alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

KEJI…!! Setubuhi Istri, Dicekik dan Lalu Dibakar

RANTAU – Peristiwa kebakaran di Dusun Batatal, Desa Sungai Puting Rt 2 Rw 1, Kecamatan Candi Laras Utara, meninggalkan kisah lain. Satu orang perempuan diketahui meninggal dunia terpanggang di warung atau rumah yang terbakar. Ia bernama Hasanah (59), sang pemilik warung. Kebakaran yang terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.00 Wita, disinyalir sengaja dibakar oleh suami korban, Thabrani (62).

Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Thomas membenarkan kejadian kebakaran yang menghanguskan satu buah warung sekaligus tempat tinggal di Desa Sungai Puting. “Dugaan awal merupakan kebakaran.

Tetapi ternyata 338 (pembunuhan) dan yang melakukan adalah suaminya, “ ungkapnya lewat sambungan WhatsApp, Senin (10/8) siang.

Favehotel Banjarmasin

Radar Banjarmasin mencoba ke lokasi. Rumah sekaligus warung tersebut sudah tinggal puing-puingnya saja, terlihat juga garis polisi sudah dipasang.

Informasi yang didapat dari warga sekitar, Minggu (9/8) pagi menjelang siang, warung penjual nasi ini masih tetap buka. Sorenya pintu-pintu sudah terkunci dengan gembok.

“Terakhir saya lihat, si penjual (yang terbakar) pergi membawa tas,” ucap salah satu tetangga saat ditemui di lokasi.

Camat Candi Laras Utara, Yus Sudarmanto saat didatangi ke kantor menceritakan, saat barisan pemadam kebakaran memadamkan api, masih belum menemukan jasad yang terpanggang.
“Ketika saya datang ke lokasi, api sudah padam. Waktu itu suasana masih gerimis. Kami coba-coba berbincang-bincang dengan beberapa orang di sana,” katanya.

Saat camat bersama yang lain bincang-bincang, ada salah seorang warga coba membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Namun, hal yang tidak terduga didapati, warga tersebut menemukan jasad yang terpanggang.

“Saya langsung berinisiatif memanggil aparat Polsek Candi Laras Utara dan pihak perusahaan meminjam ambulans, serta memanggil Damkar untuk membantu evakuasi ke RSUD Datu Sanggul Rantau,” ujarnya.
Ditambahkan Yus Sudarmanto, ada kejanggalan pada peristiwa itu. Dari kondisi hujan yang lebat, lalu tiba-tiba api dan menurut penuturan warga kunci muka tergembok.

“Ternyata kejanggalan itu terjawab paginya. Saya membaca di berita ada seorang pria bernama Thabrani yang menyerahkan diri ke Polres Banjar, karena sudah membakar istrinya di Tapin,” ucapnya.

Kapolsek Candi Laras Utara, Iptu Agung Setiawan menjelaskan sebelum kejadian ini, suami istri ini sempat bertemu di salah satu hotel yang ada di Banjarmasin. “Waktu itu sang suami melihat istrinya keluar dari hotel,” ucapnya.

Langsung didatanginya, kemudian mereka makan-makan. Saat makan-makan ini, sang suami langsung memeriksa handphone milik sang istri. Rupanya ada SMS yang mengarah pada perselingkuhan. “Untuk SMS-nya belum sempat saya lihat,” tambahnya.

Singkat cerita, Thabrani langsung membawa istrinya ke warung di Desa Sungai Puting. Di sini aksi pembunuhan ini dilakukan. Sebelum membakar, ia terlebih dahulu menghabisi istrinya dengan cara mencekik dan memukul kepala. “Itu dilakukannya, setelah ia menyetubuhi istrinya,” beber Agung.

