alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Dibuat karena Dapat Wangsit, Warga Hancurkan Puluhan Makam Misterius di Pembataan

Kabupaten Tabalong memiliki tiga makam sejarah yang telah ratusan tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir di areal pemakaman itu, muncul makam-makam dengan nama misterius.

— Oleh: Ibnu Dwi Wahyudi, Tabalong —

Di Kelurahan Pembataan, Murung Pudak, ada tiga makam tua besar yang menjadi peninggalan sejarah. Makam -makam itu diyakini sebagai makam Datuk Harung, Datuk Manggal dan Datuk Rambut Panjang.

Favehotel Banjarmasin

Makam ketiganya berada persis di satu kawasan yang sama di areal sekitar kurang dari satu haktare. Ketiganya memiliki patok nisan kayu besar ulin tua. Kasat mata saja, makam ini bisa dilihat sudah berusia ratusan tahun. Ketiga makam juga berkubah dan diselimuti kain kuning, tanda keramat bagi kepercayaan orang Banjar.

Saking dipercaya sebagai makam keramat, ketiga makam ini biasa mendapatkan kunjungan ziarah, bahkan dari peziarah luar daerah. Baik di sekitaran banua, bahkan sampai Kalimantan Timur.

Namun pemakaman lain muncul dalam beberapa tahun terakhir. Padahal warga tidak mengetahui nama-nama yang dimakamkan di sana. Makam -makam baru ini mengatasnamakan habib atau zuriat Nabi.

Semua makam itu mengelilingi ketiga makam sejarah tersebut. Tak tanggung, jumlahnya mencapai 51 makam. Keresahan pun tercipta, adanya makam tak jelas ini menodai makam ulama tersohor.

Habib Muhammad Bagir Al Habsyi, Ketua Majelis Darul Ukhwah dan Ketua Pembina Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Tabalong tergerak untuk mengusutnya. Mereka pun mencari tahu akar permasalahan dengan mengajak diskusi pemilik tanah, Ariansyah.

Lewat dialog itu, akhirnya diketahui Ariansyah sendiri yang membuat makam-makam itu. Menariknya, dia melakukan itu karena terdorong wangsit lewat mimpi. “Dia (Ariansyah) mengakui dapatnya dari gaib. Padahal adanya zuriat Nabi Muhammad tidak langsung dapat dari mimpi,” tegas Habib Muhammad Bagir.

Setelah mengetahui duduk perkaranya, pihaknya pun meminta Ariyansyah menyetujui penghancuran atas makam-makam palsu itu. Tanda tangan Ariansyah dibubuhkan di atas kertas bermaterai 6.000.

Selain rombongan majelis dan GP Anshor, Habib Muhammad mengaku juga mengajak jajaran TNI dan kepolisian ke lokasi makam saat penghancuran. Palu-palu besar dihantamkan ke nisan makam palsu hingga menjadi puing. Tidak ada pembongkaran makam untuk mengecek karena Ariansyah memang telah mengaku memalsukan makam.

“Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati masalah makam. Jangan sekali-kali makam yang belum tahu sejarahnya, diberi kelambu kuning. Belum tentu makam itu keramat. Belum tentu,” jelas Habib.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kantor Kementerian AgamaKabupaten Tabalong, Rijani membenarkan penghancuran makam itu adalah inisiatif dari Pemuda Anshor.

Kemenag juga telah mendapat surat pemberitahuan akan tindakkan penghancuran makam palsu ini, dan menyetujuinya. Karena menurutnya ini juga untuk menjaga akidah masyarakat.

Sebenarnya, Kemenag sudah lama tahu adanya makam-makam misterius ini. Namun tidak bisa mencarikan solusinya. Bahkan, juga telah melaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tapi, berlarut panjang tanpa penyelesaian.

Ketua MUI Kabupaten Tabalong, H Sabilarrusdi ternyata juga sempat dikunjungi Habib Muhammad Bagir Al Habsyi dan rekanannya untuk meminta restu penghancuran makam fiktif. “Kami merasa khawatir karena umat Islam bisa terjebak, karena makam itu sebenarnya tidak ada,” ujarnya.

MUI sendiri sebenarnya juga telah mengetahui makam itu sudah ada sejak tahun 2000 an silam, namun belum ada respon yang baik dari warga masyarakat untuk menghancurkan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 18 Kelurahan Pembataan, Suwoto menceritakan, makam palsu itu sudah lama ada, bahkan sejak awal dirinya tinggal. “Saya tinggal sejak tahun 2000, makam palsu itu sudah ada,” ujarnya.

Memang sebelumnya pernah dia berdiskusi dengan pemilik tanah makam, H Ardiansyah. Alasan mengapa makam palsu itu dibuat lantaran mendapatkan mimpi, tapi dia sendiri kurang memahami. “Ilmu yang kaya itu saya tidak paham,” jelasnya.

Namun, terkait penghancuran makam palsu, Suwoto sangat setuju dilakukan, karena sepengetahuannya, makam asli hanya ada tiga buah.

