alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Ngabuburit Bermain Takraw

BANJARMASIN – Selain piawai dalam menggocek bola di lapangan hijau, penyerang muda Barito Putera Kahar Musakkar juga terampil dalam bermain bola takraw. Itu dilakukannya saat pencetak gol terbanyak EPA Liga 1 U-20 2019 mengisi waktu menjelang beduk Magrib ketika Ramadan tiba di kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selama Ramadan ini, Kahar berada di Makassar karena diliburkan tim Barito Putera selama kompetisi dihentikan sementara. Mengisi waktu sambil menjaga kondisi fisik, dia bermain sepak takraw bersama warga di depan rumahnya di Makassar. “Biasanya sebelum beduk Magrib, sekitar pukul 17.00 Wita, main takraw dulu di depan rumah bersama warga,” ujar Kahar.

Meski termasuk olahraga yang menyenangkan, bermain takraw selama satu jam membuat tubuhnya berkeringat dan mengganti porsi latihan rutin menjaga kondisi. “Lumayan juga berkeringat. Biasanya kalau tidak main takraw, saya naik sepeda keliling-keliling kampung saja untuk menjaga kondisi fisik,” tambah pemain Barito Putera pertama yang menciptakan gol di Liga 1 musim 2020 ini.

Selain dua olahraga itu, Kahar juga rutin jogging setiap sore ngabuburit keliling kampung menunggu waktu berbuka puasa. “Namun, olahraga selama bulan Ramadan beda dengan bulan biasa. Sekarang dikurangi karena besoknya kembali berpuasa,” terang Kahar.

Disinggung mengenai tradisi Ramadan di kampung halaman, dengan antusias Kahar menjelaskan bahwa di tempatnya sehari sebelum masuknya bulan suci ada tradisi makan bersama bagi warga. “Seperti orang pengajian berkumpul dan makan bersama sambil memanjatkan doa,” katanya.

Kahar mengakui saat Ramadan ini masih bersedih karena sudah setahun ayahnya meninggal. Bersama keluarga memperingatinya dengan acara pengajian.(bir/dye/ema)

BANJARMASIN – Selain piawai dalam menggocek bola di lapangan hijau, penyerang muda Barito Putera Kahar Musakkar juga terampil dalam bermain bola takraw. Itu dilakukannya saat pencetak gol terbanyak EPA Liga 1 U-20 2019 mengisi waktu menjelang beduk Magrib ketika Ramadan tiba di kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selama Ramadan ini, Kahar berada di Makassar karena diliburkan tim Barito Putera selama kompetisi dihentikan sementara. Mengisi waktu sambil menjaga kondisi fisik, dia bermain sepak takraw bersama warga di depan rumahnya di Makassar. “Biasanya sebelum beduk Magrib, sekitar pukul 17.00 Wita, main takraw dulu di depan rumah bersama warga,” ujar Kahar.

Meski termasuk olahraga yang menyenangkan, bermain takraw selama satu jam membuat tubuhnya berkeringat dan mengganti porsi latihan rutin menjaga kondisi. “Lumayan juga berkeringat. Biasanya kalau tidak main takraw, saya naik sepeda keliling-keliling kampung saja untuk menjaga kondisi fisik,” tambah pemain Barito Putera pertama yang menciptakan gol di Liga 1 musim 2020 ini.

Selain dua olahraga itu, Kahar juga rutin jogging setiap sore ngabuburit keliling kampung menunggu waktu berbuka puasa. “Namun, olahraga selama bulan Ramadan beda dengan bulan biasa. Sekarang dikurangi karena besoknya kembali berpuasa,” terang Kahar.

Disinggung mengenai tradisi Ramadan di kampung halaman, dengan antusias Kahar menjelaskan bahwa di tempatnya sehari sebelum masuknya bulan suci ada tradisi makan bersama bagi warga. “Seperti orang pengajian berkumpul dan makan bersama sambil memanjatkan doa,” katanya.

Kahar mengakui saat Ramadan ini masih bersedih karena sudah setahun ayahnya meninggal. Bersama keluarga memperingatinya dengan acara pengajian.(bir/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/