Setelah melakukan aksi bengisnya, Thabrani langsung melarikan diri ke Sungai Sipai Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. “Paginya ia langsung menyerahkan diri ke Polres Banjar,” pungkasnya melalui sambungan telepon. (dly/ema)

RANTAU – Peristiwa kebakaran di Dusun Batatal, Desa Sungai Puting Rt 2 Rw 1, Kecamatan Candi Laras Utara, meninggalkan kisah lain. Satu orang perempuan diketahui meninggal dunia terpanggang di warung atau rumah yang terbakar. Ia bernama Hasanah (59), sang pemilik warung. Kebakaran yang terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.00 Wita, disinyalir sengaja dibakar oleh suami korban, Thabrani (62).

Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Thomas membenarkan kejadian kebakaran yang menghanguskan satu buah warung sekaligus tempat tinggal di Desa Sungai Puting. “Dugaan awal merupakan kebakaran.

Tetapi ternyata 338 (pembunuhan) dan yang melakukan adalah suaminya, “ ungkapnya lewat sambungan WhatsApp, Senin (10/8) siang.

Favehotel Banjarmasin

Radar Banjarmasin mencoba ke lokasi. Rumah sekaligus warung tersebut sudah tinggal puing-puingnya saja, terlihat juga garis polisi sudah dipasang.

Informasi yang didapat dari warga sekitar, Minggu (9/8) pagi menjelang siang, warung penjual nasi ini masih tetap buka. Sorenya pintu-pintu sudah terkunci dengan gembok.

“Terakhir saya lihat, si penjual (yang terbakar) pergi membawa tas,” ucap salah satu tetangga saat ditemui di lokasi.

Camat Candi Laras Utara, Yus Sudarmanto saat didatangi ke kantor menceritakan, saat barisan pemadam kebakaran memadamkan api, masih belum menemukan jasad yang terpanggang.
“Ketika saya datang ke lokasi, api sudah padam. Waktu itu suasana masih gerimis. Kami coba-coba berbincang-bincang dengan beberapa orang di sana,” katanya.

Saat camat bersama yang lain bincang-bincang, ada salah seorang warga coba membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Namun, hal yang tidak terduga didapati, warga tersebut menemukan jasad yang terpanggang.

“Saya langsung berinisiatif memanggil aparat Polsek Candi Laras Utara dan pihak perusahaan meminjam ambulans, serta memanggil Damkar untuk membantu evakuasi ke RSUD Datu Sanggul Rantau,” ujarnya.
Ditambahkan Yus Sudarmanto, ada kejanggalan pada peristiwa itu. Dari kondisi hujan yang lebat, lalu tiba-tiba api dan menurut penuturan warga kunci muka tergembok.

“Ternyata kejanggalan itu terjawab paginya. Saya membaca di berita ada seorang pria bernama Thabrani yang menyerahkan diri ke Polres Banjar, karena sudah membakar istrinya di Tapin,” ucapnya.

Kapolsek Candi Laras Utara, Iptu Agung Setiawan menjelaskan sebelum kejadian ini, suami istri ini sempat bertemu di salah satu hotel yang ada di Banjarmasin. “Waktu itu sang suami melihat istrinya keluar dari hotel,” ucapnya.

Langsung didatanginya, kemudian mereka makan-makan. Saat makan-makan ini, sang suami langsung memeriksa handphone milik sang istri. Rupanya ada SMS yang mengarah pada perselingkuhan. “Untuk SMS-nya belum sempat saya lihat,” tambahnya.

Singkat cerita, Thabrani langsung membawa istrinya ke warung di Desa Sungai Puting. Di sini aksi pembunuhan ini dilakukan. Sebelum membakar, ia terlebih dahulu menghabisi istrinya dengan cara mencekik dan memukul kepala. “Itu dilakukannya, setelah ia menyetubuhi istrinya,” beber Agung.

Setelah melakukan aksi bengisnya, Thabrani langsung melarikan diri ke Sungai Sipai Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. “Paginya ia langsung menyerahkan diri ke Polres Banjar,” pungkasnya melalui sambungan telepon. (dly/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/