alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Stok Beras Aman Sampai Akhir Tahun

Di tengah pandemi virus corona, masyarakat tak perlu panik dengan ketersediaan beras. Sebab, stok beras di Kalsel saat ini masih melimpah dan diprediksi aman untuk mencukupi keperluan warga Banua hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Birhasani mengatakan, ketersediaan beras melimpah lantaran masih banyak tersimpan di gudang Bulog Divisi Regional Kalsel dan di tingkat distributor atau pedagang besar di Banjarmasin.

“Dari laporan Kepala Bulog, stok beras di gudang mereka saat ini masih 15 ribu ton lebih. Sedangkan di tingkat distributor ada sekitar 16 ribu ton,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dengan jumlah stok yang mencapai 30 ribu ton lebih, dia yakin stok beras aman hingga beberapa bulan ke depan. Termasuk ketika banyaknya permintaan selama Ramadan. “Belum lagi saat ini sejumlah daerah mulai memanen padi, jadi stok beras akan semakin bertambah,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bulog Divisi Regional Kalsel, Arif Mandu membenarkan jika ketersediaa beras di gudang mereka di Landasan Ulin masih cukup melimpah. “Beras kita aman sampai enam bulan ke depan,” bebernya.

Sementara itu untuk hasil panen pada bulan ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman menyampaikan bahwa produksi beras diprediksi mencapai 138 ribu ton. “Dengan produksi sebanyak itu, beras kita bulan ini akan surplus,” ucapnya.

Dirincikannya, berdasarkan data mereka konsumsi beras di Kalsel saat ini per bulannya sekitar 33 ribu ton. Jadi, jika produksi 138 ribu ton dikurangi jumlah produksi beras, maka surplus beras pada April ini mencapai 105 ribu ton. “Dengan begitu stok beras kita sangat melimpah. Jangankan April, sampai akhir tahun pun masih surplus. Sebab, Agustus nanti masuk panen lagi,” paparnya.

Dia mengungkapkan, dari 13 kabupaten/kota ada empat daerah yang hasil panennya sangat surplus. Yakni, Tanah Laut, Banjar, Tapin dan Tanah Bumbu. “Tanah Laut surplusnya mencapai 25 ribu ton. Sedangkan Tapin 14 ribu ton, Banjar 16 ribu ton dan Tanbu 14 ribu ton,” ungkapnya.

Daerah-daerah tersebut diharapkan bisa membantu kabupaten/kota lain yang hasil panennya lebih sedikit dari jumlah konsumsi warganya atau defisit. “Ada tiga daerah yang kekurangan stok gabah, karena hasil panennya tak mencukupi jumlah konsumsi. Yaitu, Banjarmasin, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara,” kata Syamsir.

Dipaparkannya, untuk Banjarmasin bulan ini diperkirakan kekurangan stok gabah sekitar 5 ribu ton. Dan itu dapat dipenuhi dari Banjar dan Tanah Laut. Sementara, Banjarbaru kekurangan 2 ribu ton gabah dan dapat dipenuhi Tanah Laut, Banjar dan Tapin. “Sedangkan untuk HSU, mereka kekurangan 1.800 ton gabah. Kekurangan ini dapat dipenuhi Tapin, HSS, HST dan Balangan,” paparnya.

Dia berharap, para kepala daerah yang hasil panennya kurang dapat segera menyetok beras dari daerah lain. Agar, tidak kekurangan di tengah pandemi virus corona. “Saya sudah membuat surat agar bupati dan walikota memperhatikan ini. Karena kita tidak tahu kapan pandemi berakhir. Jadi daerah harus menyetok beras,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsir juga meminta supaya daerah yang hasil panennya surplus supaya dapat menjaga agar beras tidak bocor ke provinsi lain. Sebab, provinsi tetangga sekarang juga sedang gencar-gencarnya menyetok beras. “Kaltim dan Kalteng misalnya,mereka sedang menyetok beras. Jadi, daerah harus memperketat jangan sampai banyak petani yang menjual beras ke sana,” pungkasnya. (ris/ema)

Di tengah pandemi virus corona, masyarakat tak perlu panik dengan ketersediaan beras. Sebab, stok beras di Kalsel saat ini masih melimpah dan diprediksi aman untuk mencukupi keperluan warga Banua hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Birhasani mengatakan, ketersediaan beras melimpah lantaran masih banyak tersimpan di gudang Bulog Divisi Regional Kalsel dan di tingkat distributor atau pedagang besar di Banjarmasin.

