alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Kolam Renang Idaman Ditutup, Belum Tahu Sampai Kapan

BANJARBARU – Setelah Covid-19 terdeteksi di Kota Banjarbaru. Semua fasilitas umum milik Pemko Banjarbaru yang bisa dinikmati masyarakat ditutup.

Salah satunya Kolam Renang Idaman di Jalan Taman Gembira Selatan, Loktabat Selatan.

Padahal biasanya, kolam renang dengan tarif masuk terjangkau ini, selalu ramai pengunjung.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru selaku pengola kolam renang Idaman mengaku, belum bisa memvonis sampai kapan penutupan tersebut.

“Tentu kita berharap bisa segera normal kembali. Namun untuk sementara sesuai edaran Walikota, bahwa kolam renang Idaman ditutup dahulu selama situasi pandemi ini,” kata Kadisporabudpar, Hidayaturrahman.

Penutupan ini terangnya sudah berlangsung beberapa pekan ke belakang. Tepatnya ketika Kota Banjarbaru berstatus Tanggap Darurat Bencana Non Alam karena Covid-19.

Karena penutupan ini, maka retribusi yang biasa jadi PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari kolam renang ini otomatis tak berjalan. Padahal, PAD yang dihasilkan dari kolam renang ini lumayan besar.

Dari data Disporabudpar Banjarbaru, PAD kolam renang Idaman selama satu tahun bisa meraup sekitar Rp1,1 miliar. “Kalau sebulannya PAD nya sekitar ratusan juta. Tentu sekarang tidak ada PAD masuk karena penutupan ini.”

Selain kolam renang, fasilitas terdampak lainnya yang juga dikelola Disporabudpar adalah Gedung Olahraga & Rekreasi (GOR) Rudy Resnawan di Jalan Trikora Banjarbaru. Kini, GOR ini tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan apapun khususnya yang mengumpulkan massa.

“GOR Rudy Resnawan juga termasuk yang terdampak. Tapi untuk detil angka PAD nya itu fluktuatif, soalnya kan GOR ini digunakan ketika ada kegiatan komersil saja, jadi tidak bisa dihitung harian seperti kolam renang. Namun yang jelas PAD kita juga terdampak,” ungkap Hidayaturrahman. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Setelah Covid-19 terdeteksi di Kota Banjarbaru. Semua fasilitas umum milik Pemko Banjarbaru yang bisa dinikmati masyarakat ditutup.

Salah satunya Kolam Renang Idaman di Jalan Taman Gembira Selatan, Loktabat Selatan.

Padahal biasanya, kolam renang dengan tarif masuk terjangkau ini, selalu ramai pengunjung.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru selaku pengola kolam renang Idaman mengaku, belum bisa memvonis sampai kapan penutupan tersebut.

“Tentu kita berharap bisa segera normal kembali. Namun untuk sementara sesuai edaran Walikota, bahwa kolam renang Idaman ditutup dahulu selama situasi pandemi ini,” kata Kadisporabudpar, Hidayaturrahman.

Penutupan ini terangnya sudah berlangsung beberapa pekan ke belakang. Tepatnya ketika Kota Banjarbaru berstatus Tanggap Darurat Bencana Non Alam karena Covid-19.

Karena penutupan ini, maka retribusi yang biasa jadi PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari kolam renang ini otomatis tak berjalan. Padahal, PAD yang dihasilkan dari kolam renang ini lumayan besar.

Dari data Disporabudpar Banjarbaru, PAD kolam renang Idaman selama satu tahun bisa meraup sekitar Rp1,1 miliar. “Kalau sebulannya PAD nya sekitar ratusan juta. Tentu sekarang tidak ada PAD masuk karena penutupan ini.”

Selain kolam renang, fasilitas terdampak lainnya yang juga dikelola Disporabudpar adalah Gedung Olahraga & Rekreasi (GOR) Rudy Resnawan di Jalan Trikora Banjarbaru. Kini, GOR ini tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan apapun khususnya yang mengumpulkan massa.

“GOR Rudy Resnawan juga termasuk yang terdampak. Tapi untuk detil angka PAD nya itu fluktuatif, soalnya kan GOR ini digunakan ketika ada kegiatan komersil saja, jadi tidak bisa dihitung harian seperti kolam renang. Namun yang jelas PAD kita juga terdampak,” ungkap Hidayaturrahman. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/