alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Sekda dan Empat Pejabat Positif Covid, Perkantoran Pemko Ditutup Dua Hari

BANJARBARU – Langkah cepat diambil Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menyusul sejumlah pejabat daerah yang terpapar Covid-19. Mengantisipasi terjadinya penyebaran virus secara masif, seluruh perkantoran milik Pemko Banjarbaru ditutup selama dua hari: Senin (3/8) hingga Selasa (4/8).

Selama penutupan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru melakukan sterilisasi ruangan melalui penyemprotan disinfektan. Bersamaan dengan itu, seluruh layanan publik dihentikan sementara waktu. Terkecuali, layanan kesehatan di Puskemas yang tetap dibuka secara terbatas.

Sterilisasi sendiri tertuang dalam Surat Edaran Wakil Wali Kota Nomor 800/BKPP/2020 Tentang Sterilisasi Ruang Perkantoran Pemerintah Kota Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan, penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor difokuskan di dalam ruangan. “Kami akan mengerahkan armada induk dan dibantu armada Brimob. Insya Allah, pukul 09.00 Wita sudah dimulai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza, menyatakan bahwa kebijakan penutupan pelayanan dilonggarkan khusus untuk layanan kesehatan. Puskemas akan tetap buka, tapi dengan waktu yang terbatas.

“Memperhatikan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, apalagi setelah libur panjang Hari Raya Idhuladha, maka kami putuskan Puskesmas tetap buka memberikan pelayanan kesehatan secara terbatas pada hari Senin dan Selasa besok,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti rencana untuk melakukan sterilisasi di seluruh Puskemas diurungkan. Dinkes Banjarbaru memastikan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan tetap terlaksana, dengan membatasi jam layanan kesehatan terhadap masyarakat.

Riza menyampaikan, layanan kesehatan di Puskemas pada Senin dan Selasa hanya buka dari pukul 08.00 Wita sampai 09.30 Wita. Setelah itu, layanan ditutup dan dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan.

“Kami mohon maaf jika dua hari ke depan, layanan belum bisa maksimal. Tapi, saya harap masyarakat mengerti, karena sterilisasi lingkungan Puskesmas tujuannya untuk melindungi masyarakat dan petugas kesehatan yang bertugas,” pungkasnya.

Sekda dan Empat Pejabat Positif Covid

Sebelumnya, Pemko Banjarbaru tengah digemparkan virus corona. Setelah sang Wali Kota, Nadjmi Adhani beserta istrinya Ririen Kartika Rini, selanjutnya Sekretaris Daerah Said Abdullah dan empat pejabat lainnya juga diumumkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pengumuman sendiri disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, Sabtu (1/8) tadi. “Hasil swab dan PCR kami terima, Kamis (30/7). Sekda dan empat pejabat, termasuk ajudan dan sopir pribadi Sekda positif Covid-19,” ujar Wawali melalui video konferensi.

Didampingi Kadis Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza, Plt Kadis Kominfo Iwan Setiawan, Kabag Humas dan Protokol Dedy Sutoyo serta Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Zaini, Wawali menyebutkan satu-persatu nama pejabat yang positif.

Pria yang akrab disapa Jaya ini merincikan, selain sekda, empat pejabat lain yang dinyatakan positif Covid-19 yakni, Kepala BPKAD Jainudin, Kepala Bappeda Kanafi, Kepala BKPP Sri Lailana serta Kepala Bagian Hukum Setdako, Gugus.

Dia mengungkapkan, keempat pejabat beserta ajudan dan sopir sekda kini menjalani karantina di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), di Jalan Gotong Royong, Banjarbaru. Sedangkan Sekda, memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ditekankan Jaya, pejabat yang menjalani karantina di LPMP dan Sekda yang melakukan karantina mandiri berada di dalam pengawasan Dinkes Banjarbaru. Sehingga, perkembangan kesehatan mereka selalu terpantau.

“Kondisi mereka stabil tanpa gejala klinis, bisa diistilahkan Orang Tanpa Gejala (OTG). Tapi, mereka wajib mengikuti aktivitas dan olahraga untuk meningkatkan imunitas karena virus ini tidak ada obatnya,” bebernya.

Selanjutnya, Jaya juga meluruskan informasi dari berbagai media yang keliru, terkait dirinya maupun istri disebut positif. Menurutnya, hal itu tidak benar, karena hasil swab menyatakan negatif terinfeksi Covid-19.

