alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Puluhan Miliar untuk Banjarbaru ‘Disunat’ Pusat

BANJARBARU – Di tahun 2022 ini, Pemko Banjarbaru terpaksa harus merelakan kehilangan puluhan miliar rupiah anggarannya. Hal ini buntut dipangkasnya Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh pemerintah pusat.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin, total DAK yang diterima Pemko Banjarbaru tahun ini memang mengalami pengurangan.

Dirincinya, untuk tahun ini Pemko tak dapat kucuran dana dari DAK Penugasan. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, DAK kategori ini jumlahnya mencapai belasan miliar rupiah.

“Kita tahun ini hanya dapat DAK reguler saja. Untuk yang (DAK) penugasan tidak ada sama sekali, tahun sebelumnya kita dapat DAK Penugasan itu Rp 13 miliar,” katanya.

Diantara DAK Reguler yang masih diterima Pemko, Jainuddin turut mengatakan jika jumlah DAK Fisik juga mengalami pemangkasan. Pemotongannya diketahui cukup besar yakni mencapai Rp 33 miliar.

Baca Juga :  Jadi Daerah Penyangga, Tak Ada Anggaran Khusus IKN untuk Tabalong

“Kita dapat DAK Fisik tahun ini sekitar Rp23 miliar dari tahun lalu yang mencapai Rp 57 miliar. Jadi memang ada penurunan di tahun ini,” tambahnya.

Selain kehilangan DAK Penugasan serta DAK kategori fisik yang disunat. Pemko Banjarbaru tahun ini juga kehilangan kucuran anggaran dari pusat lainnya, yakni Dana Insentif Daerah  atau DID.

“Iya, untuk DID ini kosong sama sekali, artinya tidak dapat. Biasanya anggarannya lumayan banyak, tahun lalu itu dapat Rp16 miliar,” katanya.

Lantas apa yang menyebabkan adanya pemangkasan dana dari pusat ini? Jainuddin menjawab bahwa kondisi ini diklaimnya memang disinyalir kuat turut terjadi di seluruh pemerintah daerah.

“Memang jika diamati kondisi keuangan negara kita belum pulih, DAK nya menurun dan DAU tidak naik. Kondisi ini hampir seluruh Indonesia kemungkinannya sama,” nilainya.

Baca Juga :  DAK Mungkin Berkurang, Banjarmasin Harus Biasakan Diri dengan Status Baru

Namun, meski DAK Fisik dipangkas dan tidak mendapat DAK penugasan serta DID. Tahun 2022 ini Kota Banjarbaru kata Jainuddin masih dapat penambahan anggaran di sektor DAK non fisik sebesar Rp 30 miliar. Penambahan ini membuat alokasi DAK non fisik untuk Pemko Banjarbaru tahun 2022 bertambah jadi 107 miliar rupiah.

“Untuk yang non fisik ini kita tahun lalu hanya Rp 74 miliar, nah sekarang bertambah jadi 107 miliar rupiah, jadi ada kenaikan di sektor ini. Penambahan ini karena ada item baru, misalnya dulu BOS (Bantuan Operasional Sekolah) reguler tidak masuk Pemda, nah sekarang lewat Pemda,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Di tahun 2022 ini, Pemko Banjarbaru terpaksa harus merelakan kehilangan puluhan miliar rupiah anggarannya. Hal ini buntut dipangkasnya Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh pemerintah pusat.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin, total DAK yang diterima Pemko Banjarbaru tahun ini memang mengalami pengurangan.

Dirincinya, untuk tahun ini Pemko tak dapat kucuran dana dari DAK Penugasan. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, DAK kategori ini jumlahnya mencapai belasan miliar rupiah.

“Kita tahun ini hanya dapat DAK reguler saja. Untuk yang (DAK) penugasan tidak ada sama sekali, tahun sebelumnya kita dapat DAK Penugasan itu Rp 13 miliar,” katanya.

Diantara DAK Reguler yang masih diterima Pemko, Jainuddin turut mengatakan jika jumlah DAK Fisik juga mengalami pemangkasan. Pemotongannya diketahui cukup besar yakni mencapai Rp 33 miliar.

Baca Juga :  DAK Mungkin Berkurang, Banjarmasin Harus Biasakan Diri dengan Status Baru

“Kita dapat DAK Fisik tahun ini sekitar Rp23 miliar dari tahun lalu yang mencapai Rp 57 miliar. Jadi memang ada penurunan di tahun ini,” tambahnya.

Selain kehilangan DAK Penugasan serta DAK kategori fisik yang disunat. Pemko Banjarbaru tahun ini juga kehilangan kucuran anggaran dari pusat lainnya, yakni Dana Insentif Daerah  atau DID.

“Iya, untuk DID ini kosong sama sekali, artinya tidak dapat. Biasanya anggarannya lumayan banyak, tahun lalu itu dapat Rp16 miliar,” katanya.

Lantas apa yang menyebabkan adanya pemangkasan dana dari pusat ini? Jainuddin menjawab bahwa kondisi ini diklaimnya memang disinyalir kuat turut terjadi di seluruh pemerintah daerah.

“Memang jika diamati kondisi keuangan negara kita belum pulih, DAK nya menurun dan DAU tidak naik. Kondisi ini hampir seluruh Indonesia kemungkinannya sama,” nilainya.

Baca Juga :  Gagal di Tahun 2020, HST Berhasil Raih WTP 2021

Namun, meski DAK Fisik dipangkas dan tidak mendapat DAK penugasan serta DID. Tahun 2022 ini Kota Banjarbaru kata Jainuddin masih dapat penambahan anggaran di sektor DAK non fisik sebesar Rp 30 miliar. Penambahan ini membuat alokasi DAK non fisik untuk Pemko Banjarbaru tahun 2022 bertambah jadi 107 miliar rupiah.

“Untuk yang non fisik ini kita tahun lalu hanya Rp 74 miliar, nah sekarang bertambah jadi 107 miliar rupiah, jadi ada kenaikan di sektor ini. Penambahan ini karena ada item baru, misalnya dulu BOS (Bantuan Operasional Sekolah) reguler tidak masuk Pemda, nah sekarang lewat Pemda,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/