alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 5 July 2022

BBTKLPP: Sepanjang Pagebluk, Kualitas Udara Diprediksi Membaik

BANJARBARU – Berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah selama pandemi Covid-19, ternyata berdampak bagus untuk kesehatan lingkungan di Kalsel.

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru memprediksi kualitas udara akan membaik sepanjang pagebluk ini.

“Selama pandemi ini aktivitas secara umum berkurang, termasuk eksploitasi lingkungan dan polusi dari kendaraan. Sehingga potensi membaik itu ada,” kata Kepala Bidang Suveilans Epidemilogi pada BBTKLPP Banjarbaru Hamidi, kemarin.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, pada tahun ini BBTKLPP Banjarbaru memang belum mengukur kualitas udara di Kalsel. Namun disampaikannya, dari pengamatan mereka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa daerah dalam kategori baik. “Beberapa juga mulai mengarah ke sedang,” ungkapnya.

ISPU dengan kategori baik ke sedang sendiri lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Karena pada September 2019, hasil ISPU yang diukur BBTKLPP Banjarbaru di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, Jalan Angkasa, Landasan Ulin menunjukkan udara di Banjarbaru masuk kategori sangat tidak sehat.

Itu diketahui lantaran indeks pencemaran maksimum PM 10 atau partikel dengan diameter 10 mikrometer di kawasan itu berada di level 200.

Indeks pencemaran maksimum sendiri dari 0 hingga 500. Jika indeks 0-50, maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Namun, apabila masuk level 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel juga belum melakukan pengukuran kualitas udara selama masa pandemi ini. Sehingga, mereka belum mengetahui bagaimana ISPU di Kalsel saat ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, pemantauan kualitas udara baru akan dilakukan pada pekan ketiga Agustus 2020 ini.

“Tapi kalau pemantauan kualitas air sungai di 13 kabupaten/kota oleh Dinas LH Kasel baru mulai pada akhir Juli dan berakhir di awal Agustus ini. Saat ini sampelnya masih proses analisis di laboratorium,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah selama pandemi Covid-19, ternyata berdampak bagus untuk kesehatan lingkungan di Kalsel.

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru memprediksi kualitas udara akan membaik sepanjang pagebluk ini.

“Selama pandemi ini aktivitas secara umum berkurang, termasuk eksploitasi lingkungan dan polusi dari kendaraan. Sehingga potensi membaik itu ada,” kata Kepala Bidang Suveilans Epidemilogi pada BBTKLPP Banjarbaru Hamidi, kemarin.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, pada tahun ini BBTKLPP Banjarbaru memang belum mengukur kualitas udara di Kalsel. Namun disampaikannya, dari pengamatan mereka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa daerah dalam kategori baik. “Beberapa juga mulai mengarah ke sedang,” ungkapnya.

ISPU dengan kategori baik ke sedang sendiri lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Karena pada September 2019, hasil ISPU yang diukur BBTKLPP Banjarbaru di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, Jalan Angkasa, Landasan Ulin menunjukkan udara di Banjarbaru masuk kategori sangat tidak sehat.

Itu diketahui lantaran indeks pencemaran maksimum PM 10 atau partikel dengan diameter 10 mikrometer di kawasan itu berada di level 200.

Indeks pencemaran maksimum sendiri dari 0 hingga 500. Jika indeks 0-50, maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Namun, apabila masuk level 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel juga belum melakukan pengukuran kualitas udara selama masa pandemi ini. Sehingga, mereka belum mengetahui bagaimana ISPU di Kalsel saat ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, pemantauan kualitas udara baru akan dilakukan pada pekan ketiga Agustus 2020 ini.

“Tapi kalau pemantauan kualitas air sungai di 13 kabupaten/kota oleh Dinas LH Kasel baru mulai pada akhir Juli dan berakhir di awal Agustus ini. Saat ini sampelnya masih proses analisis di laboratorium,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/