alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Warga Miskin Baru Bisa Meledak

BANJARMASIN – Dinas Sosial Banjarmasin mencatat ada 28 ribu warga yang terdampak wabah virus corona. Mereka berpotensi menjadi warga miskin baru di kota ini.

Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto menjelaskan, 28 ribu warga itu didata para ketua RT dari 32 kelurahan. “Baru 32 kelurahan. Masih ada 20 kelurahan lagi di Banjarmasin,” katanya.

Pemko memprediksi akan ada 20 ribu warga miskin baru di Banjarmasin akibat pandemi. Dampak ekonomi itu tak terelakkan.

Tapi itu hanya prediksi. Faktanya mungkin saja lebih banyak. Apalagi jika data dari 52 kelurahan sudah terkumpul.

“Jumlahnya mungkin saja menjadi 50 ribuan warga yang terdampak,” katanya.

Iwan berharap, pendataan warga yang terdampak COVId-19 benar-benar dilakukan dengan baik oleh para ketua RT setempat. Sehingga jumlahnya bisa diketahui secara akurat.

Untuk mengatasi warga miskin baru, pemko sendiri mengusulkan anggaran Rp12 miliar. Tapi hanya untuk 20 ribu orang dari 5.000 kepala keluarga (KK).

“Anggarannya untuk selama tiga bulan. Bantuan yang diberikan berupa sembako, uang tunai dan dapur umum,” sebut Iwan.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyebut dampak pandemi ini sangat besar. Terutama di dunia usaha. Setidaknya ada ribuan tenaga kerja terpaksa dirumahkan, bahkan di-PHK.

Fakta itu jelas saja berpotensi menambah data warga miskin di Banjarmasin. Sebab mereka tak lagi mendapat penghasilan untuk biaya hidup dan keluarga.

“Bulan lalu mereka mendapat gaji, sekarang mereka tidak. Ini yang seharusnya menjadi perhatian pemko,” ucapnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Sosial Banjarmasin mencatat ada 28 ribu warga yang terdampak wabah virus corona. Mereka berpotensi menjadi warga miskin baru di kota ini.

Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto menjelaskan, 28 ribu warga itu didata para ketua RT dari 32 kelurahan. “Baru 32 kelurahan. Masih ada 20 kelurahan lagi di Banjarmasin,” katanya.

Pemko memprediksi akan ada 20 ribu warga miskin baru di Banjarmasin akibat pandemi. Dampak ekonomi itu tak terelakkan.

Tapi itu hanya prediksi. Faktanya mungkin saja lebih banyak. Apalagi jika data dari 52 kelurahan sudah terkumpul.

“Jumlahnya mungkin saja menjadi 50 ribuan warga yang terdampak,” katanya.

Iwan berharap, pendataan warga yang terdampak COVId-19 benar-benar dilakukan dengan baik oleh para ketua RT setempat. Sehingga jumlahnya bisa diketahui secara akurat.

Untuk mengatasi warga miskin baru, pemko sendiri mengusulkan anggaran Rp12 miliar. Tapi hanya untuk 20 ribu orang dari 5.000 kepala keluarga (KK).

“Anggarannya untuk selama tiga bulan. Bantuan yang diberikan berupa sembako, uang tunai dan dapur umum,” sebut Iwan.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyebut dampak pandemi ini sangat besar. Terutama di dunia usaha. Setidaknya ada ribuan tenaga kerja terpaksa dirumahkan, bahkan di-PHK.

Fakta itu jelas saja berpotensi menambah data warga miskin di Banjarmasin. Sebab mereka tak lagi mendapat penghasilan untuk biaya hidup dan keluarga.

“Bulan lalu mereka mendapat gaji, sekarang mereka tidak. Ini yang seharusnya menjadi perhatian pemko,” ucapnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/