Sayangnya, Ariansyah tidak bisa ditemui. Pemiliknya memiliki banyak rumah tinggal, namun tidak diketahui dimana menetap. (ibn/ran/ema)

Kabupaten Tabalong memiliki tiga makam sejarah yang telah ratusan tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir di areal pemakaman itu, muncul makam-makam dengan nama misterius.

— Oleh: Ibnu Dwi Wahyudi, Tabalong —

Di Kelurahan Pembataan, Murung Pudak, ada tiga makam tua besar yang menjadi peninggalan sejarah. Makam -makam itu diyakini sebagai makam Datuk Harung, Datuk Manggal dan Datuk Rambut Panjang.

Favehotel Banjarmasin

Makam ketiganya berada persis di satu kawasan yang sama di areal sekitar kurang dari satu haktare. Ketiganya memiliki patok nisan kayu besar ulin tua. Kasat mata saja, makam ini bisa dilihat sudah berusia ratusan tahun. Ketiga makam juga berkubah dan diselimuti kain kuning, tanda keramat bagi kepercayaan orang Banjar.

Saking dipercaya sebagai makam keramat, ketiga makam ini biasa mendapatkan kunjungan ziarah, bahkan dari peziarah luar daerah. Baik di sekitaran banua, bahkan sampai Kalimantan Timur.

Namun pemakaman lain muncul dalam beberapa tahun terakhir. Padahal warga tidak mengetahui nama-nama yang dimakamkan di sana. Makam -makam baru ini mengatasnamakan habib atau zuriat Nabi.

Semua makam itu mengelilingi ketiga makam sejarah tersebut. Tak tanggung, jumlahnya mencapai 51 makam. Keresahan pun tercipta, adanya makam tak jelas ini menodai makam ulama tersohor.

Habib Muhammad Bagir Al Habsyi, Ketua Majelis Darul Ukhwah dan Ketua Pembina Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Tabalong tergerak untuk mengusutnya. Mereka pun mencari tahu akar permasalahan dengan mengajak diskusi pemilik tanah, Ariansyah.

Lewat dialog itu, akhirnya diketahui Ariansyah sendiri yang membuat makam-makam itu. Menariknya, dia melakukan itu karena terdorong wangsit lewat mimpi. “Dia (Ariansyah) mengakui dapatnya dari gaib. Padahal adanya zuriat Nabi Muhammad tidak langsung dapat dari mimpi,” tegas Habib Muhammad Bagir.

Setelah mengetahui duduk perkaranya, pihaknya pun meminta Ariyansyah menyetujui penghancuran atas makam-makam palsu itu. Tanda tangan Ariansyah dibubuhkan di atas kertas bermaterai 6.000.

Selain rombongan majelis dan GP Anshor, Habib Muhammad mengaku juga mengajak jajaran TNI dan kepolisian ke lokasi makam saat penghancuran. Palu-palu besar dihantamkan ke nisan makam palsu hingga menjadi puing. Tidak ada pembongkaran makam untuk mengecek karena Ariansyah memang telah mengaku memalsukan makam.

“Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati masalah makam. Jangan sekali-kali makam yang belum tahu sejarahnya, diberi kelambu kuning. Belum tentu makam itu keramat. Belum tentu,” jelas Habib.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kantor Kementerian AgamaKabupaten Tabalong, Rijani membenarkan penghancuran makam itu adalah inisiatif dari Pemuda Anshor.

Kemenag juga telah mendapat surat pemberitahuan akan tindakkan penghancuran makam palsu ini, dan menyetujuinya. Karena menurutnya ini juga untuk menjaga akidah masyarakat.

Sebenarnya, Kemenag sudah lama tahu adanya makam-makam misterius ini. Namun tidak bisa mencarikan solusinya. Bahkan, juga telah melaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tapi, berlarut panjang tanpa penyelesaian.

Ketua MUI Kabupaten Tabalong, H Sabilarrusdi ternyata juga sempat dikunjungi Habib Muhammad Bagir Al Habsyi dan rekanannya untuk meminta restu penghancuran makam fiktif. “Kami merasa khawatir karena umat Islam bisa terjebak, karena makam itu sebenarnya tidak ada,” ujarnya.

MUI sendiri sebenarnya juga telah mengetahui makam itu sudah ada sejak tahun 2000 an silam, namun belum ada respon yang baik dari warga masyarakat untuk menghancurkan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 18 Kelurahan Pembataan, Suwoto menceritakan, makam palsu itu sudah lama ada, bahkan sejak awal dirinya tinggal. “Saya tinggal sejak tahun 2000, makam palsu itu sudah ada,” ujarnya.

Memang sebelumnya pernah dia berdiskusi dengan pemilik tanah makam, H Ardiansyah. Alasan mengapa makam palsu itu dibuat lantaran mendapatkan mimpi, tapi dia sendiri kurang memahami. “Ilmu yang kaya itu saya tidak paham,” jelasnya.

Namun, terkait penghancuran makam palsu, Suwoto sangat setuju dilakukan, karena sepengetahuannya, makam asli hanya ada tiga buah.

Sayangnya, Ariansyah tidak bisa ditemui. Pemiliknya memiliki banyak rumah tinggal, namun tidak diketahui dimana menetap. (ibn/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/