“Dari laporan Kepala Bulog, stok beras di gudang mereka saat ini masih 15 ribu ton lebih. Sedangkan di tingkat distributor ada sekitar 16 ribu ton,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dengan jumlah stok yang mencapai 30 ribu ton lebih, dia yakin stok beras aman hingga beberapa bulan ke depan. Termasuk ketika banyaknya permintaan selama Ramadan. “Belum lagi saat ini sejumlah daerah mulai memanen padi, jadi stok beras akan semakin bertambah,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bulog Divisi Regional Kalsel, Arif Mandu membenarkan jika ketersediaa beras di gudang mereka di Landasan Ulin masih cukup melimpah. “Beras kita aman sampai enam bulan ke depan,” bebernya.

Sementara itu untuk hasil panen pada bulan ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman menyampaikan bahwa produksi beras diprediksi mencapai 138 ribu ton. “Dengan produksi sebanyak itu, beras kita bulan ini akan surplus,” ucapnya.

Dirincikannya, berdasarkan data mereka konsumsi beras di Kalsel saat ini per bulannya sekitar 33 ribu ton. Jadi, jika produksi 138 ribu ton dikurangi jumlah produksi beras, maka surplus beras pada April ini mencapai 105 ribu ton. “Dengan begitu stok beras kita sangat melimpah. Jangankan April, sampai akhir tahun pun masih surplus. Sebab, Agustus nanti masuk panen lagi,” paparnya.

Dia mengungkapkan, dari 13 kabupaten/kota ada empat daerah yang hasil panennya sangat surplus. Yakni, Tanah Laut, Banjar, Tapin dan Tanah Bumbu. “Tanah Laut surplusnya mencapai 25 ribu ton. Sedangkan Tapin 14 ribu ton, Banjar 16 ribu ton dan Tanbu 14 ribu ton,” ungkapnya.

Daerah-daerah tersebut diharapkan bisa membantu kabupaten/kota lain yang hasil panennya lebih sedikit dari jumlah konsumsi warganya atau defisit. “Ada tiga daerah yang kekurangan stok gabah, karena hasil panennya tak mencukupi jumlah konsumsi. Yaitu, Banjarmasin, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara,” kata Syamsir.

Dipaparkannya, untuk Banjarmasin bulan ini diperkirakan kekurangan stok gabah sekitar 5 ribu ton. Dan itu dapat dipenuhi dari Banjar dan Tanah Laut. Sementara, Banjarbaru kekurangan 2 ribu ton gabah dan dapat dipenuhi Tanah Laut, Banjar dan Tapin. “Sedangkan untuk HSU, mereka kekurangan 1.800 ton gabah. Kekurangan ini dapat dipenuhi Tapin, HSS, HST dan Balangan,” paparnya.

Dia berharap, para kepala daerah yang hasil panennya kurang dapat segera menyetok beras dari daerah lain. Agar, tidak kekurangan di tengah pandemi virus corona. “Saya sudah membuat surat agar bupati dan walikota memperhatikan ini. Karena kita tidak tahu kapan pandemi berakhir. Jadi daerah harus menyetok beras,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsir juga meminta supaya daerah yang hasil panennya surplus supaya dapat menjaga agar beras tidak bocor ke provinsi lain. Sebab, provinsi tetangga sekarang juga sedang gencar-gencarnya menyetok beras. “Kaltim dan Kalteng misalnya,mereka sedang menyetok beras. Jadi, daerah harus memperketat jangan sampai banyak petani yang menjual beras ke sana,” pungkasnya. (ris/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/