“Status saya maupun istri hasil swab negatif, juga ajudan wali kota hasilnya negatif. Kami ingin meluruskan informasi di berbagai media yang menyatakan status kami positif Covid-19,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kabar wali kota dan istrinya, yang sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (25/7) tadi? Jaya menuturkan, kondisi Nadjmi Adhani dan istri semakin membaik dan menuju pemulihan. “Selera makan tinggi dan bisa menjalankan aktivitas rutin seperti beribadah serta aktivitas lainnya,” tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah mengambil plasma darah dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) agar mempercepat penyembuhan wali kota dan istri yang saat ini tengah dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.

Dia meminta doa kepada seluruh masyarakat, supaya para terkonfirmasi positif segera sembuh dan pandemi ini segera berakhir. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat patuh dan mentaati protokol kesehatan selama menjalankan aktivitas di luar rumah, demi terhindar dari Covid-19.

“Satu hal yang perlu kita tekankan bahwa ancaman Virus ini benar-benar nyata dan ada. Bisa menyerang siapa saja. Jadi, selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru masih irit informasi soal faktor terjadinya penularan Covid-19 terhadap para pejabat Pemko Banjarbaru dan wali kota. Hanya saja menurut riwayat aktivitas, antara 15 juli sampai 19 Juli, wali kota bersama lima pejabat lainnya melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Kadinkes Banjarbaru Rizana Mirza menduga, penularan Covid-19 terhadap wali kota, sekda dan empat pejabat pemko kemungkinan karena banyaknya kegiatan yang diikuti. Sehingga tertular orang lain yang lebih dulu terinfeksi.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran kemungkinan penularan dari mana. “Mereka yang kontak erat dengan empat pejabat juga diperiksa swab untuk memastikan statusnya,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Banjarbaru ini.

Lantas, dengan melihat kondisi ini, apakah penyebaran Covid-19 sudah dikatakan masuk dalam klaster Pemko Banjarbaru? Riza membantah jika sebutan tersebut justru digaungkan ke publik.

Sebab, menurutnya untuk dikatakan sebagai klaster, kasus Covid-19 di lingkungan perkantoran jumlahnya terus berkembang dan menularkan ke lingkungan lain. Sedangkan, saat ini belum diketahui berapa ASN di setiap kantor yang terpapar Covid-19.

“Upaya tracing dan testing masih kami lakukan. Kami belum bisa melakukan tes swab secara massal karena harus antre juga. Jadi untuk saat ini, saya tidak membenarkan bahwa sudah disebut klaster,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Langkah cepat diambil Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menyusul sejumlah pejabat daerah yang terpapar Covid-19. Mengantisipasi terjadinya penyebaran virus secara masif, seluruh perkantoran milik Pemko Banjarbaru ditutup selama dua hari: Senin (3/8) hingga Selasa (4/8).

Selama penutupan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru melakukan sterilisasi ruangan melalui penyemprotan disinfektan. Bersamaan dengan itu, seluruh layanan publik dihentikan sementara waktu. Terkecuali, layanan kesehatan di Puskemas yang tetap dibuka secara terbatas.

Sterilisasi sendiri tertuang dalam Surat Edaran Wakil Wali Kota Nomor 800/BKPP/2020 Tentang Sterilisasi Ruang Perkantoran Pemerintah Kota Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan, penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor difokuskan di dalam ruangan. “Kami akan mengerahkan armada induk dan dibantu armada Brimob. Insya Allah, pukul 09.00 Wita sudah dimulai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza, menyatakan bahwa kebijakan penutupan pelayanan dilonggarkan khusus untuk layanan kesehatan. Puskemas akan tetap buka, tapi dengan waktu yang terbatas.

“Memperhatikan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, apalagi setelah libur panjang Hari Raya Idhuladha, maka kami putuskan Puskesmas tetap buka memberikan pelayanan kesehatan secara terbatas pada hari Senin dan Selasa besok,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti rencana untuk melakukan sterilisasi di seluruh Puskemas diurungkan. Dinkes Banjarbaru memastikan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan tetap terlaksana, dengan membatasi jam layanan kesehatan terhadap masyarakat.

Riza menyampaikan, layanan kesehatan di Puskemas pada Senin dan Selasa hanya buka dari pukul 08.00 Wita sampai 09.30 Wita. Setelah itu, layanan ditutup dan dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan.

“Kami mohon maaf jika dua hari ke depan, layanan belum bisa maksimal. Tapi, saya harap masyarakat mengerti, karena sterilisasi lingkungan Puskesmas tujuannya untuk melindungi masyarakat dan petugas kesehatan yang bertugas,” pungkasnya.

