alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

GEGER..! Penjaga Cafe Meninggal di Dapur

RANTAU – Pengguna Jalan Sudirman Kelurahan Rantau Kiwa Kecamatan Tapin Utara, digegerkan dengan adanya penemuan mayat di sebuah cafe, Selasa (28/4) sore.  Identitas mayat bernama Edi Muad, biasa dipanggil Capak (53), pencaga malam di cafe itu.

Kapolsek Tapin Utara, Ipda Subroto Rindang Ari Setyawan menuturkan, pihak yang menemukan awal mayat tersebut adalah pemilik cafe. “Saat itu pemilik cafe membuka pintu. Ternyata korban sudah tergeletak di bagian dapur dengan posisi terlentang,” ungkapnya.

Setelah menemukan pria yang bekerja ditempatnya tergeletak, ia langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tapin Utara, tidak terlalu jauh dari lokasi peristiwa.

“Langsung kami tangani bersama unit identifikasi Sat Reskrim Polres Tapin dibantu tim penanganan Puskesmas Tapin Utara dan tenaga relawan,” ucapnya.

Karena situasi pandemi Covid-19, untuk evakuasi mayat tersebut menggunakan protokol keamanan Covid-19. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran virus.

“Setelah diperiksa tim kesehatan rumah sakit, mayat yang meninggal tidak ada sangkut pautnya dengan Covid-19. Ini murni karena sakit yang sudah lama dideritanya, karena yang bersangkutan ada riwayat penyakit maag,” jelasnya. (dly/ema)

RANTAU – Pengguna Jalan Sudirman Kelurahan Rantau Kiwa Kecamatan Tapin Utara, digegerkan dengan adanya penemuan mayat di sebuah cafe, Selasa (28/4) sore.  Identitas mayat bernama Edi Muad, biasa dipanggil Capak (53), pencaga malam di cafe itu.

Kapolsek Tapin Utara, Ipda Subroto Rindang Ari Setyawan menuturkan, pihak yang menemukan awal mayat tersebut adalah pemilik cafe. “Saat itu pemilik cafe membuka pintu. Ternyata korban sudah tergeletak di bagian dapur dengan posisi terlentang,” ungkapnya.

Setelah menemukan pria yang bekerja ditempatnya tergeletak, ia langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tapin Utara, tidak terlalu jauh dari lokasi peristiwa.

“Langsung kami tangani bersama unit identifikasi Sat Reskrim Polres Tapin dibantu tim penanganan Puskesmas Tapin Utara dan tenaga relawan,” ucapnya.

Karena situasi pandemi Covid-19, untuk evakuasi mayat tersebut menggunakan protokol keamanan Covid-19. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran virus.

“Setelah diperiksa tim kesehatan rumah sakit, mayat yang meninggal tidak ada sangkut pautnya dengan Covid-19. Ini murni karena sakit yang sudah lama dideritanya, karena yang bersangkutan ada riwayat penyakit maag,” jelasnya. (dly/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/