alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Lahan Mulai Kering, Mulai Rawan Karhutla

BANJARBARU – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalsel maupun wilayah Banjarbaru tentu berpotensi tinggi. Beberapa waktu lalu, karhutla terpantau di sejumlah titik.

Meski belum memasuki puncaknya. Potensi Karhutla tentu harus jadi atensi. Salah satunya adalah bagaimana upaya mitigasi sebelum terjadi. Semisal melakukan pemetaan wilayah rawan maupun patroli rutin.

Semenjak satu bulan terakhir, Manggala Agni Daerah Operasi Banjar yang meliputi Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola terus melakukan patroli Karhutla. Tujuannya adalah memetakan daerah rawan serta upaya penanggulangan.

Favehotel Banjarmasin

Khusus untuk di wilayah Banjarbaru, ada dua posko terpadu yang didirikan. Lokasinya di Kelurahan Landasan Ulin Utara (Laura) dan Landasan Ulin Timur. Komposisi poskonya gabungan, ada dari unsur Manggala Agni sendiri, lalu TNI, Polri dan juga masyarakat setempat.

“Posko ini aktif sejak 13 Juli hingga 11 Agustus. Untuk patrolinya dilakukan rutin dan berfokus pada pengambilan data rawan Karhutla, lalu kita juga memetakan sumber daya pemadaman apabila terjadi kebakaran,” kata Plt Kepala Seksi Karhutla Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan, Tri Setiawan pada Sabtu (8/8) dalam kegiatan Supervisi Patroli Terpadu di Posko Laura Banjarbaru.

Adapun, selain di wilayah Banjarbaru. Posko terpadu ini katanya juga berada di wilayah Banjarmasin, Kab Banjar dan Batola. “Total posko di Kalsel ada enam, sementara untuk se Kalimantan ada 18 posko,” kata Tri.

Dilanjutnya, meski posko terpadu tak bisa disebar secara banyak. Namun ditegaskannya bahwa cakupan kawasan patroli tidak terfokus di wilayah posko saja. Tetapi juga mengkaver wilayah sekitar yang termasuk dalam kategori rawan Karhutla.

“Misalnya di posko Landasan Ulin Utara, patroli yang dilakukan hingga ke wilayah Kalurahan Landasan Ulin Barat, Tengah dan Selatan. Demikian juga untuk posko terpadu di Landasan Ulin Timur, patroli dilakukan hingga ke kawasan Guntung payung dan guntung manggis,” jelasnya.

Masih kata Tri, meski belum ada ditemukan kasus. Posko terpadu ini juga terlibat dalam upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran. Meskipun saat ini katanya perlengkapan untuk pemadaman masih sebatas peralatan manual.

“Yang jelas akan kita pantau dan dilakukan upaya pemadaman secara manual dulu sembari berkoordinasi untuk minta bantuan ke posko induk di Mandiangin apabila api berpotensi membesar,” ujarnya.

Lalu apa hasil patroli tim terpadu selama satu kurang lebih bulan ini? Dijelaskan Tri, bahwa dari hasil pemantauan memang ada ditemukan beberapa lahan yang mulai kering dan memicu kerawanan Karhutla.

“Untuk titik atau sumber data air dari data kita masih tercukupi. Cuman memang ada lahan-lahan yang sudah kering, nah ini yang jadi perhatian kita untuk upaya pencegahan ke depannya,” jawabnya.

Ditambahkan oleh Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Banjar, Ibnu, apabila patroli terpadu berakhir di tanggal 11 Agustus nanti. Maka pihaknya tetap akan melakukan patroli Karhutla secara mandiri.

“Untuk patroli terpadu ini memang digelar setiap hari, dari pagi hingga sore. Nah berhubungan tanggal 11 akan berakhir, maka kita akan melanjutkan patroli secara mandiri,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalsel maupun wilayah Banjarbaru tentu berpotensi tinggi. Beberapa waktu lalu, karhutla terpantau di sejumlah titik.

Meski belum memasuki puncaknya. Potensi Karhutla tentu harus jadi atensi. Salah satunya adalah bagaimana upaya mitigasi sebelum terjadi. Semisal melakukan pemetaan wilayah rawan maupun patroli rutin.

Semenjak satu bulan terakhir, Manggala Agni Daerah Operasi Banjar yang meliputi Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola terus melakukan patroli Karhutla. Tujuannya adalah memetakan daerah rawan serta upaya penanggulangan.

Favehotel Banjarmasin

Khusus untuk di wilayah Banjarbaru, ada dua posko terpadu yang didirikan. Lokasinya di Kelurahan Landasan Ulin Utara (Laura) dan Landasan Ulin Timur. Komposisi poskonya gabungan, ada dari unsur Manggala Agni sendiri, lalu TNI, Polri dan juga masyarakat setempat.

“Posko ini aktif sejak 13 Juli hingga 11 Agustus. Untuk patrolinya dilakukan rutin dan berfokus pada pengambilan data rawan Karhutla, lalu kita juga memetakan sumber daya pemadaman apabila terjadi kebakaran,” kata Plt Kepala Seksi Karhutla Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan, Tri Setiawan pada Sabtu (8/8) dalam kegiatan Supervisi Patroli Terpadu di Posko Laura Banjarbaru.

Adapun, selain di wilayah Banjarbaru. Posko terpadu ini katanya juga berada di wilayah Banjarmasin, Kab Banjar dan Batola. “Total posko di Kalsel ada enam, sementara untuk se Kalimantan ada 18 posko,” kata Tri.

Dilanjutnya, meski posko terpadu tak bisa disebar secara banyak. Namun ditegaskannya bahwa cakupan kawasan patroli tidak terfokus di wilayah posko saja. Tetapi juga mengkaver wilayah sekitar yang termasuk dalam kategori rawan Karhutla.

“Misalnya di posko Landasan Ulin Utara, patroli yang dilakukan hingga ke wilayah Kalurahan Landasan Ulin Barat, Tengah dan Selatan. Demikian juga untuk posko terpadu di Landasan Ulin Timur, patroli dilakukan hingga ke kawasan Guntung payung dan guntung manggis,” jelasnya.

Masih kata Tri, meski belum ada ditemukan kasus. Posko terpadu ini juga terlibat dalam upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran. Meskipun saat ini katanya perlengkapan untuk pemadaman masih sebatas peralatan manual.

“Yang jelas akan kita pantau dan dilakukan upaya pemadaman secara manual dulu sembari berkoordinasi untuk minta bantuan ke posko induk di Mandiangin apabila api berpotensi membesar,” ujarnya.

Lalu apa hasil patroli tim terpadu selama satu kurang lebih bulan ini? Dijelaskan Tri, bahwa dari hasil pemantauan memang ada ditemukan beberapa lahan yang mulai kering dan memicu kerawanan Karhutla.

“Untuk titik atau sumber data air dari data kita masih tercukupi. Cuman memang ada lahan-lahan yang sudah kering, nah ini yang jadi perhatian kita untuk upaya pencegahan ke depannya,” jawabnya.

Ditambahkan oleh Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Banjar, Ibnu, apabila patroli terpadu berakhir di tanggal 11 Agustus nanti. Maka pihaknya tetap akan melakukan patroli Karhutla secara mandiri.

“Untuk patroli terpadu ini memang digelar setiap hari, dari pagi hingga sore. Nah berhubungan tanggal 11 akan berakhir, maka kita akan melanjutkan patroli secara mandiri,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/