alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

MASKER PIAN MANA..? Kedisiplinan Warga Masih Rendah

BANJARMASIN – Pembatasan sosial berskala besar di Kota Banjarmasin tidak terlalu berdampak signifikan pada aktivitas warga. Dalam empat hari penerapan PSBB, warga masih banyak berinteraksi di luar rumah.

Penjagaan ketat sebagai bagian dari penerapan PSBB hanya terlihat di pintu masuk kota. Itu pun tak seketat yang dibayangkan. Penjagaan ekstra hanya dilakukan di malam hari, dari pukul 21.00 sampai 06.00 Wita. Di luar jam itu, bebas saja masuk kota.

Di dalam kota, pemakaian masker masih kurang disiplin. Tak ada petugas yang mengontrol kewajiban itu. Walhasil banyak yang pesimistis PSBB dapat memutus mata rantai penularan di Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina sendiri mengatakan Pemko masih fokus dengan pemberian bantuan sembako kepada warga miskin baru yang terdampak Covid-19. Sosialisasi kepada warga terkait PSBB diakuinya mulai menurun, tak seperti sebelum PSBB.

Demi efektifnya PSBB, Ibnu berharap daerah tetangga yang mengajukan PSBB diterima. Sehingga fokus penjagaan pintu masuk kota bisa dialihkan ke dalam kota. “Posko-posko di kampung-kampung akan diaktifkan,” ujarnya.

Hingga kemarin kasus terkonformasi positif Covid-19 di Kalsel mencapai 150 orang. Terdiri dari 126 yang tengah dirawat, 16 yang dinyatakan sembuh, dan 8 orang yang meninggal dunia. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Pembatasan sosial berskala besar di Kota Banjarmasin tidak terlalu berdampak signifikan pada aktivitas warga. Dalam empat hari penerapan PSBB, warga masih banyak berinteraksi di luar rumah.

Penjagaan ketat sebagai bagian dari penerapan PSBB hanya terlihat di pintu masuk kota. Itu pun tak seketat yang dibayangkan. Penjagaan ekstra hanya dilakukan di malam hari, dari pukul 21.00 sampai 06.00 Wita. Di luar jam itu, bebas saja masuk kota.

Di dalam kota, pemakaian masker masih kurang disiplin. Tak ada petugas yang mengontrol kewajiban itu. Walhasil banyak yang pesimistis PSBB dapat memutus mata rantai penularan di Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina sendiri mengatakan Pemko masih fokus dengan pemberian bantuan sembako kepada warga miskin baru yang terdampak Covid-19. Sosialisasi kepada warga terkait PSBB diakuinya mulai menurun, tak seperti sebelum PSBB.

Demi efektifnya PSBB, Ibnu berharap daerah tetangga yang mengajukan PSBB diterima. Sehingga fokus penjagaan pintu masuk kota bisa dialihkan ke dalam kota. “Posko-posko di kampung-kampung akan diaktifkan,” ujarnya.

Hingga kemarin kasus terkonformasi positif Covid-19 di Kalsel mencapai 150 orang. Terdiri dari 126 yang tengah dirawat, 16 yang dinyatakan sembuh, dan 8 orang yang meninggal dunia. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/