alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Sepekan Terapkan PSBB, Wali Kota Akui ada Miskomunikasi

Ketika PSBB hanya diterapkan di satu kota, tak serentak oleh satu provinsi, masalah pun otomatis bermunculan di perbatasan.

BANJARMASIN – Penjagaan jam malam di batas kota pada Selasa (28/4) dikawal personel Polresta Banjarmasin. Minus personel Satpol PP atau Dinas Perhubungan dari Pemko Banjarmasin. Ada apa?

Malam itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina turun ke lapangan. Kepada awak media, ia mengakui telah terjadi kekeliruan.

“Ada miskomunikasi, mudahan segera bisa diatasi,” ujarnya.

Dia berjanji akan mengerahkan personel pemko untuk menjaga pintu gerbang Jalan Ahmad Yani kilometer 6, perbatasan antara Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

“Pemprov juga sudah siap menyatakan akan menerjunkan Satpol PP-nya. Mudahan normal kembali. Agar pelaksanaan PSBB di Banjarmasin bisa didukung semua pihak,” tambahnya diplomatis.

Polemik dipicu perbedaaan dalam memahami penerapan aturan jam malam. Personel pemko menuntut, bahwa ketika jam malam telah dimulai, maka arus masuk dan keluar kendaraan tak hanya dibatasi. Tapi benar-benar disetop sementara.

Tak peduli bahwa pengendara mampu menunjukkan KTP asal Banjarmasin. Pengecualian hanya berlaku untuk angkutan bahan pangan, truk BBM dan ambulans.

Sementara polisi mengkhawatirkan kemacetan, penumpukan kendaraan di batas kota. Hingga menyarankan agar pagar penghalang dipinggirkan.

Namun, Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo sudah menepisnya. Kerja sama pemerintah dan aparat masih solid. Bahwa polres akan terus mendukung pemko dalam menghadapi pandemi. “Dengan cara mendukung peraturan wali kota,” tegasnya.

Sabana juga menegaskan, pihaknya menganut prinsip Satya Haprabu. Setia kepada negara dan pimpinan. “Kami tidak perlu melihat siapa. Yang mau bekerja sama, ayo bersama-sama melakukan tugas dengan benar,” tambahnya. (war/fud/ema)

Ketika PSBB hanya diterapkan di satu kota, tak serentak oleh satu provinsi, masalah pun otomatis bermunculan di perbatasan.

BANJARMASIN – Penjagaan jam malam di batas kota pada Selasa (28/4) dikawal personel Polresta Banjarmasin. Minus personel Satpol PP atau Dinas Perhubungan dari Pemko Banjarmasin. Ada apa?

Malam itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina turun ke lapangan. Kepada awak media, ia mengakui telah terjadi kekeliruan.

“Ada miskomunikasi, mudahan segera bisa diatasi,” ujarnya.

Dia berjanji akan mengerahkan personel pemko untuk menjaga pintu gerbang Jalan Ahmad Yani kilometer 6, perbatasan antara Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

“Pemprov juga sudah siap menyatakan akan menerjunkan Satpol PP-nya. Mudahan normal kembali. Agar pelaksanaan PSBB di Banjarmasin bisa didukung semua pihak,” tambahnya diplomatis.

Polemik dipicu perbedaaan dalam memahami penerapan aturan jam malam. Personel pemko menuntut, bahwa ketika jam malam telah dimulai, maka arus masuk dan keluar kendaraan tak hanya dibatasi. Tapi benar-benar disetop sementara.

Tak peduli bahwa pengendara mampu menunjukkan KTP asal Banjarmasin. Pengecualian hanya berlaku untuk angkutan bahan pangan, truk BBM dan ambulans.

Sementara polisi mengkhawatirkan kemacetan, penumpukan kendaraan di batas kota. Hingga menyarankan agar pagar penghalang dipinggirkan.

Namun, Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo sudah menepisnya. Kerja sama pemerintah dan aparat masih solid. Bahwa polres akan terus mendukung pemko dalam menghadapi pandemi. “Dengan cara mendukung peraturan wali kota,” tegasnya.

Sabana juga menegaskan, pihaknya menganut prinsip Satya Haprabu. Setia kepada negara dan pimpinan. “Kami tidak perlu melihat siapa. Yang mau bekerja sama, ayo bersama-sama melakukan tugas dengan benar,” tambahnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/