alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Investasi Semester I Turun 2,2 Triliun

BANJARBARU – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak ke mana-mana. Termasuk ikut mengganggu pertumbuhan investasi di Banua. Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kalsel mencatat, nilai investasi Kalsel semester I 2020 turun 2,2 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Semester pertama tahun lalu, nilai investasi kita Rp6,6 triliun. Sementara semester I tahun ini hanya terkumpul Rp4,4 triliun,” kata Kepala DPMTSP Kalsel, Nafarin kepada Radar Banjarmasin.

Menurutnya, jika mengacu target RPJM sebesar Rp12 triliun. Maka, nilai investasi Kalsel pada semester I mencapai 37 persen. Sedangkan jika mengacu pada target nasional Rp18,5 triliun, capaian investasi baru 26 persen.

Favehotel Banjarmasin

“Target RPJM tidak ada penyesuaian, target nasional yang ada penurunan. Sebelumnya target nasional Rp27 miliar diturunkan menjadi Rp18,5 miliar. Melihat situasi seperti ini tidak menutup kemungkinan diturunkan kembali,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, penurunan nilai investasi terjadi dikarenakan para investor banyak yang menunda menanamkan modal mereka. “Ini akibat dari mewabahnya virus corona. Jadi, banyak yang pikir-pikir dulu untuk berinvestasi,” ungkapnya.

Lalu, investasi apa yang paling terdampak Covid-19? Nafarin menyebut, pada triwulan I 2020 Penanaman Modal Asing (PMA) yang terpengaruh. Sebab, hanya membukukan Rp64,4 miliar.

Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih bisa mencatatkan nilai investasi sebanyak Rp1,46 triliun. “Jika dipersentasekan 95,4 persen PMDN, dan PMA cuma 4,3 persen,” ujar Nafarin.

Dia menyampaikan, investasi PMA pada triwulan I melesu lantaran di tengah pandemi virus corona para investor asing tidak bisa memantau langsung peluang berinvestasi di Banua. Sehingga, banyak yang memilih menunda berinvestasi.

Sementara pada triwulan II, Nafarin menyebut investasi dari PMDN berjumlah Rp627,5 miliar dan PMA Rp2,3 triliun. “Semester II untuk PMDN kita peringkat 4 nasional, PMA peringkat 14 nasional,” sebutnya.

Dijelaskannya, dari 16 sektor sebaran usaha nilai investasi PMDN paling besar didominasi jasa lainnya dengan nilai Rp137 miliar. Diikuti perdagangan dan reparasi Rp128 miliar dan terakhir perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp96 miliar.

Dikatakan Nafarin, triwulan II untuk PMDN terdapat 269 proyek dan PMA 61 proyek. Dia mengakui jika dibanding 2019 terdapat penurunan, karena terpangaruh pandemi covid-19.

Masih dari PMDN, proyek terbanyak berasal dari perdagangan dan reparasi dengan 67 proyek. Kemudian, pertambangan 55 proyek, dan jasa lainnya 37 proyek. “Khusus PMDN nilai terbesar berada di Kabupaten Banjar Rp116 miliar, Barito Kuala Rp109 miliar, dan Tabalong Rp76 miliar,” beber Nafarin. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak ke mana-mana. Termasuk ikut mengganggu pertumbuhan investasi di Banua. Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kalsel mencatat, nilai investasi Kalsel semester I 2020 turun 2,2 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Semester pertama tahun lalu, nilai investasi kita Rp6,6 triliun. Sementara semester I tahun ini hanya terkumpul Rp4,4 triliun,” kata Kepala DPMTSP Kalsel, Nafarin kepada Radar Banjarmasin.

Menurutnya, jika mengacu target RPJM sebesar Rp12 triliun. Maka, nilai investasi Kalsel pada semester I mencapai 37 persen. Sedangkan jika mengacu pada target nasional Rp18,5 triliun, capaian investasi baru 26 persen.

Favehotel Banjarmasin

“Target RPJM tidak ada penyesuaian, target nasional yang ada penurunan. Sebelumnya target nasional Rp27 miliar diturunkan menjadi Rp18,5 miliar. Melihat situasi seperti ini tidak menutup kemungkinan diturunkan kembali,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, penurunan nilai investasi terjadi dikarenakan para investor banyak yang menunda menanamkan modal mereka. “Ini akibat dari mewabahnya virus corona. Jadi, banyak yang pikir-pikir dulu untuk berinvestasi,” ungkapnya.

Lalu, investasi apa yang paling terdampak Covid-19? Nafarin menyebut, pada triwulan I 2020 Penanaman Modal Asing (PMA) yang terpengaruh. Sebab, hanya membukukan Rp64,4 miliar.

Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih bisa mencatatkan nilai investasi sebanyak Rp1,46 triliun. “Jika dipersentasekan 95,4 persen PMDN, dan PMA cuma 4,3 persen,” ujar Nafarin.

Dia menyampaikan, investasi PMA pada triwulan I melesu lantaran di tengah pandemi virus corona para investor asing tidak bisa memantau langsung peluang berinvestasi di Banua. Sehingga, banyak yang memilih menunda berinvestasi.

Sementara pada triwulan II, Nafarin menyebut investasi dari PMDN berjumlah Rp627,5 miliar dan PMA Rp2,3 triliun. “Semester II untuk PMDN kita peringkat 4 nasional, PMA peringkat 14 nasional,” sebutnya.

Dijelaskannya, dari 16 sektor sebaran usaha nilai investasi PMDN paling besar didominasi jasa lainnya dengan nilai Rp137 miliar. Diikuti perdagangan dan reparasi Rp128 miliar dan terakhir perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp96 miliar.

Dikatakan Nafarin, triwulan II untuk PMDN terdapat 269 proyek dan PMA 61 proyek. Dia mengakui jika dibanding 2019 terdapat penurunan, karena terpangaruh pandemi covid-19.

Masih dari PMDN, proyek terbanyak berasal dari perdagangan dan reparasi dengan 67 proyek. Kemudian, pertambangan 55 proyek, dan jasa lainnya 37 proyek. “Khusus PMDN nilai terbesar berada di Kabupaten Banjar Rp116 miliar, Barito Kuala Rp109 miliar, dan Tabalong Rp76 miliar,” beber Nafarin. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/