alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Bersedia Donor Darah, Diganjar Paket Sembako

BANJARMASIN – Mengantisipasi dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin punya cara unik untuk menarik minat pendonor.

“Kami siapkan sembako selama Ramadan, sebulan penuh. Sudah dimulai pada hari pertama puasa,” kata Kepala UDD PMI Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit, kemarin (26/4) pagi.

Hasil stimulus sembako ini, memang belum terlihat terlalu signifikan. Mungkin karena belum banyak yang tahu. Tapi ia yakin, pendonor akan berdatangan.

Sebenarnya, sekalipun ada PSBB, PMI tetap menerapkan layanan 24 jam. Karena kebutuhan darah tak kenal waktu. Apalagi sudah menyangkut nyawa seseorang.

Diceritakannya, ada keluhan pendonor yang tak berani ke PMI. Lantaran adanya jam malam. “Melihat jalan dijaga Satpol PP pakai rotan, mereka berpikir mending di rumah saja,” tambahnya.

Tanpa PSBB sekalipun, pada bulan puasa, jumlah pendonor sudah pasti menurun drastis. Padahal, kebutuhan rata-rata harian di Banjarmasin mencapai 200 kantong darah.

Tapi bagaimana lagi, dalam dua hari terakhir, disebutkannya baru datang tujuh pendonor. PMI pun tak bisa mendistribusikan stoknya ke rumah sakit.

Segalanya pun kini diupayakan. “Termasuk menghubungi satu demi satu para pendonor. Sekalipun Minggu semestinya hari libur,” tutup Rama. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Mengantisipasi dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin punya cara unik untuk menarik minat pendonor.

“Kami siapkan sembako selama Ramadan, sebulan penuh. Sudah dimulai pada hari pertama puasa,” kata Kepala UDD PMI Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit, kemarin (26/4) pagi.

Hasil stimulus sembako ini, memang belum terlihat terlalu signifikan. Mungkin karena belum banyak yang tahu. Tapi ia yakin, pendonor akan berdatangan.

Sebenarnya, sekalipun ada PSBB, PMI tetap menerapkan layanan 24 jam. Karena kebutuhan darah tak kenal waktu. Apalagi sudah menyangkut nyawa seseorang.

Diceritakannya, ada keluhan pendonor yang tak berani ke PMI. Lantaran adanya jam malam. “Melihat jalan dijaga Satpol PP pakai rotan, mereka berpikir mending di rumah saja,” tambahnya.

Tanpa PSBB sekalipun, pada bulan puasa, jumlah pendonor sudah pasti menurun drastis. Padahal, kebutuhan rata-rata harian di Banjarmasin mencapai 200 kantong darah.

Tapi bagaimana lagi, dalam dua hari terakhir, disebutkannya baru datang tujuh pendonor. PMI pun tak bisa mendistribusikan stoknya ke rumah sakit.

Segalanya pun kini diupayakan. “Termasuk menghubungi satu demi satu para pendonor. Sekalipun Minggu semestinya hari libur,” tutup Rama. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/