alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Tak Gentar, Banyak Pelamar Perawat Pasien Corona

TANJUNG – Berisiko tinggi tertular Covid-19 tak membuat gentar warga yang melamar sebagai petugas kesehatan khusus corona di Kabupaten Tabalong.

Ada sebanyak 588 orang yang melamarnya melalui aplikasi online pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat. Mereka pun siap diseleksi administrasi dan berikutnya menjalani sesi wawancara.

Namun, sesi wawancara yang rencananya dilakukan Senin (27/4) hari ini, terpaksa ditunda lantaran banyak yang tidak mengumpulkan berkas fisiknya.

Kepala BKPP Kabupaten Tabalong, H Wartoyo sangat menyayangkan hal tersebut, karena kewajiban pelamar setelah berhasil masuk melamar melalui online, juga diharuskan melampirkan berkas fisiknya. “Berkas fisik banyak yang belum masuk. Hanya secara elektronik masuknya,” katanya.

Dengan begitu, rencana sesi wawancara pun ditunda untuk membuka peluang pelamar menyodorkan berkas minatnya.

Informasi yang diperoleh wartawan, setidaknya berkas fisik yang masuk ada sebanyak 143 orang pelamar. Berkas tersebut akan diseleksi kembali untuk menjadi peserta tahap selanjutnya.

Penerimaan petugas kesehatan khusus Covid 19 ini akan bertugas merawat pasien positif corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badarudin Tanjung, yang kini telah menjadi lokasi isolasi penyakit mematikan tersebut.

Dari banyaknya pelamar, H Wartoyo memberitahukan, ada sebanyak 84 orang yang akan diterima Pemkab Tabalong sebagai petugas perawat pasien corona. Mereka terbagi beberapa formasi, mulai perawat hingga dokter spesialis paru.

Khusus dokter spesialis paru, sangat disayangkan tidak ada yang melamar sesuai klasifikasinya. Tapi, BKPP tetap terus menunggu dan mengkoordinasikannya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dan RSUD setempat yang membutuhkannya.

Yang jelas, keberadaan relawan untuk menjadi petugas kesehatan ini, sangat diperlukan segera. Mereka ditargetkan awal Mei 2020 ini sudah diterima dan bekerja. (ibn/ran/ema)

TANJUNG – Berisiko tinggi tertular Covid-19 tak membuat gentar warga yang melamar sebagai petugas kesehatan khusus corona di Kabupaten Tabalong.

Ada sebanyak 588 orang yang melamarnya melalui aplikasi online pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat. Mereka pun siap diseleksi administrasi dan berikutnya menjalani sesi wawancara.

Namun, sesi wawancara yang rencananya dilakukan Senin (27/4) hari ini, terpaksa ditunda lantaran banyak yang tidak mengumpulkan berkas fisiknya.

Kepala BKPP Kabupaten Tabalong, H Wartoyo sangat menyayangkan hal tersebut, karena kewajiban pelamar setelah berhasil masuk melamar melalui online, juga diharuskan melampirkan berkas fisiknya. “Berkas fisik banyak yang belum masuk. Hanya secara elektronik masuknya,” katanya.

Dengan begitu, rencana sesi wawancara pun ditunda untuk membuka peluang pelamar menyodorkan berkas minatnya.

Informasi yang diperoleh wartawan, setidaknya berkas fisik yang masuk ada sebanyak 143 orang pelamar. Berkas tersebut akan diseleksi kembali untuk menjadi peserta tahap selanjutnya.

Penerimaan petugas kesehatan khusus Covid 19 ini akan bertugas merawat pasien positif corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badarudin Tanjung, yang kini telah menjadi lokasi isolasi penyakit mematikan tersebut.

Dari banyaknya pelamar, H Wartoyo memberitahukan, ada sebanyak 84 orang yang akan diterima Pemkab Tabalong sebagai petugas perawat pasien corona. Mereka terbagi beberapa formasi, mulai perawat hingga dokter spesialis paru.

Khusus dokter spesialis paru, sangat disayangkan tidak ada yang melamar sesuai klasifikasinya. Tapi, BKPP tetap terus menunggu dan mengkoordinasikannya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dan RSUD setempat yang membutuhkannya.

Yang jelas, keberadaan relawan untuk menjadi petugas kesehatan ini, sangat diperlukan segera. Mereka ditargetkan awal Mei 2020 ini sudah diterima dan bekerja. (ibn/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/