alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Sembilan Titik Masuk Bakal Dijaga Jika PSBB Diterapkan di Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Saat ini, Kota Banjarbaru menunggu persetujuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kemenkes RI. Menurut Walikota, disetujui atau tidaknya akan itu ditentukan hari ini (29/4) atau maksimal Kamis (30/4).

Apabila PSBB diterapkan di Kota Banjarbaru. Maka akses menuju maupun keluar Kota Banjarbaru bakal dibatasi dan diawasi. Khususnya ketika ada pemberlakuan jam malam.

Dari data yang dihimpun, salah satu skema pembatasan akses PSBB ini digelarnya posko pengamanan (Pospam) di sembilan titik. Yang mana kesembilan titik ini merupakan akses darat menuju atau masuk ke wilayah Kota Banjarbaru

Adapun, sembilan titik ini seperti Simpang 3 Kelurahan Bangkal Cempaka, Simpang Pembataan SPBU Jln A Yani arah Pelaihari, SPBU Gubernur Subarjo, U trun Komplek Citra Graha KM. 18, SPBU Km 17, Bundaran Amaco, Bundaran Qardhan Hasanah Jln Rahayu, depan Q Mall Banjarbaru serta Simpang Indomaret Sungai Ulin.

Terkait informasi tersebut, Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansa membenarkan hal ini. Tetapi ditegaskannya bahwa terkait sembilan titik itu belum final, melainkan masih sebatas skema.

“Itu skema awal atau rencana awal. Nanti keputusannya kita menunggu petunjuk dari Pemko Banjarbaru selaku yang mengusulkan dan menerapkan PSBB, karena kami disini sebagai pelaksana saja dan yang mengusulkan Dishub,” kata Apriyansa.

Ditanya kapan skema ini bakal dibahas dan dimatangkan. Apriyansa mengatakan kalau pihaknya  harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Banjarbaru serta unsur terkait lainnya.

“Di internal kita memang sudah dibahas soal hal ini, kita juga lakukan persiapan. Jadi, seandainya skema itu memang dilaksanakan, kami siap. Begitupun jika ada skema lainnya yang akan disetujui nanti,” tanggapnya.

Diketahui juga, bahwa selain personel dari kepolisian. Posko pengamanan ini nantinya juga akan dijaga oleh unsur TNI, petugas Dishub serta Satpol PP Kota Banjarbaru.

Terpisah, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru juga menyatakan telah siap dalam pengamanan pelaksanaan PSBB kelak. Termasuk untuk penempatan personel di rencana sembilan posko tersebut. 

Kasatpol PP Kota Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menyebut, jika saat ini pihaknya dalam proses pendataan personel yang akan dilibatkan nantinya.

“Sesuai arahan pimpinan, personil sudah didata dan diminta bersiap. Jadi apabila nanti PSBB diterapkan, personel sudah siap,” katanya kemarin.

Pihak penegak Perda sendiri kata Yanto bakal terlibat dalam bidang penindakan dan pencegahan. Sehingga nanti terangnya sudah ada beberapa pembagian tugas ketika siaga di posko pengamanan.

“Kalau total personel kita saat ini mencapai 50 orang. Nantinya seluruh personel menyesuaikan dengan titik-titik yang akan disetujui,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Saat ini, Kota Banjarbaru menunggu persetujuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kemenkes RI. Menurut Walikota, disetujui atau tidaknya akan itu ditentukan hari ini (29/4) atau maksimal Kamis (30/4).

Apabila PSBB diterapkan di Kota Banjarbaru. Maka akses menuju maupun keluar Kota Banjarbaru bakal dibatasi dan diawasi. Khususnya ketika ada pemberlakuan jam malam.

Dari data yang dihimpun, salah satu skema pembatasan akses PSBB ini digelarnya posko pengamanan (Pospam) di sembilan titik. Yang mana kesembilan titik ini merupakan akses darat menuju atau masuk ke wilayah Kota Banjarbaru

Adapun, sembilan titik ini seperti Simpang 3 Kelurahan Bangkal Cempaka, Simpang Pembataan SPBU Jln A Yani arah Pelaihari, SPBU Gubernur Subarjo, U trun Komplek Citra Graha KM. 18, SPBU Km 17, Bundaran Amaco, Bundaran Qardhan Hasanah Jln Rahayu, depan Q Mall Banjarbaru serta Simpang Indomaret Sungai Ulin.

Terkait informasi tersebut, Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansa membenarkan hal ini. Tetapi ditegaskannya bahwa terkait sembilan titik itu belum final, melainkan masih sebatas skema.

“Itu skema awal atau rencana awal. Nanti keputusannya kita menunggu petunjuk dari Pemko Banjarbaru selaku yang mengusulkan dan menerapkan PSBB, karena kami disini sebagai pelaksana saja dan yang mengusulkan Dishub,” kata Apriyansa.

Ditanya kapan skema ini bakal dibahas dan dimatangkan. Apriyansa mengatakan kalau pihaknya  harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Banjarbaru serta unsur terkait lainnya.

“Di internal kita memang sudah dibahas soal hal ini, kita juga lakukan persiapan. Jadi, seandainya skema itu memang dilaksanakan, kami siap. Begitupun jika ada skema lainnya yang akan disetujui nanti,” tanggapnya.

Diketahui juga, bahwa selain personel dari kepolisian. Posko pengamanan ini nantinya juga akan dijaga oleh unsur TNI, petugas Dishub serta Satpol PP Kota Banjarbaru.

Terpisah, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru juga menyatakan telah siap dalam pengamanan pelaksanaan PSBB kelak. Termasuk untuk penempatan personel di rencana sembilan posko tersebut. 

Kasatpol PP Kota Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menyebut, jika saat ini pihaknya dalam proses pendataan personel yang akan dilibatkan nantinya.

“Sesuai arahan pimpinan, personil sudah didata dan diminta bersiap. Jadi apabila nanti PSBB diterapkan, personel sudah siap,” katanya kemarin.

Pihak penegak Perda sendiri kata Yanto bakal terlibat dalam bidang penindakan dan pencegahan. Sehingga nanti terangnya sudah ada beberapa pembagian tugas ketika siaga di posko pengamanan.

“Kalau total personel kita saat ini mencapai 50 orang. Nantinya seluruh personel menyesuaikan dengan titik-titik yang akan disetujui,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/