alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Semua Berlinang Air Mata

BANJARBARU – Penerapan ketat protokol Covid-19 di prosesi pemakaman Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani di Taman Makam Bahagia Banjarbaru pada Senin (10/8) membuat acara hanya dihadiri segelintir orang.

Meski harus mengenakan APD dan waktu yang terbatas. Prosesi pemakaman tampak dihadiri berbagai elemen masyarakat. Dari tokoh pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga warga.

Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar yang hadir di acara pemakaman tak kuasa menahan rasa kehilangannya. Sebab meski terbilang baru saja menjadi ketua legislatif dan bermitra dengan Pemko, ia mengatakan bahwa sosok Nadjmi jadi salah satu teladannya.

Favehotel Banjarmasin

“Beliau ini orangnya sangat bijak dalam mengambil keputusan. Dan juga beliau sangat ramah kepada semua orang,” ceritanya.

Ia menyebut terakhir bersua dan bertatap muka dengan almarhum ketika sama-sama memimpin rapat paripurna pada tanggal 22 Juli.

“Itu kenangan terakhir saya dengan beliau. Kita sangat berduka atas kepergian beliau, tentu kita juga harus tegar dan berdoa yang terbaik untuk beliau. Semoga beliau diterima di sisi Allah dan keluarga beliau diberi kekuatan dan kesehatan, amin,” ungkap Legislator Partai Gerindra ini.

Sementara, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kota Banjarbaru juga merasa begitu kehilangan. Sebab, Nadjmi juga tercatat masih menjabat sebagai Ketua DHC 45 Banjarbaru.

Kemarin, sebagian pengurus DHC 45 Banjarbaru juga tampak menghadiri prosesi pemakaman. Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang Wali Kota yang wafat di usia 45 tahun tersebut.

Sekretaris DHC 45 Banjarbaru, Ahmad Syamsuri mewakili organisasi mengatakan sangat berduka. Apalagi terlepas dari jabatan almarhum di DHC 45, Nadjmi kenangnya adalah sosok yang periang, penuh semangat dan ramah terhadap siapa saja.

“Saya ingat betul, beliau menyebut saya abang, beliau itu lebih daripada saudara saya. Beliau mau menerima masukan, masukan, mau menerima segala kritik perbaikan perbaikan dan tentunya santun bersahabat,” kenangnya sembari berlinang air mata.

Soal pesan almarhum, Nadjmi ingat Syamsuri meminta agar DHC 45 Banjarbaru untuk selalu bisa eksis. Terutama juga bisa aktif dalam gerakan atau kegiatan sosial.

“Juga soal pembangunan Kota Banjarbaru, beliau berpesan agar terus dikawal. Artinya apabila benar maka katakan benar, tapi kalau salah maka harus dikatakan salah dan bersama-sama diperbaiki,” ceritanya.

Terakhir, kata-kata yang sangat membekas dan tertanam di pengurus kata Syamsuri adalah soal bagaimana Nadjmi menularkan pengabdian yang luar biasa.

“Pengabdian tak bertepi, itulah yang sangat saya ingat dari beliau. Sekali lagi, kami merasa sangat kehilangan,” tuntasnya.

Ketika proses pemakaman berlangsung, meski diatur secara terbatas dan tidak bisa diakses semua orang. Pemandangan lain tampak sejumlah warga menyaksikan pemakaman Wali Kota lewat balik tembok makam.

Beberapa warga yang ditemui Radar Banjarmasin juga terlihat berlinang air mata, karena tak kuasa menahan kesedihan kehilangan sosok pemimpin.

“Sudah tahu kabar kalau pak Wali wafat. Tadi juga baru tahu kalau dimakamkan di sini karena ada banyak orang. Jujur, meski tidak kenal dekat, saya sebagai warga merasa kehilangan,” kata Faisal yang melihat prosesi pemakaman dari balik pagar.

Senada dengan Faisal, Mutia yang juga warga sekitar komplek pemakaman mengaku juga sedih. Terlebih ia mengatakan pernah melihat langsung Wali Kota ketika ada suatu acara di wilayahnya.

“Saya yang juga sangat sedih melihat ibu pak wali (Ririen) dan keluarga yang ditinggalkan. Pasti sangat berat kehilangan sosok beliau. Sebagai warga, saya berharap dan berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan almarhum diberi tempat terbaik,” ungkapnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Penerapan ketat protokol Covid-19 di prosesi pemakaman Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani di Taman Makam Bahagia Banjarbaru pada Senin (10/8) membuat acara hanya dihadiri segelintir orang.