Sekda dan Empat Pejabat Positif Covid

Sebelumnya, Pemko Banjarbaru tengah digemparkan virus corona. Setelah sang Wali Kota, Nadjmi Adhani beserta istrinya Ririen Kartika Rini, selanjutnya Sekretaris Daerah Said Abdullah dan empat pejabat lainnya juga diumumkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pengumuman sendiri disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, Sabtu (1/8) tadi. “Hasil swab dan PCR kami terima, Kamis (30/7). Sekda dan empat pejabat, termasuk ajudan dan sopir pribadi Sekda positif Covid-19,” ujar Wawali melalui video konferensi.

Didampingi Kadis Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza, Plt Kadis Kominfo Iwan Setiawan, Kabag Humas dan Protokol Dedy Sutoyo serta Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Zaini, Wawali menyebutkan satu-persatu nama pejabat yang positif.

Pria yang akrab disapa Jaya ini merincikan, selain sekda, empat pejabat lain yang dinyatakan positif Covid-19 yakni, Kepala BPKAD Jainudin, Kepala Bappeda Kanafi, Kepala BKPP Sri Lailana serta Kepala Bagian Hukum Setdako, Gugus.

Dia mengungkapkan, keempat pejabat beserta ajudan dan sopir sekda kini menjalani karantina di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), di Jalan Gotong Royong, Banjarbaru. Sedangkan Sekda, memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ditekankan Jaya, pejabat yang menjalani karantina di LPMP dan Sekda yang melakukan karantina mandiri berada di dalam pengawasan Dinkes Banjarbaru. Sehingga, perkembangan kesehatan mereka selalu terpantau.

“Kondisi mereka stabil tanpa gejala klinis, bisa diistilahkan Orang Tanpa Gejala (OTG). Tapi, mereka wajib mengikuti aktivitas dan olahraga untuk meningkatkan imunitas karena virus ini tidak ada obatnya,” bebernya.

Selanjutnya, Jaya juga meluruskan informasi dari berbagai media yang keliru, terkait dirinya maupun istri disebut positif. Menurutnya, hal itu tidak benar, karena hasil swab menyatakan negatif terinfeksi Covid-19.

“Status saya maupun istri hasil swab negatif, juga ajudan wali kota hasilnya negatif. Kami ingin meluruskan informasi di berbagai media yang menyatakan status kami positif Covid-19,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kabar wali kota dan istrinya, yang sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (25/7) tadi? Jaya menuturkan, kondisi Nadjmi Adhani dan istri semakin membaik dan menuju pemulihan. “Selera makan tinggi dan bisa menjalankan aktivitas rutin seperti beribadah serta aktivitas lainnya,” tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah mengambil plasma darah dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) agar mempercepat penyembuhan wali kota dan istri yang saat ini tengah dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.

Dia meminta doa kepada seluruh masyarakat, supaya para terkonfirmasi positif segera sembuh dan pandemi ini segera berakhir. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat patuh dan mentaati protokol kesehatan selama menjalankan aktivitas di luar rumah, demi terhindar dari Covid-19.

“Satu hal yang perlu kita tekankan bahwa ancaman Virus ini benar-benar nyata dan ada. Bisa menyerang siapa saja. Jadi, selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru masih irit informasi soal faktor terjadinya penularan Covid-19 terhadap para pejabat Pemko Banjarbaru dan wali kota. Hanya saja menurut riwayat aktivitas, antara 15 juli sampai 19 Juli, wali kota bersama lima pejabat lainnya melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Kadinkes Banjarbaru Rizana Mirza menduga, penularan Covid-19 terhadap wali kota, sekda dan empat pejabat pemko kemungkinan karena banyaknya kegiatan yang diikuti. Sehingga tertular orang lain yang lebih dulu terinfeksi.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran kemungkinan penularan dari mana. “Mereka yang kontak erat dengan empat pejabat juga diperiksa swab untuk memastikan statusnya,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Banjarbaru ini.

Lantas, dengan melihat kondisi ini, apakah penyebaran Covid-19 sudah dikatakan masuk dalam klaster Pemko Banjarbaru? Riza membantah jika sebutan tersebut justru digaungkan ke publik.

Sebab, menurutnya untuk dikatakan sebagai klaster, kasus Covid-19 di lingkungan perkantoran jumlahnya terus berkembang dan menularkan ke lingkungan lain. Sedangkan, saat ini belum diketahui berapa ASN di setiap kantor yang terpapar Covid-19.

“Upaya tracing dan testing masih kami lakukan. Kami belum bisa melakukan tes swab secara massal karena harus antre juga. Jadi untuk saat ini, saya tidak membenarkan bahwa sudah disebut klaster,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/