernya.

Sementara itu, hingga kini belum ada nama yang menyatakan maju menjadi lawan Jaya pada Pilwali Banjarbaru. Namun, salah satu figur yang ramai diperbincangkan ialah Aditya Mufti Ariffin. Banyaknya dorongan agar dia kembali maju, kemungkinan membuat Ketua DPW PPP Kalsel ini berkeinginan ikut tampil di Pilkada Banjarbaru.

Sejumlah partai politik (parpol) pun disebut-sebut mulai menjalin komunikasi dengan mantan Anggota DPR RI tersebut. Salah satu parpol yang santer dikabarkan bakal merapat ke Aditya ialah PDI Perjuangan.

Wajar, karena partai berlambang banteng ini dari awal memang sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Aditya. Kala masih berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah, sebagai bakal calon Walikota Banjarbaru pada Pilkada 2020. Namun, pada akhirnya Aditya memilih mundur.

Selain dikabarkan kembali mendukung, dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, PDIP juga ternyata menyiapkan kader mereka menjadi wakil Aditya untuk berlaga di Pilwali Banjarbaru. Kader yang disebut-sebut akan mendampingi Aditya ialah Ketua DPC PDIP Kota Banjarbaru, Wartono.

Menjabat selama dua periode di DPRD Banjarbaru, pemilik suara terbanyak di PDIP pada Pileg Banjarbaru 2019 tersebut memang patut diperhitungkan dan dianggap layak menjadi wakil Aditya.

Wartono sendiri sebelumnya mengaku belum bisa bicara banyak terkait arah dukungan mereka ke depan, usai meninggalnya Nadjmi Adhani. “Rasa kurang etis kalau kami bicara, karena masih kondisi berkabung,” ujarnya.

Terkait kabar dirinya telah disiapkan sebagai wakil Aditya, Wartono memilih menunggu intruksi dari pengurus DPD PDIP dan pusat. “Sebagai kader, apapun keputusan partai harus siap. Tapi saya belum bisa banyak komentar sebelum ada intruksi,” bebernya.

Selain PDIP, parpol lain yang juga dikabarkan bakal merapat ke Aditya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebab, parpol ini sebelumnya belum mengeluarkan rekomendasi untuk siapapun.

Menanggapi informasi ini, Wakil Ketua DPC PKB Banjarbaru Tarmidi menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPW PKB Kalsel dan DPP PKB. “Sampai saat ini belum ada informasi terkait arah politik,” ujarnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/