Meski harus mengenakan APD dan waktu yang terbatas. Prosesi pemakaman tampak dihadiri berbagai elemen masyarakat. Dari tokoh pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga warga.

Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar yang hadir di acara pemakaman tak kuasa menahan rasa kehilangannya. Sebab meski terbilang baru saja menjadi ketua legislatif dan bermitra dengan Pemko, ia mengatakan bahwa sosok Nadjmi jadi salah satu teladannya.

Favehotel Banjarmasin

“Beliau ini orangnya sangat bijak dalam mengambil keputusan. Dan juga beliau sangat ramah kepada semua orang,” ceritanya.

Ia menyebut terakhir bersua dan bertatap muka dengan almarhum ketika sama-sama memimpin rapat paripurna pada tanggal 22 Juli.

“Itu kenangan terakhir saya dengan beliau. Kita sangat berduka atas kepergian beliau, tentu kita juga harus tegar dan berdoa yang terbaik untuk beliau. Semoga beliau diterima di sisi Allah dan keluarga beliau diberi kekuatan dan kesehatan, amin,” ungkap Legislator Partai Gerindra ini.

Sementara, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kota Banjarbaru juga merasa begitu kehilangan. Sebab, Nadjmi juga tercatat masih menjabat sebagai Ketua DHC 45 Banjarbaru.

Kemarin, sebagian pengurus DHC 45 Banjarbaru juga tampak menghadiri prosesi pemakaman. Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang Wali Kota yang wafat di usia 45 tahun tersebut.

Sekretaris DHC 45 Banjarbaru, Ahmad Syamsuri mewakili organisasi mengatakan sangat berduka. Apalagi terlepas dari jabatan almarhum di DHC 45, Nadjmi kenangnya adalah sosok yang periang, penuh semangat dan ramah terhadap siapa saja.

“Saya ingat betul, beliau menyebut saya abang, beliau itu lebih daripada saudara saya. Beliau mau menerima masukan, masukan, mau menerima segala kritik perbaikan perbaikan dan tentunya santun bersahabat,” kenangnya sembari berlinang air mata.

Soal pesan almarhum, Nadjmi ingat Syamsuri meminta agar DHC 45 Banjarbaru untuk selalu bisa eksis. Terutama juga bisa aktif dalam gerakan atau kegiatan sosial.

“Juga soal pembangunan Kota Banjarbaru, beliau berpesan agar terus dikawal. Artinya apabila benar maka katakan benar, tapi kalau salah maka harus dikatakan salah dan bersama-sama diperbaiki,” ceritanya.

Terakhir, kata-kata yang sangat membekas dan tertanam di pengurus kata Syamsuri adalah soal bagaimana Nadjmi menularkan pengabdian yang luar biasa.

“Pengabdian tak bertepi, itulah yang sangat saya ingat dari beliau. Sekali lagi, kami merasa sangat kehilangan,” tuntasnya.

Ketika proses pemakaman berlangsung, meski diatur secara terbatas dan tidak bisa diakses semua orang. Pemandangan lain tampak sejumlah warga menyaksikan pemakaman Wali Kota lewat balik tembok makam.

Beberapa warga yang ditemui Radar Banjarmasin juga terlihat berlinang air mata, karena tak kuasa menahan kesedihan kehilangan sosok pemimpin.

“Sudah tahu kabar kalau pak Wali wafat. Tadi juga baru tahu kalau dimakamkan di sini karena ada banyak orang. Jujur, meski tidak kenal dekat, saya sebagai warga merasa kehilangan,” kata Faisal yang melihat prosesi pemakaman dari balik pagar.

Senada dengan Faisal, Mutia yang juga warga sekitar komplek pemakaman mengaku juga sedih. Terlebih ia mengatakan pernah melihat langsung Wali Kota ketika ada suatu acara di wilayahnya.

“Saya yang juga sangat sedih melihat ibu pak wali (Ririen) dan keluarga yang ditinggalkan. Pasti sangat berat kehilangan sosok beliau. Sebagai warga, saya berharap dan berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan almarhum diberi tempat terbaik,” ungkapnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/