alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

GEMESSSS…!!! Knalpot Bising Dicincang

BANJARMASIN – Sejumlah knalpot motor hasil razia Operasi Patuh Intan 2020 dimusnahkan di Mapolresta Banjarmasin, (6/8). Dengan cara dipotong-potong dengan gergaji mesin. Hingga menjadi bagian-bagian kecil.

Total, ada sebanyak 56 knalpot brong atau bising yang dihancurkan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan bersama Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf.

Razia itu sendiri digelar selama 14 hari. Itu baru satu pelanggaran. Selain menindak motor modifikasi ala racing, polisi juga menindak pengendara yang mengenakan helm dan sabuk pengaman.

Favehotel Banjarmasin

“Total yang terdata selama operasi adalah 2.082 pelanggaran. Masih didominasi pengguna roda dua,” sebut Rachmat.

“Pelanggaran administrasi atau surat-menyurat berkendara sebanyak 182. Main handphone ketika di jalan raya sebanyak 18. Lalu tak mengenakan helm sebanyak 538 pengendara,” rincinya.

Dia mengklaim, angka korban kecelakaan lalu lintas menurun 100 persen selama operasi digelar. Tentu efeknya hanya sebentar. Maka masyarakat diminta lebih disiplin ketika berada di jalan raya.

Secara khusus, Rachmat meminta orang tua agar tak memberikan izin kepada anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai motor. Apalagi sampai diajari.

“Operasi ini hanya pengingat. Agar pengendara kembali patuh dan tertib. Lebih penting adalah keselamatan mereka, bukan karena takut ditilang,” tegasnya.

Gustaf menambahkan, jumlah pelanggar operasi 2020 turun dratis jika dibandingkan operasi 2019. “Dibandingkan tahun lalu yang mencapai empat ribuan pelanggar,” pungkasnya. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Sejumlah knalpot motor hasil razia Operasi Patuh Intan 2020 dimusnahkan di Mapolresta Banjarmasin, (6/8). Dengan cara dipotong-potong dengan gergaji mesin. Hingga menjadi bagian-bagian kecil.

Total, ada sebanyak 56 knalpot brong atau bising yang dihancurkan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan bersama Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf.

Razia itu sendiri digelar selama 14 hari. Itu baru satu pelanggaran. Selain menindak motor modifikasi ala racing, polisi juga menindak pengendara yang mengenakan helm dan sabuk pengaman.

Favehotel Banjarmasin

“Total yang terdata selama operasi adalah 2.082 pelanggaran. Masih didominasi pengguna roda dua,” sebut Rachmat.

“Pelanggaran administrasi atau surat-menyurat berkendara sebanyak 182. Main handphone ketika di jalan raya sebanyak 18. Lalu tak mengenakan helm sebanyak 538 pengendara,” rincinya.

Dia mengklaim, angka korban kecelakaan lalu lintas menurun 100 persen selama operasi digelar. Tentu efeknya hanya sebentar. Maka masyarakat diminta lebih disiplin ketika berada di jalan raya.

Secara khusus, Rachmat meminta orang tua agar tak memberikan izin kepada anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai motor. Apalagi sampai diajari.

“Operasi ini hanya pengingat. Agar pengendara kembali patuh dan tertib. Lebih penting adalah keselamatan mereka, bukan karena takut ditilang,” tegasnya.

Gustaf menambahkan, jumlah pelanggar operasi 2020 turun dratis jika dibandingkan operasi 2019. “Dibandingkan tahun lalu yang mencapai empat ribuan pelanggar,” pungkasnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/